Bagi siswa kelas XII yang tengah menjalani masa magang atau mendekati kelulusan, program ini membuka pintu lebih cepat. Proses seleksi berupa wawancara dan psikotes dilakukan sejak dini, memberi peluang nyata untuk mengantongi kepastian bekerja bahkan sebelum ijazah resmi diterima. Di sini, dunia pendidikan dan dunia kerja tidak lagi berjalan paralel, melainkan saling menyatu.
Sebagai grup usaha dengan ekosistem bisnis yang luas—mulai dari otomotif, logistik, hingga layanan berbasis teknologi—WAG memandang SDM digital sebagai tulang punggung masa depan. Kebutuhan akan talenta IT yang adaptif, cepat belajar, dan relevan dengan kebutuhan industri tidak bisa lagi menunggu proses konvensional.

Wahana Artha Group Perkuat Talent IT lewat Kolaborasi SMK Telkom Malang
Kolaborasi dengan SMK Telkom Malang menjadi jawaban. Sekolah kejuruan yang dikenal kuat di bidang teknologi ini dinilai memiliki keselarasan kurikulum dengan kebutuhan industri digital yang dinamis. Bagi WAG, langkah ini bukan sekadar rekrutmen, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem talenta.
Pendekatan ini juga memberi nilai tambah bagi siswa. Mereka tidak hanya dinilai dari aspek akademis, tetapi juga kesiapan mental, pola pikir profesional, serta kemampuan beradaptasi dengan ritme kerja industri sejak awal.
Komitmen WAG tidak berhenti pada proses seleksi. Sebagai bentuk penguatan implementasi program, perusahaan meresmikan Ruang Kerja Wahana yang berlokasi langsung di lingkungan SMK Telkom Malang. Ruang ini disewa secara resmi oleh WAG dan difungsikan sebagai basis operasional bagi talenta yang telah lolos proses rekrutmen.
Konsepnya sederhana namun strategis: menghadirkan suasana kerja profesional di dalam lingkungan pendidikan. Dengan demikian, talenta WAG dapat langsung beradaptasi dengan pola kerja industri, budaya kolaborasi, serta standar kinerja yang diterapkan perusahaan—tanpa harus menunggu transisi panjang setelah lulus.
Ruang kerja ini menjadi semacam jembatan fisik antara sekolah dan dunia kerja. Di satu sisi, siswa tetap berada dalam ekosistem pendidikan. Di sisi lain, mereka sudah berinteraksi dengan target, tenggat waktu, dan ekspektasi profesional yang nyata.
Peresmian Ruang Kerja Wahana juga ditandai dengan penandatanganan perjanjian sewa ruang antara WAG dan SMK Telkom Malang. Langkah administratif ini justru memiliki makna strategis: kolaborasi tidak berhenti pada seremoni, tetapi dilembagakan secara operasional.
Kesepakatan ini menjadi simbol komitmen kedua pihak dalam membangun program talent pool yang berkelanjutan. Bagi sekolah, kerja sama ini memperkuat relevansi lulusan dengan kebutuhan industri. Bagi WAG, ini memastikan pasokan talenta yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan bisnis perusahaan.
Di tengah tantangan industri yang kian kompleks, WAG memilih untuk tidak sekadar bereaksi terhadap perubahan, melainkan mengantisipasinya. Dengan menanamkan nilai profesional sejak bangku sekolah, perusahaan berharap dapat membentuk talenta yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga matang secara karakter.

Langkah ini mencerminkan perubahan paradigma: pendidikan bukan lagi fase terpisah sebelum bekerja, melainkan bagian dari proses kerja itu sendiri. Dan bagi siswa SMK Telkom Malang, masa depan tidak lagi terasa abstrak ia hadir lebih dekat, lebih jelas, dan lebih terarah.
Di saat banyak perusahaan masih mencari talenta siap pakai, Wahana Artha Group memilih jalan yang lebih tajam: membentuknya sejak dini. Sebuah strategi yang senyap, namun berpotensi menentukan lanskap SDM digital Indonesia ke depan.****
