Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » XPENG Next P7 Guncang IAA Mobility 2025

XPENG Next P7 Guncang IAA Mobility 2025

  • account_circle dimas
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • visibility 156
  • print Cetak

XPENG Next P7 Guncang IAA Mobility 2025

OTOExpo.com , Munich –  Di tengah sorotan dunia otomotif, XPENG kembali mendobrak batas imajinasi. Ajang IAA Mobility 2025 bukan sekadar pameran, melainkan panggung lahirnya masa depan.

Dari debut Next P7 di Eropa, hingga teknologi Turing AI Driving yang menjanjikan pengalaman berkendara otonom generasi baru, XPENG memperlihatkan bahwa mobilitas modern bukan lagi soal mesin dan roda, melainkan tentang kecerdasan buatan yang hidup di dalam kendaraan.

Next P7: Simbol Era Baru Kendaraan AI

Sorotan utama jatuh pada Next P7, sedan sport futuristis yang bukan hanya cepat, tetapi juga cerdas. Dengan tenaga 593 PS, akselerasi 0–100 km/jam dalam 3,7 detik, serta kecepatan puncak 230 km/jam, mobil ini menandai definisi baru supercar elektrik.

Namun, daya tarik terbesarnya ada pada DNA AI yang tertanam dalam sistemnya.

Next P7 dirancang bukan sekadar kendaraan, tetapi partner cerdas yang mampu memahami, memprediksi, dan mendampingi pengemudi dalam aktivitas sehari-hari.

Prestasi lain yang menggetarkan dunia: rekor jarak tempuh 3.961 km dalam 24 jam, sebuah standar baru ketahanan untuk mobil listrik produksi massal.

Turing AI Driving: Kecerdasan yang Mengemudi

XPENG meluncurkan Turing AI Driving, sistem mengemudi pintar yang dirancang dengan komputasi mandiri. Teknologi ini tidak hanya menavigasi jalan, tetapi juga beradaptasi dengan konteks sosial, lalu lintas, hingga pola kebiasaan pengemudi.

Dengan target komersialisasi global pada kuartal keempat 2026, sistem ini menjadi jembatan menuju Level 4 Autonomous Driving, di mana kendaraan dapat mengemudi hampir sepenuhnya tanpa intervensi manusia.

Ekspansi Global: Munich Jadi Pusat Inovasi

Seiring dengan debut produk, XPENG mengumumkan pendirian Pusat R&D di Munich, pusat riset pertama mereka di Eropa.

Fasilitas ini melengkapi jaringan riset global XPENG di Silicon Valley dan San Diego, menjadikannya pusat riset kesembilan perusahaan.

Dengan langkah ini, XPENG bukan hanya mendekat ke konsumen Eropa, tetapi juga memastikan inovasi selaras dengan kebutuhan pasar internasional.

Menurut Dr. Brian Gu, Wakil Chairman XPENG, langkah ini adalah strategi besar:

“Sejak pertama kali hadir di IAA 2023, XPENG kini tampil sebagai pemain EV terbesar keenam dunia, melayani konsumen di 46 pasar global. R&D Munich akan memperkuat pijakan kami di Eropa, sekaligus mempercepat transisi menuju mobilitas berkelanjutan.”

AEROHT: Mobil Terbang Menjadi Kenyataan

Tidak hanya di jalan, XPENG juga melangkah ke udara melalui anak perusahaan AEROHT. Setelah 12 tahun riset dengan tujuh generasi prototipe, mereka kini memperkenalkan “Land Aircraft Carrier”, mobil terbang modular pertama di dunia.

Rencananya, kendaraan futuristis ini akan melakukan penerbangan perdana di Dubai, Oktober 2025. Dengan lebih dari 5.000 pesanan, produksi massal diperkirakan dimulai akhir 2026.

Jika terealisasi, AEROHT akan menjadi perusahaan mobil terbang terbesar di dunia.

Robot Humanoid IRON: Revolusi di Darat dan Pabrik

XPENG juga merambah ke dunia robotika. Robot humanoid bernama IRON dikembangkan selama lima tahun melalui enam generasi.

Kini IRON tengah diuji di pabrik, membantu proses produksi, sekaligus dilatih dengan AI adaptif agar dapat berinteraksi lebih manusiawi.

Generasi terbaru robot ini dijadwalkan meluncur Q4 2025, sementara produksi massal diproyeksikan pada 2026.

Sinergi AI: Cloud, Kendaraan, hingga Ekosistem

Filosofi inti XPENG adalah AI sebagai DNA. Sistem mereka mengintegrasikan cloud computing, arsitektur kendali zonal, perangkat keras, dan perangkat lunak dalam satu ekosistem.

Dengan fondasi ini, XPENG membangun kendaraan yang tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga ekstensi kecerdasan personal.

Mulai dari mobil listrik AI, mobil terbang, hingga robot humanoid, semua dirancang untuk mengubah cara manusia bergerak, bekerja, dan hidup.

Resonansi untuk Pasar Indonesia

Melalui Erajaya Active Lifestyle (ERAL) sebagai ATPM XPENG di Indonesia, kabar ekspansi ini menjadi gema yang penuh arti.

Djohan Sutanto, CEO ERAL, menegaskan:
“XPENG bukan hanya membawa mobil listrik, tetapi menghadirkan solusi mobilitas cerdas. Teknologi ini akan mendefinisikan masa depan transportasi di Indonesia.”

Dengan tren elektrifikasi yang semakin menguat, serta kebutuhan pasar urban terhadap mobilitas pintar, Indonesia berpotensi menjadi salah satu arena penting XPENG di Asia Tenggara.

XPENG Next P7 Guncang IAA Mobility 2025

XPENG, Simfoni Masa Depan Mobilitas

IAA Mobility 2025 membuktikan bahwa XPENG tidak sekadar produsen otomotif, melainkan arsitek masa depan mobilitas.

  • Next P7 hadir sebagai ikon kendaraan AI.
  • Turing AI Driving menjadi lompatan menuju autonomous driving sejati.
  • AEROHT membuka babak baru mobil terbang.
  • IRON menandai integrasi robot humanoid dalam kehidupan manusia.

Dengan pijakan kuat di Eropa, ekspansi global, dan dukungan penuh dari mitra internasional, XPENG menulis narasi baru: mobilitas bukan lagi sekadar perjalanan, melainkan pengalaman hidup yang cerdas, berkelanjutan, dan tak terbatas. ****

.

.

  • Penulis: dimas

Artikel Menarik Lainnya

expand_less