Royal Enfield bareng Komunitas adakan “Classic Ride”
- account_circle Abimanyu
- calendar_month Kamis, 17 Des 2020
- visibility 188
- comment 0 komentar
- print Cetak

Royal Enfield bareng Komunitas adakan “Classic Ride”
Royal Enfield menggelar Classic Ride bersama komunitas, menelusuri rute ikonik Jakarta sambil menghidupkan nostalgia era 80–90an dengan motor Classic.
OTOExpo.com – Di tengah hiruk pikuk Jakarta yang semakin modern dan cepat, Royal Enfield justru memilih melambat sejenak. Bukan untuk tertinggal, melainkan untuk menoleh ke belakang menyusuri jejak kenangan, aroma masa lalu, dan sensasi berkendara yang jujur. Lewat acara bertajuk “Classic Ride”, Royal Enfield mengajak komunitasnya merasakan kembali esensi pure riding yang sarat nilai historis.
Mengandalkan Royal Enfield Classic sebagai tunggangan utama, kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar city ride. Ia menjelma sebagai perjalanan lintas waktu, membawa para peserta kembali ke atmosfer era 1980–1990-an, masa ketika berkendara masih soal rasa, bukan sekadar tujuan.
Royal Enfield Classic Ride dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang otentik. Tidak ada gimmick berlebihan, tidak ada pamer kecepatan. Yang ada hanyalah deru mesin satu silinder khas Royal Enfield, getaran yang jujur, dan irama perjalanan yang dinikmati perlahan.
“Kami terus menghadirkan kegiatan riding yang memberi cara seru dan menyenangkan bagi komunitas untuk menikmati pengalaman pure riding bersama Royal Enfield Classic,” ungkap Vimal Sumbly, Head Business Markets – APAC Region, Royal Enfield.
Menurutnya, Royal Enfield Classic bukan sekadar produk, melainkan perwujudan filosofi berkendara yang telah hidup sejak pasca-Perang Dunia ke-2.
Secara desain, Royal Enfield Classic memang memancarkan aura militer yang kental. Garis bodinya sederhana, kokoh, dan fungsional, sebuah refleksi dari era ketika motor digunakan bukan hanya untuk mobilitas, tetapi juga untuk bertahan hidup.
Desain klasik ini dipadukan dengan:
-
Mesin bertenaga besar namun jinak
-
Efisiensi bahan bakar yang baik
-
Keandalan mekanis tinggi
-
Karakter berkendara santai namun penuh rasa
Inilah kombinasi yang membuat Royal Enfield Classic tetap relevan, meski desainnya berakar dari masa lalu.
“Unit Classic mengusung desain klasik pasca-Perang Dunia ke-2 dan memadukan tenaga, efisiensi, serta keandalan mesin dalam rancangan yang bersahaja namun menawan,” lanjut Vimal.
Classic Ride dimulai dari flagship store Royal Enfield Pondok Indah, titik awal yang menjadi simbol pertemuan antara warisan klasik dan gaya hidup modern. Dari sana, rombongan bergerak menyusuri kawasan:
-
Cilandak
-
Setiabudi
-
Monumen Nasional (Monas)
-
Berakhir di kawasan legendaris Kota Tua Jakarta
Kota Tua dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan panggung sejarah Jakarta, dengan bangunan kolonial dan arsitektur klasik yang menjadi saksi perjalanan bangsa.
Beberapa ikon yang dilewati antara lain:
-
Museum Sejarah Jakarta
-
Pelabuhan Sunda Kelapa
-
Museum Bank Indonesia
-
Cafe Batavia, yang berdiri sejak 1991
Mengendarai Royal Enfield Classic di kawasan ini terasa seperti menyatu dengan lanskap, seolah motor dan kota berbicara dalam bahasa yang sama.
Untuk memperkuat nuansa nostalgia, Royal Enfield juga mengajak peserta mengenakan outfit bertema 80–90an. Jaket denim, helm klasik, sepatu boots, hingga kacamata retro mendominasi barisan riders.
Pemandangan ini menjadikan Classic Ride tak ubahnya parade berjalan—penuh warna, cerita, dan ekspresi personal. Setiap peserta bebas menafsirkan era tersebut dengan gaya masing-masing, tanpa kehilangan benang merah kebersamaan.
Sebagai brand yang telah berdiri lebih dari satu abad, Royal Enfield dikenal konsisten menjaga DNA klasiknya. Namun konsistensi ini tidak berarti stagnasi.
“Royal Enfield tidak pernah melupakan sejarah dan tema klasik yang telah dibawa sejak awal berdiri. Classic Ride mengusung nostalgia untuk mengajak pemilik Royal Enfield mengenang masa lalu, ditemani motor yang desain dan teknologinya tak pernah lekang oleh waktu,” jelas Irvino Edwardly, Country Manager Indonesia, Royal Enfield.
Ia menegaskan bahwa inovasi Royal Enfield hadir tanpa mengorbankan karakter dasar motor—sebuah pendekatan yang membuat merek ini memiliki identitas kuat di tengah pasar modern.
Classic Ride juga menjadi ruang bertemu antar anggota komunitas. Tidak ada sekat status, tidak ada hirarki. Semua disatukan oleh kecintaan terhadap motor, perjalanan, dan cerita di balik setiap kilometer.
Royal Enfield memahami bahwa komunitas bukan hanya soal jumlah, melainkan kualitas interaksi. Lewat kegiatan seperti ini, hubungan antara brand dan konsumen tumbuh secara organik—berdasarkan pengalaman nyata, bukan sekadar promosi.
Royal Enfield Classic Ride membuktikan bahwa di era serba digital, pengalaman analog justru semakin bernilai. Menikmati perjalanan tanpa tergesa, meresapi suara mesin, dan berbagi cerita di setiap persimpangan menjadi kemewahan tersendiri.
Classic Ride bukan hanya tentang motor klasik. Ia adalah perayaan akan sejarah, karakter, dan kebebasan berkendara yang sesungguhnya.
Dan selama masih ada jalan, cerita, serta mesin yang berdetak pelan namun pasti, Royal Enfield Classic akan selalu punya tempat—di jalan raya, dan di hati para pengendaranya.***
- Penulis: Abimanyu


