TransTRACK Ekspansi ke Singapura, Gandeng TradeEZ dan Targetkan Pasar Global
- account_circle Pandito
- calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
- visibility 181
- comment 0 komentar
- print Cetak

TransTRACK Ekspansi ke Singapura, Gandeng TradeEZ dan Targetkan Pasar Global
OTOExpo.com ,Singapura – TransTRACK, startup teknologi asal Indonesia yang dikenal dengan solusi canggih untuk manajemen armada dan rantai pasok, baru saja bikin gebrakan besar.
Mereka resmi membuka kantor baru di Singapura, yang juga jadi tonggak penting buat perjalanan mereka menembus pasar global.
Seremoni pembukaan ini makin spesial karena dihadiri langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Bapak Suryopratomo.
Tapi tunggu dulu, nggak cuma sekadar potong pita, acara ini juga jadi momen penting karena TransTRACK menandatangani MoU dengan perusahaan Singapura bernama TradeEZ Pte Ltd.
Kerja sama ini bakal memperluas jangkauan teknologi TransTRACK ke lebih banyak industri, khususnya di bidang logistik yang lagi bertumbuh pesat di Asia Tenggara.
Kenapa Singapura?
Singapura bisa dibilang pintu gerbang strategis untuk ekspansi global. Negara ini punya ekosistem teknologi yang ketat dan maju, jadi kalau bisa ‘lulus uji’ di sini, artinya siap untuk go internasional.
TransTRACK sendiri udah kantongi izin lengkap dari IMDA (Infocomm Media Development Authority), yang memperkuat kredibilitas mereka sebagai pemain teknologi di level regional.
Menurut data dari IMARC Group, pasar logistik di Singapura diprediksi melonjak dari USD 70,8 miliar di tahun 2024 jadi USD 118,1 miliar pada 2033. Ini jelas peluang besar, apalagi sektor e-commerce dan digitalisasi supply chain lagi naik daun.

Apa Sih yang Ditawarkan TransTRACK?
TransTRACK bukan cuma jualan GPS tracker biasa. Mereka bawa solusi komplet berbasis teknologi dan AI untuk mengatur operasional armada.
Mulai dari Vehicle Maintenance System (VMS), Transport Management System (TMS), MyTask, sampai Halal Logistics System. Semua dirancang buat bantu perusahaan jadi lebih efisien, hemat biaya, dan tentu saja lebih ramah lingkungan.
Kemitraan dengan TradeEZ akan memperluas adopsi platform ini ke berbagai sektor industri di Singapura dan negara-negara tetangga.
Dukungan dari Duta Besar Indonesia
Yang bikin momen ini makin hangat adalah dukungan dari Bapak Suryopratomo, Dubes RI untuk Singapura. Beliau bilang sangat bangga melihat anak-anak Indonesia bisa bersaing di industri teknologi global.
Bukan cuma soal bisnis, tapi juga jadi bukti bahwa Indonesia punya talenta hebat di bidang inovasi digital.
“Saya hadir di sini tadi merasakan kebanggaan itu bahwa anak-anak Indonesia itu diapresiasikan dengan kemampuan dalam pengembangan teknologi dan inovasi,” ungkap beliau.
Dari Startup Lokal ke Pemain Regional
Enam tahun lalu, TransTRACK cuma startup kecil di Indonesia. Tapi hari ini, mereka udah punya tim lebih dari 300 orang, 18 hak kekayaan intelektual, 3 sertifikasi ISO, dan lebih dari 1.400 pelanggan aktif.
Mereka beroperasi di Indonesia, Malaysia, Australia, Singapura, dan sebentar lagi bakal masuk ke Timur Tengah, khususnya Arab Saudi.
Anggia Meisesari, CEO sekaligus Founder TransTRACK, menjelaskan kalau tujuan mereka sejak awal adalah mengubah cara dunia bergerak.
“Kami bukan hanya membangun perusahaan, tapi juga membangun movement yang didorong oleh data, dipercaya oleh pemerintah dan berbagai industri,” ujarnya.
Experience Center di Singapura
Nggak cuma buka kantor, TransTRACK juga meluncurkan Experience Center di lokasi yang sama. Tempat ini bakal jadi ‘etalase’ semua teknologi mereka jadi kalau kamu penasaran gimana sistem TransTRACK bekerja secara real time, bisa langsung datang dan lihat sendiri.
Aris Pujud Kurniawan, Co-founder sekaligus CTO TransTRACK, bilang kalau ini adalah langkah penting untuk membangun kepercayaan dan menunjukkan keunggulan teknologi mereka secara langsung kepada mitra dan calon klien.
“Dari Jakarta sampai Singapura, perjalanan ini adalah hasil kerja keras dan kepercayaan yang luar biasa dari klien kami,” ucap Aris.
Dukungan dari Investor
Carol Cheung dari Cocoon Capital salah satu investor awal TransTRACK juga hadir dalam acara ini. Ia mengaku terkesan dengan visi Anggia sejak pertama kali bertemu.
“Dia sangat memahami tantangan di industri logistik karena pernah terjun langsung di lapangan. Itu yang bikin kami percaya dan akhirnya investasi,” kata Carol.
Carol menambahkan, pembukaan kantor di Singapura ini adalah langkah berani yang mencerminkan ambisi besar TransTRACK di kancah regional. Apalagi pasar fleet operation dan logistik diprediksi tumbuh hingga USD 8 triliun pada 2033.
Apa Selanjutnya?
TransTRACK jelas belum selesai. Dengan basis di Singapura, mereka sekarang berada di posisi strategis untuk mengembangkan jangkauan ke negara-negara tetangga dan bahkan Timur Tengah.
Fokus mereka tetap sama: mendorong mobilitas yang cerdas, aman, dan berkelanjutan lewat teknologi.
Langkah ini juga semakin memperkuat posisi Singapura sebagai pusat logistik dan inovasi teknologi di Asia Tenggara. Dan yang paling keren? Ini semua dimulai dari Indonesia.
Kalau kamu pelaku industri logistik, atau sedang cari solusi digital buat operasional armada, mungkin sudah waktunya kenalan lebih dekat sama TransTRACK.
Karena masa depan transportasi bukan lagi soal kecepatan semata, tapi juga efisiensi, keberlanjutan, dan teknologi yang cerdas. ****
.
.
.
.
.
- Penulis: Pandito
