Strategi VinFast Bangun Kepercayaan Konsumen Indonesia di Tengah Booming Kendaraan Listrik
- account_circle dimas
- calendar_month Sen, 22 Sep 2025
- visibility 118

Strategi VinFast Bangun Kepercayaan Konsumen Indonesia di Tengah Booming Kendaraan Listrik
OTOExpo.com , Jakarta – Di Tengah Booming EV, VinFast Melangkah dengan Cara Berbeda
Pasar kendaraan listrik di Indonesia kini seperti lautan magnet yang menarik perhatian raksasa otomotif dunia.
Semua berlomba, semua berebut pangsa. Namun VinFast merek otomotif asal Vietnam yang melesat cepat memilih arah unik.
Bagi mereka, menjual mobil hanyalah pintu awal. Yang lebih penting adalah menjadi sahabat perjalanan, memahami kebutuhan pemilik, dan membangun kepercayaan dari hari pertama.
Kebijakan pemerintah yang mendorong 2 juta mobil listrik dan 13 juta roda dua listrik pada 2030 adalah peluang sekaligus tantangan.
Di balik euforia itu, terselip keresahan konsumen: bagaimana perawatan mobil listrik? Apakah ada bengkel resmi yang siap?
Seberapa mahal biaya servis dan ketersediaan suku cadangnya? Kekhawatiran inilah yang coba dijawab VinFast melalui strategi menyeluruh.
Mengatasi Kekhawatiran Konsumen EV
Hampir setiap survei soal kendaraan listrik menunjukkan kekhawatiran yang sama: layanan purna jual. Mesin yang lebih sederhana bukan berarti perawatan lebih mudah.
EV butuh teknisi terlatih, perangkat diagnostik khusus, dan baterai yang terjamin. Tanpa itu, pengalaman memiliki EV bisa berubah menjadi kekecewaan.
VinFast memahami bahwa kepercayaan konsumen lahir bukan hanya dari brosur atau spesifikasi, melainkan dari rasa aman.
Karena itu mereka menempatkan purna jual sebagai jantung strategi bisnisnya di Indonesia. Tahun ini saja, VinFast menargetkan pembangunan 500 bengkel resmi EV di seluruh Indonesia angka yang mencerminkan keseriusan mereka membangun ekosistem.
Garansi Panjang: Janji Kualitas
Program garansi VinFast menjadi salah satu yang paling dermawan di industri ini. Di pasar yang baru mengenal EV, garansi panjang adalah pernyataan percaya diri terhadap kualitas produk.
Lebih dari sekadar proteksi, ini adalah sinyal kepada pembeli bahwa VinFast berani “bertarung” demi kenyamanan mereka.
Bukan hanya garansi mesin atau sistem elektrik; baterai – komponen termahal di EV – juga masuk dalam proteksi.
Program ini mengikis kekhawatiran terbesar pembeli: biaya perbaikan baterai dan depresiasi nilai kendaraan. Dengan kata lain, VinFast menempatkan diri bukan sebagai penjual, melainkan penjaga investasi konsumen.
Menjaga Nilai Jual Kembali
VinFast mengambil langkah berani dengan menjanjikan nilai kendaraan bertahan hingga 73% setelah tiga tahun kepemilikan.
Di pasar yang masih skeptis, ini menjadi jaminan yang signifikan. Data internal mereka bahkan menunjukkan loyalitas pelanggan tinggi: pembelian kembali mencapai 93% di enam bulan pertama, lalu 89% setelah setahun, dan tetap kokoh di 70% setelah tiga tahun.
Angka ini melampaui rata-rata industri dan menjadi indikator nyata kepercayaan konsumen.
Bagi calon pembeli, janji semacam ini ibarat asuransi emosional. Mereka merasa lebih tenang menginvestasikan uang pada teknologi baru, karena risiko depresiasi sudah diantisipasi oleh brand.
Baterai Berlangganan: Model Baru yang Ramah Konsumen
Sejak 1 Agustus, VinFast memperkenalkan skema kepemilikan fleksibel: konsumen bisa membeli mobil dengan baterai sekaligus, atau tanpa baterai dengan paket berlangganan baterai tanpa batas jarak tempuh. Inilah inovasi yang membedakan VinFast dari kebanyakan pemain EV lain.
Melalui sistem berlangganan, biaya awal kepemilikan jadi lebih ringan. VinFast mengambil alih tanggung jawab penuh atas perawatan dan performa baterai.
Jika kapasitas turun di bawah 70%, perusahaan akan memperbaiki atau mengganti tanpa biaya tambahan. Ini setara “garansi seumur hidup” untuk baterai salah satu komponen paling krusial dan mahal pada EV.
Dukungan Infrastruktur: Pengisian Daya Gratis
Untuk melengkapi ekosistemnya, VinFast juga meluncurkan stasiun pengisian daya V-Green di berbagai titik di Indonesia.
Konsumen VinFast mendapat pengisian daya gratis, yang artinya mereka tidak hanya mendapat kendaraan yang ramah lingkungan, tetapi juga biaya operasional yang lebih hemat.
Dengan dukungan seperti ini, kepemilikan EV terasa lebih praktis, aman, dan ekonomis.
Kolaborasi dan Ekspansi: Pilar Pertumbuhan
VinFast tak bergerak sendirian. Mereka bermitra dengan jaringan dealer terpercaya untuk memastikan kebijakan purna jual berjalan konsisten di seluruh wilayah.
Dengan menggabungkan garansi panjang, baterai berlangganan, bengkel resmi, dan infrastruktur pengisian daya, VinFast menciptakan model kepemilikan EV “A-to-Z”.
Bagi konsumen Indonesia, ini berarti perjalanan tanpa keraguan dari pembelian hingga perawatan jangka panjang.

Mendefinisikan Ulang Kepemilikan EV
Strategi VinFast bukan hanya tentang menjual teknologi hijau. Lebih jauh, ini tentang mendefinisikan ulang arti memiliki mobil listrik.
Di pasar baru seperti Indonesia, edukasi konsumen menjadi kunci. Dengan menghapus hambatan terbesar – biaya perawatan, ketersediaan bengkel, depresiasi nilai, dan performa baterai VinFast memberi sinyal bahwa masa depan mobilitas bisa lebih sederhana, aman, dan menyenangkan.
Bagi pemerintah, langkah seperti ini juga mendukung target elektrifikasi nasional. Semakin banyak produsen mengikuti model yang mengutamakan purna jual, semakin cepat adopsi EV terjadi.
Kepercayaan adalah Mata Uang Baru
Di era transisi energi ini, teknologi hanyalah satu sisi mata uang. Sisi lainnya adalah kepercayaan. VinFast tampaknya mengerti bahwa memenangkan hati konsumen Indonesia bukan sekadar menjual spesifikasi, melainkan membangun ekosistem yang membuat mereka merasa diperhatikan dari awal hingga akhir.
Dengan 500 bengkel resmi, garansi panjang, baterai berlangganan, dan pengisian daya gratis, VinFast mengukir standar baru kepemilikan EV di Indonesia.
Jika strategi ini berhasil, bukan hanya penjualan yang melonjak, tetapi juga kepercayaan yang akan melekat lama di hati konsumen.***
.
.
- Penulis: dimas

