Berita
light_mode
Beranda » Business » Suntikan Rp2,3 Triliun untuk Transportasi Wales

Suntikan Rp2,3 Triliun untuk Transportasi Wales

  • account_circle Pandito
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pemerintah Wales kucurkan dana besar untuk transportasi terintegrasi. Di balik ambisi hijau, muncul pertanyaan soal efektivitas dan arah kebijakan

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Langkah Welsh Government menggelontorkan dana 115,9 juta poundsterling untuk sektor transportasi terlihat ambisius di atas kertas. Namun ketika dibedah lebih dalam, strategi ini memunculkan pertanyaan klasik: apakah ini transformasi nyata atau sekadar perbaikan bertahap yang dibungkus narasi besar?

Melalui skema Regional Transport Fund 2026–2027, dana dialokasikan ke berbagai proyek yang tersebar di otoritas lokal. Fokusnya mencakup pengembangan jalan ramah pejalan kaki dan pesepeda, peningkatan kualitas jalan, akses transportasi publik, hingga infrastruktur kendaraan listrik.

Secara teknis, porsi terbesar—sekitar 58,5 juta poundsterling—dialihkan ke pembangunan jalur “aktif” seperti walking, wheeling, dan cycling. Ini sejalan dengan tren Eropa yang mendorong mobilitas rendah emisi. Namun di sisi lain, hanya sekitar 20,9 juta poundsterling yang benar-benar difokuskan pada peningkatan akses transportasi publik.

Di titik ini, muncul ketimpangan prioritas.

Transportasi publik seharusnya menjadi tulang punggung mobilitas massal, tetapi alokasi anggaran justru lebih condong ke mobilitas individu non-motor. Dalam konteks wilayah seperti Wales yang memiliki sebaran populasi tidak merata, pendekatan ini berpotensi tidak efektif jika tidak diimbangi sistem angkutan umum yang kuat dan terintegrasi.

Proyek-proyek seperti pengembangan interchange di Haverfordwest atau peningkatan konektivitas di Caerphilly memang menjanjikan integrasi multimoda. Namun implementasi di lapangan sering kali menghadapi tantangan klasik: koordinasi antar wilayah, sinkronisasi jadwal, hingga adopsi pengguna.

“Investasi ini bertujuan membangun sistem transportasi yang lebih modern dan terintegrasi,” ujar Ken Skates.

Pernyataan tersebut mencerminkan arah kebijakan yang progresif. Tetapi realitasnya, membangun sistem terintegrasi bukan hanya soal infrastruktur fisik, melainkan juga orkestrasi layanan, digitalisasi tiket, dan konsistensi operasional lintas moda.

Dari sisi teknis jalan raya, sekitar 24,1 juta poundsterling dialokasikan untuk perbaikan kondisi jalan. Ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap kendaraan pribadi masih menjadi faktor dominan. Artinya, visi transportasi berkelanjutan masih berjalan berdampingan—bahkan bertabrakan—dengan kebutuhan praktis masyarakat.

Suntikan Rp2,3 Triliun untuk Transportasi Wales

Suntikan Rp2,3 Triliun untuk Transportasi Wales

Menariknya, hanya 3,9 juta poundsterling yang dialokasikan untuk infrastruktur pengisian kendaraan listrik. Angka ini relatif kecil jika dibandingkan dengan target dekarbonisasi transportasi di Inggris secara keseluruhan. Hal ini mengindikasikan bahwa transisi ke kendaraan listrik belum menjadi prioritas utama dalam skema ini.

Dari perspektif industri, pendekatan Wales mencerminkan dilema banyak negara: antara mendorong mobilitas hijau dan menjaga aksesibilitas yang realistis bagi masyarakat luas. Tanpa eksekusi yang presisi, investasi besar seperti ini berisiko terfragmentasi—terlihat aktif di banyak titik, tetapi minim dampak sistemik.

Kesimpulannya, suntikan dana ini memang membawa potensi perbaikan di berbagai lini transportasi Wales. Namun secara strategis, langkah ini masih terasa seperti pendekatan evolusioner, bukan revolusioner.

Di tengah tuntutan mobilitas modern yang semakin kompleks, Wales kini dihadapkan pada tantangan besar: memastikan bahwa setiap pound yang dibelanjakan benar-benar mengarah pada sistem transportasi yang lebih efisien, bukan sekadar lebih “ramah lingkungan” di atas kertas.***

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Baca Juga

expand_less