Suzuki e Vitara Resmi Meluncur di IIMS 2026, Harga Rp 700 Jutaan Tapi Speknya Nggak Main-Main!
- account_circle dimas
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- visibility 105
- print Cetak

Suzuki e Vitara Resmi Meluncur di IIMS 2026, Harga Rp755 Juta dan Baterai 61 kWh
Suzuki e Vitara Resmi Meluncur di IIMS 2026, Harga Rp755 Juta dan Baterai 61 kWh
Suzuki resmi meluncurkan e Vitara di IIMS 2026 sebagai BEV global pertamanya. Dibekali baterai LFP 61 kWh, tenaga 128 kW, eAxle, Suzuki Safety Support, 7 airbags, hingga garansi baterai 8 tahun.
OTOExpo.com , Jakarta – Langit Jakarta masih terasa berat oleh polusi dan ritme kota yang tak pernah benar-benar tidur. Tapi di dalam Hall pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, suasananya berbeda: lebih terang, lebih modern, dan penuh aroma masa depan.
Di tengah hiruk-pikuk booth yang saling berlomba memamerkan inovasi, Suzuki akhirnya menutup penantian panjang. Setelah sempat diperkenalkan di GIIAS 2025, kini PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi meluncurkan Suzuki e Vitara di IIMS 2026.
Dan ini bukan sekadar mobil baru. Ini adalah langkah pertama Suzuki masuk ke era Battery Electric Vehicle (BEV) dengan status model global.
Peluncuran Suzuki e Vitara menjadi momen penting karena menandai debut BEV pertama Suzuki di Indonesia. Bukan versi eksperimen, bukan konsep pajangan. Ini adalah produk serius yang siap dipasarkan dan dikirim ke konsumen.
President Director PT Suzuki Indomobil Sales & PT Suzuki Indomobil Motor, Minoru Amano, menegaskan bahwa e Vitara menjadi bagian dari strategi Suzuki yang lebih luas.
“Peluncuran e VITARA menandai babak baru Suzuki di Indonesia. Kehadirannya sebagai BEV melengkapi strategi multi-pathway dari Suzuki,” ujar Minoru Amano.
Kalimat “multi-pathway” sendiri cukup menarik. Suzuki seperti ingin menegaskan bahwa mereka tidak hanya bertaruh pada listrik murni, tetapi tetap membuka jalur teknologi lain. Namun e Vitara menjadi bukti bahwa Suzuki juga siap bermain di medan yang sama dengan para pemain EV lain.
Masuk ke bagian yang paling ditunggu: spesifikasi.
Suzuki e Vitara ditenagai baterai Lithium Iron-Phosphate (LFP) dengan kapasitas 61 kWh. Pilihan LFP cukup masuk akal, karena jenis baterai ini dikenal lebih stabil secara termal dan punya daya tahan siklus pengisian yang baik—faktor penting untuk iklim tropis dan penggunaan harian di kota besar.
Dari baterai tersebut, e Vitara menghasilkan tenaga 128 kW. Jika dikonversi kasar, outputnya berada di sekitar 171 hp, cukup ideal untuk sebuah crossover modern.
Yang menarik, Suzuki juga mengandalkan sistem penggerak eAxle yang menyalurkan tenaga ke roda depan. Dengan sistem ini, akselerasi bisa terasa lebih halus, lebih responsif, dan minim kehilangan tenaga karena semuanya terintegrasi dalam satu unit penggerak.

Suzuki e Vitara Resmi Meluncur di IIMS 2026, Harga Rp755 Juta dan Baterai 61 kWh
Suzuki seolah ingin menunjukkan bahwa mobil listrik pertamanya bukan sekadar “ikut tren”, tapi sudah dibangun dengan pendekatan teknis yang rapi.
Di sektor keselamatan, Suzuki tidak menahan diri. e Vitara dibekali sistem Suzuki Safety Support, serta 7 airbags sebagai standar.
Untuk sebuah crossover listrik di rentang harga Rp700 jutaan, kombinasi ini penting karena menunjukkan bahwa Suzuki memposisikan e Vitara bukan sebagai EV murah, tapi sebagai produk global yang tetap membawa standar keamanan tinggi.
Bukan hanya itu, ada juga fitur yang terdengar cukup serius: Active Cornering Control.
Fitur ini bekerja sebagai sistem antisipasi ketika kendaraan menikung, terutama di kondisi jalan licin, agar potensi ban tergelincir bisa dicegah sebelum terlambat. Di negara dengan musim hujan panjang seperti Indonesia, teknologi seperti ini bukan pajangan melainkan kebutuhan.
Nah, bagian yang bikin banyak orang langsung berhenti scroll: harganya.
Suzuki menetapkan harga e Vitara sebagai berikut:
-
Rp 755 juta untuk warna single tone
-
Rp 758 juta untuk warna two tone
Seluruhnya berstatus on the road Jakarta.
Harga ini membuat e Vitara masuk ke segmen EV premium menengah. Ia bukan EV entry-level, tapi juga belum menyentuh kelas SUV listrik mewah.
Dengan kata lain: e Vitara bermain di wilayah yang cukup kompetitif.
Suzuki juga memastikan bahwa e Vitara tidak akan sekadar dipajang di pameran. Distribusi unit disebut akan dimulai pada Februari 2026, yang artinya konsumen tidak perlu menunggu terlalu lama.
Untuk urusan purna jual, Suzuki menawarkan paket aftersales yang cukup meyakinkan:
-
Gratis suku cadang dan jasa perawatan berkala hingga 50.000 km / 30 bulan
-
Garansi baterai lithium 8 tahun / 160.000 km
-
Garansi ESU (Electric Supply Unit) dan kendaraan 5 tahun / 100.000 km
Bagi calon pengguna EV, garansi baterai adalah salah satu faktor paling menentukan. Dan angka 8 tahun/160 ribu km ini sudah sejalan dengan standar global mobil listrik modern.
Suzuki e Vitara hadir seperti angin baru: tidak heboh, tidak berisik, tapi membawa pesan jelas bahwa Suzuki akhirnya membuka pintu ke era listrik dengan cara yang serius.
Dengan baterai LFP 61 kWh, tenaga 128 kW, eAxle, fitur keselamatan lengkap termasuk 7 airbags, serta paket garansi yang cukup panjang, e Vitara tampaknya disiapkan sebagai mobil listrik yang bukan hanya “ramah lingkungan”, tetapi juga nyaman dan aman untuk dipakai jangka panjang.
Harganya memang berada di kisaran Rp700 jutaan. Namun di balik angka itu, ada satu hal yang Suzuki tawarkan: rasa percaya diri bahwa mereka siap masuk ke masa depan—tanpa meninggalkan karakter rasional yang selama ini melekat pada brand tersebut.****
- Penulis: dimas
- Editor: RM.Dimas Wirawan
