VinFast Bawa Limo Green Dan VF Wild Jadi Bintang Baru yang Bikin Kompetitor Gelisah Di GJAW 2025
- account_circle dimas
- calendar_month Sen, 24 Nov 2025
- visibility 79

VinFast Bawa Limo Green Dan VF Wild Jadi Bintang Baru yang Bikin Kompetitor Gelisah Di GJAW 2025
VinFast Bawa Limo Green Dan VF Wild Jadi Bintang Baru yang Bikin Kompetitor Gelisah Di GJAW 2025
VinFast Pamer Dua Model Baru di GJAW 2025 – Limo Green dan VF Wild Debut Perdana di Indonesia
OTOExpo.com , Tangerang Selatan – Di tengah riuhnya panggung GAIKINDO Jakarta AutoShow (GJAW) 2025, ada satu area pameran yang tak pernah sepi: booth VinFast. Ada sesuatu yang berbeda di sana bukan sekadar mobil baru, melainkan pernyataan niat dari produsen EV asal Vietnam yang kini mulai serius mengukir jejak di Indonesia.
Tepat pada 21 November 2025, VinFast membuka tirai yang menampilkan dua model yang belum pernah menginjak tanah Indonesia sebelumnya: Limo Green, sebuah MPV listrik tiga baris yang siap masuk pasar tahun depan, dan VF Wild Concept, sebuah pickup masa depan yang memadukan seni, fungsi, dan keberanian dalam satu paket.
Keduanya bukan hanya mobil. Mereka adalah simbol strategi: agresif, percaya diri, dan tidak sekadar mengikuti arus elektrifikas tetapi berusaha menuntun arus itu.
Limo Green: MPV Tiga Baris yang Diam-Diam Bisa Jadi Ancaman Baru
Mengambil tema “Unlock Your Curiosity”, VinFast memperkenalkan Limo Green secara exclusive pre-launch preview. Model ini belum dijual, belum memiliki harga resmi, tetapi sorotannya terasa seperti debut besar.
Dengan dimensi:
-
Panjang: 4.730 mm
-
Lebar: 1.870 mm
-
Tinggi: 1.690 mm
-
Wheelbase: 2.840 mm
Limo Green berdiri sebagai MPV listrik yang memperhitungkan ruang sebagai nilai utama. Tiga barisnya luas, lantai baterai rata, dan kabinnya memberikan rasa lapang yang jarang ditemui pada EV di kisaran ukuran ini.
Keunggulan teknis paling mencolok ada pada baterai:
-
LFP Battery Technology
-
Jarak tempuh hingga 470 km per pengisian
LFP dikenal lebih stabil, lebih tahan lama, dan lebih aman sesuatu yang sangat dihargai konsumen keluarga. Di Vietnam, MPV ini terjual 6.500 unit hanya dalam 3 bulan, sebuah angka yang membuat banyak analis otomotif mulai memperhitungkan potensi dominasi segmen MPV listrik di Asia Tenggara.
“Limo Green bukan sekadar model baru, tetapi gambaran bagaimana keluarga masa kini bergerak tanpa emisi,” begitu komentar seorang pengunjung yang terlihat tak bisa menyembunyikan rasa penasaran.
VF Wild Concept: Pickup Futuristis yang Punya Sisi Barbar dan Elegan Sekaligus
Jika Limo Green adalah gambaran rasionalitas, maka VF Wild Concept adalah imajinasi yang mendapatkan wujud fisik.
Dimensi VF Wild tidak main-main:
-
Panjang: 5.324 mm
-
Lebar: 1.997 mm
Pickup ini menggunakan filosofi desain fleksibel. Tempat tidur bak belakang dapat diperpanjang otomatis berkat sistem pintu belakang dan kursi baris kedua yang dapat terlipat menyatu.
Konsep ini yang pertama kali diperkenalkan di CES 2024 menawarkan kesan bahwa VinFast sedang menantang pemain besar pickup global. Ada panoramic glass roof, digital mirror, dan lekukan bodi yang terlihat seperti campuran cyberpunk dan artistik.
