0 0
Waktu :64 Menit, 15 Detik

OTOExpo.com – Masih ingat nggak saat terakhir kali mengeluarkan sepeda motor dan mengendarainya untuk beberapa jam? Apakah kamu masih ingat perasaan yang bebas saat mengendarai sepeda motor – hanya ada kamu, sepeda motor dan perjalanan berliku?

Bagaimana dengan mengambil gambar yang akan mencegah momen-momen tersebut terlupakan? Seringkali kita berkendara hanya demi menikmati perjalanan. Tapi kemudian kita menyesal tidak mengabadikan momen-momen menakjubkan itu melalui lensa kita.

Gala Indiga

“Bagi saya, berkendara selalu merupakan kesempatan untuk mengabadikan momen-momen menakjubkan. Salah satu sepeda motor favorit saya untuk dikendarai adalah Royal Enfield Himalayan yang dapat dikendarai dengan mudah, baik untuk on- dan off-road, dan pada saat yang sama juga menjadi objek favorit untuk lensa saya karena detail klasik modernnya yang indah. Kelihatannya luar biasa – wide shot dan close up angle.”

Sepeda Motor Menurut Lensa Fotografer Profesional
Sepeda Motor Menurut Lensa Fotografer Profesional

Fotografer profesional yang aktif terlibat dalam fotografi industri ini juga memiliki passion di bidang fotografi outdoor, terutama saat mengendarai motor adventure miliknya, Royal Enfield Himalayan.

Gala mulai menekuni fotografi ketika SMA dan kemudian menjadi fotografer untuk beberapa majalah terkenal di Indonesia selama 6 tahun, dengan fokus pada fotografi gaya hidup, fesyen dan arsitektur.

Setelah lama berkecimpung di bidang gaya hidup, Gala kemudian mulai melebarkan hobi fotografinya ke fotografi otomotif.

Sepeda Motor Menurut Lensa Fotografer Profesional
Sepeda Motor Menurut Lensa Fotografer Profesional

“Awalnya hobi pada fotografi otomotif mulai saat touring dan camping, di mana saya suka membawa kamera saya untuk membuat konten yang menyenangkan. Perjalanan touring saya terbilang lambat karena saya suka berhenti untuk mengambil gambar yang menurut saya menarik dan menakjubkan. Selain itu, saya juga suka menerbangkan drone di tengah perjalanan, hanya untuk memotret pemandangan yang indah,” ujar Gala Indiga.

Menurut Gala, berpetualang naik sepeda motor sambil memotret selama perjalanan seperti membawa cinderamata konten visual. Selama pengalaman

Gala riding ke hampir seluruh wilayah Indonesia, Gala menemukan lokasi-lokasi yang memiliki cerita khusus dari masing-masing daerah.

Hal ini yang pada akhirnya membuat Gala membuat asosiasi sendiri bernama Motocamp.id, berisikan kumpulan cerita dan foto selama perjalanannya bersama teman-temannya.

  • Jika subjeknya adalah sepeda motor, maka yang dibutuhkan pada gambar tersebut adalah detailing yang dapat memperlihatkan bagian-bagian sepeda motor dengan lebih jelas. Kemudian ambil foto dengan angle close up, dari sisi kiri, kanan, atas, diagonal dan eye level.
  • Soal bercerita, yang perlu diambil adalah motor dengan suasana, bukan lagi detailing. Jadi, perlu adanya pengambilan gambar yang bercerita bagaimana mengenai kenyamanan sepeda motor yang digunakan dan di mana ketika digunakan, sehingga dapat memberikan pandangan yang holistik. Sebagai perbandingan, dalam sebuah gambar perlu ada 20% objek dan 80% pemandangan.
  • Untuk memotret, tidak perlu menunggu cuaca cerah, karena cuacanya apapun memiliki cerita dan visual tersendiri. Jadi, tidak perlu khawatir, lakukan saja!
  • Tips bagi kamu yang baru mulai mencoba fotografi adalah penting untuk mempelajari anatomi subjek. Jika itu sepeda motor, maka kamu perlu tahu angle terbaik. Untuk sepeda motor, setang harus lurus agar dimensinya tampak lebih panjang.

Juga sangat penting, menurut Gala, adalah “memahami subjek” sebelum kamu memotretnya. Jika ingin mengabadikan sepeda motor, cobalah mengenal sepeda motor itu terlebih dahulu, pahami sepeda motor dengan mengendarai dan menjelajahinya.

Ketahui detail sepeda motornya dan rasakan saat berkendara di berbagai medan. Dengan melakukan ini, gambarmu akan dapat mencerminkan kreativitasmu. Gambar memang berbicara seribu kata!

Grady Kayzel

Lalu ada Grady, seorang fotografer profesional yang sering bersepeda motor dengan Motorbaik. Grady memulai fotografi sejak SMA, sebuah keisengan yang menjadi pekerjaan tetapnya hingga sekarang.

Dia mulai fotografi ketika menjadi fotografer untuk sebuah band selama 6 tahun sejak tahun 2010. Pada tahun 2016, teman kuliah Grady mengajaknya riding, di mana Grady pun mulai mengenal Motorbaik.

Sepeda Motor Menurut Lensa Fotografer Profesional
Sepeda Motor Menurut Lensa Fotografer Profesional

“Selama pengalaman saya dengan Motorbaik, saya menemukan banyak pengalaman yang tak terlupakan. Sebagai fotografer Motorbaik, saya pernah naik sepeda motor ke NTT ketika untuk pertama kalinya saya menangis saat memotret anak kecil di sana. Membuat saya berpikir, ketika kita bisa mengendarai sepeda motor yang bagus untuk sampai ke suatu tujuan, anak ini perlu berjalan kaki kurang lebih sejauh 30 km hanya untuk pergi ke sekolah setiap hari. Selain itu, selama sebagai fotografer saya ke daerah-daerah yang jarang terekspos, saya menemukan banyak cerita dan juga alam Indonesia yang luar biasa untuk diabadikan dengan foto,” ujar Grady Kayzel.

Sepeda Motor Menurut Lensa Fotografer Profesional
Sepeda Motor Menurut Lensa Fotografer Profesional

Tidak hanya sebagai fotografer untuk Motorbaik, Grady juga sempat menekuni fotografi jalanan yang saat itu belum banyak dilakukan orang.

  • Tips fotografi menurut Grady adalah membutuhkan riset dan referensi yang banyak, serta banyak menonton video tutorial fotografi. Dengan banyak keterampilan yang digali, karakter setiap fotografer akan muncul dengan sendirinya. Itulah yang akan membedakan foto dari banyak fotografer di luar sana.
  • Untuk fotografi luar ruangan, kamu perlu mengulik kameramu untuk menemukan speed dan ISO yang tepat untuk setiap situasi. Bahkan di malam hari dengan cahaya redup, jika terus bermain dengan speed dan ISO, kita dapat menghasilkan gambar yang bagus.
  • Selain itu, menurut Grady, tidak perlu menggunakan kamera yang mahal dan canggih, dengan kamera standar saja sudah cukup. Yang penting ada kemauan untuk terus mencari referensi, berbagi pengalaman dengan teman, belajar dan banyak bertanya yang akan menghasilkan karakter fotografi tersendiri yang tidak dimiliki orang lain.
  • Kemudian untuk perawatan kamera, jika kamu sering mengambil foto outdoor seperti riding, maka kamera harus sering diservis untuk membersihkannya dari debu selama perjalanan.
Sepeda Motor Menurut Lensa Fotografer Profesional
Sepeda Motor Menurut Lensa Fotografer Profesional

………. lanjut halaman 2


Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Laman: 1 2

Komen