News
light
Beranda » Kendaraan » Xpeng Motors Siap Luncurkan Mobil Listrik Baru

Xpeng Motors Siap Luncurkan Mobil Listrik Baru

  • account_circle Pandito
  • calendar_month Sel, 12 Jan 2021
  • visibility 123
Xpeng Motors Siap Luncurkan Mobil Listrik Baru
OTOExpo.com –  Nama Xpeng Motors mungkin belum sepopuler Tesla atau BYD di telinga sebagian orang, tapi di dunia otomotif global, merek ini sedang naik daun dengan kecepatan luar biasa.

Setelah sukses dengan dua model andalannya — SUV kompak Xpeng G3 dan sedan sporty P7 — kini pabrikan asal Guangzhou itu bersiap meluncurkan sedan listrik generasi terbaru yang akan menambah deretan mobil ramah lingkungan mereka.

Yang menarik, peluncuran sedan anyar ini bukan sekadar “ganti baju”. Xpeng benar-benar mempersiapkan model ini sebagai senjata baru untuk menantang Tesla Model 3 dan BYD Seal.

Kalau dilihat dari langkah-langkah Xpeng selama dua tahun terakhir, sepertinya ambisi itu bukan omong kosong.

Desain Siluet Futuristik, Minim Informasi Tapi Bikin Penasaran

Dalam pengumuman resminya, Xpeng hanya membagikan gambar siluet mobil ini—tanpa spesifikasi lengkap, tanpa teaser mesin, tanpa bocoran interior.

Tapi justru di situlah daya tariknya. Siluet itu memperlihatkan garis atap rendah dan profil aerodinamis yang mengisyaratkan performa tinggi sekaligus efisiensi maksimal.

Jika mengikuti DNA Xpeng sebelumnya, kita bisa menduga mobil ini akan menggunakan desain fastback coupe seperti P7, dengan koefisien drag (Cd) rendah di bawah 0,24. Tujuannya jelas: semakin sedikit hambatan udara, semakin hemat energi baterai.

Sementara dari rumor internal, beberapa media otomotif Tiongkok menyebut model ini akan memakai sasis modular generasi baru yang bisa menampung berbagai kapasitas baterai dan motor listrik berdaya tinggi.

Teknologi Baterai dan Performa: Xpeng Siap Main di Liga Serius

Sampai saat ini belum ada data resmi, tapi berdasarkan tren produk sebelumnya, kemungkinan besar sedan listrik anyar ini bakal dibekali baterai Lithium-ion NMC (Nickel Manganese Cobalt) versi terbaru, dengan kapasitas di atas 80 kWh.

Artinya, dalam kondisi ideal, jarak tempuh (range) bisa menembus lebih dari 550–600 km sekali isi daya—setara bahkan bisa melampaui Tesla Model 3 Long Range.

Xpeng juga sudah memiliki teknologi fast charging DC hingga 180 kW, yang memungkinkan baterai terisi 30% ke 80% hanya dalam kurang dari 30 menit.

Sistem pendinginan termalnya diklaim lebih efisien berkat liquid-cooling module yang menjaga suhu optimal saat pengisian cepat.

Selain itu, Xpeng mengembangkan sistem kontrol tenaga berbasis dual-motor all-wheel drive (AWD) untuk varian performa tinggi.

Versi ini diyakini punya output di atas 350 hp dengan torsi besar yang bisa menghasilkan akselerasi 0–100 km/jam dalam 4 detik-an.

Fitur Canggih: Dari Xpilot Hingga Navigasi Berbasis AI

Kalau bicara soal teknologi pintar, Xpeng sudah selangkah di depan banyak pesaing Asia.

Sedan barunya nanti hampir pasti akan dilengkapi sistem Xpilot generasi terbaru — asisten pengemudi semi otonom buatan sendiri yang sudah digunakan di P7.

Xpilot ini punya kemampuan mirip Tesla Autopilot, bahkan dalam beberapa pengujian di jalan tol Tiongkok, sistem Xpeng terbukti lebih halus dan adaptif terhadap kondisi lalu lintas nyata.

Sensor LIDAR, kamera 360°, dan radar gelombang milimeter terintegrasi dengan chip AI untuk mengenali kendaraan, pejalan kaki, hingga marka jalan dalam berbagai kondisi cuaca.

Selain itu, mobil ini kemungkinan juga mendukung voice command multi-bahasa, peta berbasis cloud real-time, dan sistem pembelajaran mesin (machine learning) yang menyesuaikan gaya berkendara pengemudi dari waktu ke waktu.
Singkatnya: mobil ini bukan cuma pintar di brosur, tapi benar-benar “berpikir” di jalan.


 

Xpeng Motors Siap Luncurkan Mobil Listrik Baru

Xpeng P7

Ekspansi ke Eropa: Langkah Strategis dan Berani

Langkah Xpeng menuju Eropa sebenarnya sudah dimulai pada akhir 2020 lewat SUV G3 dan sedan P7 yang dipasarkan di Norwegia.

Kini, dengan model ketiga ini, Xpeng menyiapkan diri untuk memperluas penetrasi ke pasar Jerman, Belanda, dan Swedia—wilayah dengan ekosistem kendaraan listrik paling maju di dunia.

Harga di Norwegia sendiri dimulai dari 358.000 kroner, atau sekitar 33.700 euro.

Kalau strategi harga itu berlanjut, bisa jadi sedan anyar Xpeng ini akan menguji kesetiaan konsumen Eropa terhadap Tesla.
Apalagi, desain dan fitur Xpeng cenderung menawarkan value lebih tinggi di harga yang lebih rendah.

Jejak Pertumbuhan yang Menggila

Secara angka, pertumbuhan Xpeng bisa dibilang luar biasa.
Dalam kurun waktu setahun, perusahaan ini mencatat pengiriman lebih dari 27.000 unit, di mana hampir 13.000 unit di antaranya berasal dari kuartal terakhir.

Peningkatan 326% dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap EV buatan Tiongkok meningkat drastis.

Faktor pendukung lainnya adalah investasi besar-besaran pada riset dan pengembangan (R&D), termasuk di bidang baterai solid-state yang sedang mereka kembangkan untuk masa depan.

Kalau baterai solid-state ini berhasil diterapkan ke model produksi, maka Xpeng bisa jadi salah satu pionir EV dengan daya tahan dan keamanan baterai terbaik di dunia.

Xpeng, Dari Penantang Jadi Pemain Besar

Xpeng Motors bukan lagi startup yang sekadar “coba-coba” masuk industri EV.
Kini mereka sudah menjadi kekuatan nyata dengan teknologi, desain, dan visi masa depan yang solid.

Kehadiran sedan listrik barunya nanti bukan cuma soal menambah varian, tapi simbol bahwa mobil listrik dari Asia sudah siap bersaing di panggung dunia.

Kalau dulu Tesla dianggap satu-satunya ikon mobil listrik, kini Xpeng membuktikan bahwa masa depan tidak hanya datang dari barat.
Dari timur, dari negeri dengan semangat tanpa henti, muncul sebuah nama yang pelan tapi pasti — menggetarkan dunia otomotif global.

Xpeng Motors terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri mobil listrik dunia, lewat inovasi pada baterai, sistem pengemudi otomatis, serta ekspansi agresif ke Eropa.

Sedan listrik terbaru yang akan diluncurkan menjelang akhir tahun diyakini akan jadi kompetitor serius bagi Tesla dan BYD, dengan efisiensi tinggi, teknologi canggih, dan harga yang kompetitif.***


  • Penulis: Pandito

✈︎ Random Artikel

expand_less