0 0
Waktu :4 Menit, 28 Detik

OtoExpo.com – Imbas sebaran wabah Corona (Covid-19) turut berpengaruh hingga ke urusan ibadah Haji dan Umrah. Setelah Arab Saudi resmi menutup akses ibadah ke tanah suci Mekah, seluruh umat muslim pun terpaksa mengurungkan niat ibadahnya sementara waktu.

Bukan itu saja, para pelaku usaha travel umrah-haji pun paling merasakan dampaknya. Selain ancaman tutup, mereka pun harus melakukan sejumlah pengembalian dana.

Mengantisipasi masalah pengembalian dana umat ini, pemerintah telah mengatur berbagai cara agar tidak terjadi chaos di publik.  Para calon jemaah khususnya untuk calon jemaah haji khusus bisa membatalkan total pendaftaran hajinya atau menunda pelunasannya.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Asosiasi Serikat Penyelenggaraan Umrah Haji Indonesia (Sapuhi), H. Syam Resfiadi mengimbau agar para calon jemaah Haji Khusus tidak membatalkan hajinya. Sebab, jika dibatalkan maka tidak mendapat prioritas keberangkatan haji pada tahun berikutnya.

“Calon jamaah haji bila dibatalkan total uangnya, maka tidak akan dapat kesempatan tahun berikutnya. Namun jika hanya pelunasannya yang di batalkan masih ada prioritas berangkat tahun berikutnya,” ungkap Syam.

Andaikan calon jemaah masih tetap bersikeras untuk membatalkan, maka ada sejumlah syarat dan tahapan yang mesti dilalui.

Syam pun menjelaskan beberapa tahapan yang harus dipenuhi tersebut, yaitu:
Pertama, calon jemaah mengajukan ke Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dengan surat pernyataannya. Kemudian, calon jemaah juga mesti membawa dokumen yakni fotocopy kartu keluarga (KK), KTP, surat nikah jika bersuami atau istri, dan rekening dalam bentuk dolar Amerika Serikat (US$) atau rupiah.

Kedua, PIHK akan mengirim surat permohonan ke Kementerian Agama untuk dibuatkan surat keterangan ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar mencairkan dana pembatalan dari calon jemaah haji ke PIHK.

Ketiga, setelah uang masuk maka PIHK akan mengirimkan uang ke jemaah setelah dipotong biaya-biaya yang diperlukan. Dia menuturkan, pemotongan itu variatif dari masing-masing PIHK, dengan minimum US$ 300.

Selanjutnya, proses pengembalian dana ke calon nasabah ini ialah 7 hari kerja.

“Untuk calon jemaah haji reguler pengurusannya dilakukan di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama masing-masing provinsi,” tambah Syam menjelaskan.

“Haji reguler pun bisa (dibatalkan), tapi melalui Kanwil Kemenag di provinsi masing-masing,” ujarnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %