Berita
light_mode
Beranda » National » Wuling Air ev Tampil di Panggung Musikal Lutung Kasarung

Wuling Air ev Tampil di Panggung Musikal Lutung Kasarung

  • account_circle dimas
  • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
  • visibility 200
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Wuling Air ev Tampil di Panggung Musikal Lutung Kasarung

 

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Siapa bilang mobil listrik cuma bisa mejeng di jalanan atau pameran otomotif? Wuling Motors membuktikan sebaliknya.

Dalam pertunjukan Re-Run musikal Lutung Kasarung yang digelar oleh EKI Dance Company di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Wuling Air ev tampil on-stage bareng para karakter utama! Ini bukan cuma penampilan biasa, tapi jadi yang pertama kalinya kendaraan listrik ikut terlibat langsung dalam sebuah koreografi pertunjukan seni di Indonesia.

Seni Bertemu Teknologi di Atas Panggung

Re-Run musikal Lutung Kasarung bukan sekadar pentas ulang. Cerita rakyat dari tanah Sunda ini dikemas ulang oleh EKI Dance Company dengan pendekatan modern: musik kekinian, koreografi yang enerjik, tata panggung canggih, dan tentu saja, kolaborasi lintas industri.

Wuling masuk ke panggung sebagai simbol kemajuan teknologi dalam cerita yang sarat pesan moral. Dalam adegan pembuka, Air ev hadir menemani karakter Purbasari dan Purbararang, menciptakan momen yang dijuluki sebagai Starstruck Moment.

Wuling Air ev Tampil di Panggung Musikal Lutung Kasarung

Kehadiran mobil listrik di tengah panggung pertunjukan menjadi gambaran nyata bahwa seni dan teknologi bisa bersatu tanpa menghilangkan esensi cerita tradisional.

Air ev dan Cloud EV: Dukung Panggung dan Operasional

Tak hanya tampil di atas panggung, Wuling juga menyokong penuh pertunjukan ini dari balik layar. Sebanyak tiga unit Wuling Cloud EV dikerahkan untuk mendukung mobilitas tim produksi selama persiapan hingga pelaksanaan pementasan.

Ricky Christian, Marketing Operation Director Wuling Motors, menyampaikan, “Wuling bangga menjadi bagian dari musikal Lutung Kasarung.

Ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap pelestarian budaya lokal dan semangat ‘Dibangun di Indonesia untuk Anda’. Kami berharap kolaborasi ini bisa menjadi inspirasi bagi sinergi antara otomotif dan dunia seni di Indonesia.”

Bukan Sekadar Legenda, Tapi Perpaduan Gaya Hidup Masa Kini

Cerita Lutung Kasarung membawa pesan klasik tentang cinta tulus dan kebaikan yang mengalahkan kutukan. Tokoh Pangeran Gurumuda yang dikutuk menjadi lutung dan kemudian kembali ke wujud manusia setelah menemukan cinta sejati dari Purbasari menjadi landasan cerita yang diangkat dalam pertunjukan ini.

EKI Dance Company tak main-main menggarap ulang musikal ini. Diproduseri oleh Aiko Senosoenoto, Nala Amrytha, dan Alim Sudio, pertunjukan ini melibatkan aktor muda berbakat seperti Gerry Gerardo sebagai Lutung Kasarung, Nala Amrytha sebagai Purbasari, dan Ara Ajisiwi sebagai Purbararang. Semua dikemas dalam format yang menyenangkan untuk penonton segala usia.

Alim Sudio menambahkan, “Kami sangat mengapresiasi keterlibatan Wuling. Ini membuktikan bahwa otomotif dan seni bisa berjalan beriringan. Kehadiran mobil listrik di atas panggung adalah sesuatu yang unik dan membanggakan.”

“Ini bukan cuma soal show, tapi bagaimana teknologi bisa jadi bagian dari cerita yang membentuk identitas budaya kita.” lengkapnya.

Antusiasme Tinggi, Bukti Budaya Tak Lekang oleh Zaman

Re-Run musikal ini muncul setelah kesuksesan besar tahun lalu di Galeri Indonesia Kaya. Pada Mei 2024, Lutung Kasarung pertama kali dipentaskan dan langsung viral di media sosial. Hashtag #LutungKasarungMusikal jadi trending dengan lebih dari 3.000 konten digital dan 20 juta viewers!

Tak heran kalau Re-Run kali ini ditargetkan mampu menyedot 2.100 penonton dalam tujuh kali pementasan selama empat hari.

Antusiasme masyarakat jadi bukti bahwa warisan budaya seperti Lutung Kasarung masih relevan dan dicintai.

Wuling dan Budaya: Lebih dari Sekadar Mobil

Kehadiran Wuling di panggung Lutung Kasarung bukan cuma ajang branding. Ini adalah bentuk nyata komitmen mereka terhadap keberlanjutan budaya dan mobilitas.

Apalagi di tengah era elektrifikasi kendaraan, partisipasi seperti ini memperlihatkan bahwa teknologi bisa memiliki sentuhan emosional dan makna sosial.

Air ev sendiri memang jadi simbol transformasi mobilitas ramah lingkungan. Dengan desain compact dan penggunaan baterai efisien, mobil ini cocok untuk mobilitas perkotaan tanpa emisi.

Sementara itu, Cloud EV hadir sebagai pilihan keluarga modern yang mendukung kenyamanan dan efisiensi, bahkan di balik layar panggung pertunjukan seni.

Sinergi Unik yang Patut Diapresiasi

Apa jadinya kalau mobil listrik tampil bareng tokoh legenda di atas panggung? Jawabannya ada di Re-Run musikal Lutung Kasarung ini.

Kolaborasi antara Wuling dan EKI Dance Company bukan hanya soal sponsorship, tapi bukti bahwa inovasi dan tradisi bisa berjalan beriringan. Saat budaya dipadukan dengan teknologi, hasilnya bukan cuma menghibur, tapi juga menginspirasi.

Wuling sekali lagi menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar produsen mobil, melainkan bagian dari gerakan transformasi – baik dalam dunia otomotif, maupun dalam melestarikan dan memperkaya budaya Indonesia. ****

Wuling Air ev Tampil di Panggung Musikal Lutung Kasarung

.

.

.

.

.

  • Penulis: dimas

Baca Juga

expand_less