Toyota Pamerkan Strategi Multi Pathway di Japan Mobility Show 2025
- account_circle Selviyani Mimie
- calendar_month Kam, 30 Okt 2025
- visibility 144

Japan Mobility Show 2025: Showcase dari Multi Pathway Approach Toyota dalam Mewujudkan Misi Mobility for All dan Carbon Neutrality, Selaras Strategi Toyota di Indonesia
Toyota Pamerkan Strategi Multi Pathway di Japan Mobility Show 2025
Japan Mobility Show 2025: Showcase dari Multi Pathway Approach Toyota dalam Mewujudkan Misi Mobility for All dan Carbon Neutrality, Selaras Strategi Toyota di Indonesia
OTOExpo.com , Japan – Tokyo Big Sight kembali menjadi sorotan dunia otomotif dengan berlangsungnya Japan Mobility Show (JMS) 2025, 29 Oktober hingga 9 November 2025.
Di tengah gemerlapnya mobil konsep futuristis dan teknologi ramah lingkungan, Toyota Motor Corporation tampil bukan hanya sebagai produsen mobil tapi sebagai perusahaan mobilitas (mobility company) yang membawa misi besar: Mobility for All dan Carbon Neutrality.
Dengan tagline “TO YOU. TOYOTA”, booth Toyota menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi.
Di sinilah Toyota memamerkan filosofi baru mereka: Multi Pathway Approach (MPA) sebuah strategi lintas jalur teknologi untuk mencapai mobilitas rendah emisi tanpa memaksa semua orang berada di jalur yang sama.
“Japan Mobility Show kali ini bukan sekadar ajang pamer teknologi, tapi showcase dari komitmen Toyota untuk mendengarkan pelanggan dan menyediakan solusi mobilitas yang sesuai kebutuhan tiap wilayah,” ujar Hiroyuki Ueda, President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM).
Multi Pathway Approach
Secara sederhana, Multi Pathway Approach (MPA) adalah strategi Toyota dalam menghadirkan beragam pilihan teknologi kendaraan ramah lingkungan dari Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), hingga Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) berbasis hidrogen.
Toyota percaya bahwa transisi menuju carbon neutrality tidak bisa diseragamkan. Setiap negara punya tantangan berbeda dari kondisi ekonomi, ketersediaan energi, sampai infrastruktur.
Karena itu, alih-alih hanya mendorong kendaraan listrik murni, Toyota membuka semua jalur menuju emisi nol dengan prinsip “No One Left Behind”.
“Keberagaman dapur pacu dan sumber energi memberi masyarakat kebebasan memilih solusi mobilitas rendah emisi sesuai gaya hidup dan kemampuan mereka,” jelas Henry Tanoto, Vice President Director TAM.
Teknologi Masa Depan
Berada di South Hall 1–2, area pamer Toyota menampilkan empat brand utama: Toyota, Lexus, Century, dan Daihatsu.
Setiap merek punya peran unik Toyota dengan mobilitas universalnya, Lexus dengan kemewahan berkarakter, Century yang naik kelas menjadi ultra-luxury brand, dan Daihatsu yang tetap fokus pada mobil kompak efisien.
Salah satu bintang utama adalah Land Cruiser FJ, SUV yang akan diluncurkan pertengahan 2026. Model ini membawa filosofi Freedom & Joy menghadirkan kembali semangat petualangan Land Cruiser dalam format modern, dengan performa tangguh tapi tetap efisien dan ramah lingkungan.
Century dan Lexus
Toyota juga resmi memisahkan “Century” menjadi brand tersendiri di segmen ultra-luxury, bahkan berada di atas Lexus. Dengan tagline “Top of the Top, One of One”, brand ini menjadi simbol personalisasi dan eksklusivitas tertinggi.
Sementara Lexus hadir dengan semangat “Discover, Imitate no one” lewat debut LS Concept, kendaraan roda enam yang mengubah makna LS dari Luxury Sedan menjadi Luxury Space.
Konsep ini menggambarkan ruang bergerak masa depan perpaduan desain avant-garde, interior futuristik, dan sistem penggerak nol emisi.
Multi Pathway di Indonesia
Toyota Indonesia sudah lama mempraktikkan MPA bahkan jauh sebelum istilah itu populer. Dimulai dari kehadiran Prius Hybrid (2009), Toyota terus memperluas lini kendaraan elektrifikasi (xEV).