“Ini bukan mobil konsep biasa. Ini pernyataan bahwa mereka sedang bersiap masuk ke segmen pickup dengan cara yang berbeda,” ucap seorang teknisi otomotif yang menyempatkan diri memeriksa panel-panelnya dari dekat.
Dari Mini-SUV Sampai C-SUV Siap Tempur
Selain dua model debut tersebut, VinFast membawa seluruh jajarannya:
-
VF 3 – mini SUV listrik
-
VF 5 – A-SUV
-
VF 6 – B-SUV
-
VF e34 – komuter listrik yang makin matang
-
VF 7 – SUV C-Segment dengan gaya avant-garde
Dengan lineup seluas ini, VinFast menargetkan penguasaan pasar dari entry-level hingga mid-premium.
Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, menyampaikan:
“Misi VinFast bukan hanya menjual mobil listrik. Ini tentang membangun dialog dengan pasar. Setiap masukan soal desain, posisi harga, hingga pengalaman pengguna akan menjadi fondasi kami.”
Pernyataan ini terasa jujur VinFast memang sedang membangun identitas. Mereka tidak menempatkan diri sebagai produsen besar yang menggurui, tetapi sebagai pemain baru yang mau mendengar.
Subang Assembly Plant: Langkah Strategis yang Tidak Main-Main
Dalam waktu hanya lebih dari satu tahun beroperasi di Indonesia, VinFast bergerak cepat. Pabrik perakitan mereka di Subang sedang bersiap beroperasi sebuah langkah penting untuk:
-
menurunkan harga model EV,
-
mempercepat distribusi,
-
memperkuat layanan purna jual,
-
dan memenuhi permintaan domestik yang terus naik.
Langkah ini menunjukkan bahwa VinFast melihat Indonesia bukan sebagai pasar singgah, melainkan sebagai rumah kedua.
Dari Subsidi Baterai hingga Jaminan Nilai Jual
VinFast tidak hanya membawa mobil, tapi membawa ekosistem yang lengkap:
-
Battery subscription
-
Aftersales kuat
-
Program jaminan nilai jual kembali
-
Kerja sama bank & institusi keuangan
-
Skema kepemilikan fleksibel
Pendekatan ini memberikan “payung perlindungan” bagi mereka yang masih ragu beralih ke EV.

VinFast Bawa Limo Green Dan VF Wild Jadi Bintang Baru yang Bikin Kompetitor Gelisah Di GJAW 2025
Keberanian yang Layak Diapresiasi
Jika dilihat secara jernih, strategi VinFast mengandung dua sisi:
Kelebihan:
-
Model beragam dan langsung menyasar segmen populer Indonesia
-
Fokus pada baterai LFP yang aman dan tahan lama
-
Desain futuristis (VF Wild) yang memiliki daya tarik global
-
Keberanian mendirikan pabrik lokal menunjukkan komitmen jangka panjang
Tantangan:
-
Brand awareness masih harus dibangun
-
Persaingan EV di Indonesia makin padat
-
Harga final Limo Green masih tanda tanya, dan akan menentukan nasibnya
-
Layanan purna jual perlu konsistensi untuk bersaing dengan pemain Jepang
Namun satu hal yang pasti: VinFast datang tidak untuk mencicipi pasar, tetapi untuk mencengkeramnya. Melalui Limo Green dan VF Wild, VinFast tidak hanya membuat debut, tetapi memperlihatkan visi masa depan mereka di Indonesia. Ini tentang keberanian mencetak babak baru, bukan menempel di belakang kompetitor.
Mereka membawa mobil listrik, tetapi juga membawa pesan:
“Setiap langkah kami bukan hanya untuk VinFast, tapi untuk pergerakan masyarakat ke arah mobilitas masa depan.”
GJAW 2025 menjadi panggung awal; tahun-tahun berikutnya akan menjadi bukti apakah strategi ini dapat mengubah peta otomotif Indonesia.****
- Penulis: dimas
- Editor: Dimas Lombardi