Kini, Kijang Innova Zenix HEV menjadi tulang punggung penjualan hybrid nasional dengan kontribusi sekitar 47% dari total penjualan Hybrid EV Indonesia di 2024.
Peningkatan signifikan juga terjadi di pangsa pasar xEV Toyota, dari 8,7% pada 2023 menjadi 14,7% di 2024.
Angka ini membuktikan bahwa strategi “Best in Town” Toyota menghadirkan produk sesuai kebutuhan dan kondisi pasar lokal benar-benar efektif.
“Kijang Zenix adalah bukti nyata bahwa elektrifikasi tak harus mahal. Kami menggabungkan teknologi global dengan manufaktur lokal untuk menghadirkan kendaraan relevan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Ueda.
Toyota Wujudkan Strategi
MPA Toyota dijalankan lewat tiga prinsip utama:
-
Best in Town – adaptif terhadap kebutuhan dan sumber energi tiap wilayah.
-
Customer Comes First – semua inovasi berangkat dari kebutuhan pelanggan.
-
Start by Doing – dimulai dengan aksi nyata, bukan sekadar janji.
Contoh konkret dari prinsip Start by Doing bisa dilihat dari uji coba bioethanol E10 yang dilakukan Toyota bersama Pertamina Patra Niaga dan Serasi Autoraya (SERA).
Uji coba ini bertujuan menilai pengurangan emisi CO₂, efisiensi biaya operasional, hingga dampaknya terhadap performa mesin.
Toyota juga membangun Hydrogen Refueling Station (HRS) di Karawang stasiun pengisian hidrogen mandiri pertama Toyota di Asia Tenggara. Proyek ini akan diperluas menjadi enam lokasi di Indonesia, bekerja sama dengan PLN dan Pertamina untuk memperkenalkan pemanfaatan hidrogen dalam kehidupan sehari-hari.
Strategi Multi Pathway
Langkah Toyota untuk tidak “memaksa” semua pasar beralih ke BEV murni memang realistis, apalagi untuk negara berkembang seperti Indonesia yang masih terbatas infrastruktur listriknya.
Namun, sebagian pengamat menilai pendekatan ini juga bisa memperlambat adopsi kendaraan listrik penuh. Toyota harus memastikan strategi ini bukan sekadar diversifikasi teknologi, tetapi juga dorongan nyata menuju emisi nol dengan roadmap yang terukur dan transparan.

Japan Mobility Show 2025: Showcase dari Multi Pathway Approach Toyota dalam Mewujudkan Misi Mobility for All dan Carbon Neutrality, Selaras Strategi Toyota di Indonesia
Meski demikian, keberhasilan penjualan hybrid di Indonesia dan upaya riset energi terbarukan menunjukkan bahwa Toyota memang tidak diam di tempat. Alih-alih bicara masa depan, mereka sudah mulai membangunnya langkah demi langkah.
Harga produk-produk elektrifikasi Toyota di Indonesia kini makin terjangkau.
Sebagai gambaran, Kijang Innova Zenix HEV dibanderol mulai Rp 470 juta – Rp 625 juta, tergantung varian. Sementara model hybrid lainnya seperti Yaris Cross HEV dan Corolla Cross Hybrid juga menjadi alternatif populer di segmen SUV menengah.
Di masa depan, Toyota akan memperluas line-up dengan BEV dan FCEV yang sudah disiapkan di roadmap Beyond Zero mereka.
“Kami tak hanya menjual mobil, tapi membangun masa depan mobilitas yang lebih bersih dan inklusif bagi semua,” tutup Henry Tanoto dengan optimisme.
Japan Mobility Show 2025 menjadi bukti bahwa Toyota tidak lagi sekadar pembuat mobil, melainkan arsitek masa depan mobilitas dunia.
Melalui pendekatan Multi Pathway, Toyota membuktikan bahwa transisi menuju carbon neutrality tidak harus seragam tapi bisa dimulai dari langkah-langkah kecil, lokal, dan berkelanjutan.
Dan seperti filosofi mereka: Mobility for All perjalanan menuju masa depan hijau bukan hanya untuk sebagian orang, tapi untuk semua.****
- Penulis: Selviyani Mimie
- Editor: RM.Dimas Wirawan
