Ramadhipa Juara di Prancis, Veda Raih Poin Perdana
- account_circle Pandito
- calendar_month Sel, 8 Jul 2025
- visibility 104

Ramadhipa Juara di Prancis, Veda Raih Poin Perdana
OTOExpo.com , Jakarta – Ada kabar menggembirakan untuk dunia balap motor Indonesia. Kali ini bukan dari MotoGP atau WSBK, tapi dari panggung balap junior di Eropa.
Dua nama muda, M. Kiandra Ramadhipa dan Veda Ega Pratama, sukses membawa harum nama Indonesia dalam seri FIM JuniorGP World Championship yang digelar di Magny-Cours, Prancis, pada 5-6 Juli 2025.
Dan kabar terbaik datang dari Ramadhipa. Bukan sekadar ikut meramaikan, pebalap asal Sleman ini langsung mencetak sejarah sebagai juara balapan pertama European Talent Cup (ETC).
Sebuah pencapaian besar, mengingat ini adalah penampilan perdananya di sirkuit Magny-Cours dan dengan kondisi trek yang tidak ramah.

Ramadhipa: Menaklukkan Lintasan, Menantang Cuaca
Cuaca Prancis pada Minggu (6/7) pagi itu tidak bersahabat. Hujan deras mengguyur sirkuit, memaksa panitia menunda start sebanyak dua kali.
Balapan akhirnya dipangkas menjadi 9 lap dan itupun dengan lintasan basah yang berisiko tinggi.
Namun Ramadhipa tampil tenang. Start dari posisi dua, ia sempat tercecer ke urutan ke-8 akibat tekanan slipstream dari pebalap lain.
Tapi, di situlah insting balapnya berbicara. Satu per satu lawan dilibas. Di lap terakhir, ia menyusul dua pebalap sekaligus dan memimpin hingga garis finis.
Lagu Indonesia Raya pun berkumandang di Magny-Cours, untuk pertama kalinya dari pebalap Indonesia dalam sejarah ETC.
Kemenangan ini bukan hanya soal teknik balap, tapi juga mental. Di usia muda, Ramadhipa menunjukkan kematangan strategi dan keberanian yang layak diapresiasi tinggi.
Race Kedua: Minim Drama, Tapi Tetap Konsisten
Pada race kedua, kondisi tetap basah. Ramadhipa kembali tampil kuat dan konsisten.
Sempat berada di posisi kedua, namun akhirnya turun ke posisi keempat setelah disalip dua pebalap.
Yang menarik, ia sempat hampir jatuh hebat karena kehilangan grip, tapi berhasil melakukan penyelamatan luar biasa.
Di lap ke-7, insiden highside pebalap lain membuat balapan dihentikan lewat bendera merah.
Ramadhipa pun dinyatakan finis keempat dan mengantongi tambahan 13 poin penting, membawa total poinnya menjadi 73 dan menempatkannya di peringkat ke-4 klasemen sementara ETC 2025.
Veda: Perjuangan Berat, Tapi Akhirnya Cetak Poin
Sementara itu, Veda Ega Pratama yang tampil di kelas JuniorGP, harus menghadapi tantangan yang tak kalah sulit.
Start dari posisi ke-12 dan berbekal pengalaman minim di trek basah, Veda tampil aman dan menjaga ritme.
Balapan yang hanya berlangsung 10 lap itu sempat diwarnai insiden jatuh dari tiga pebalap di lap awal.
Ketika bendera merah dikibarkan pada lap ke-8 karena insiden di tikungan 13, Veda tercatat finis di posisi ke-12 dan mendapat poin perdana musim ini.
Mungkin bukan hasil yang bikin heboh, tapi tetap penting. Setelah beberapa seri tanpa poin, pencapaian ini bisa jadi titik balik bagi Veda untuk bangkit di paruh musim kedua.
Pebalap dan Manajemen AHM
Ramadhipa menyampaikan rasa syukurnya dan mendedikasikan kemenangan untuk mendiang Borja Gomez, eks pebalap Moto2 yang wafat di Magny-Cours, serta untuk seluruh rakyat Indonesia.
“Kondisi hari ini sulit. Saya hampir jatuh, tapi saya bertahan. Kemenangan ini saya persembahkan untuk Borja Gomez dan seluruh warga Indonesia. Saya bangga bisa memimpin balapan dan menang,” ungkap Ramadhipa.
Sementara itu, Veda juga menunjukkan kedewasaan dalam menilai hasil yang ia raih.
“Lintasan sangat licin dan sulit, tapi saya catat peningkatan tiap lap. Akhirnya kami dapat poin pertama musim ini. Target selanjutnya, tampil lebih baik di MotorLand,” ujar Veda.
General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, mengaku bangga atas capaian kedua pebalap.
“Prestasi Ramadhipa dan Veda menunjukkan kemampuan adaptasi mereka yang luar biasa. Ini wujud kerja keras dan semangat Satu Hati yang terus kami bawa ke panggung internasional,” tegas Andy.
Apa Selanjutnya? Target Spanyol dan Sachsenring
Setelah Magny-Cours, tantangan berikutnya datang dari MotorLand Aragon, Spanyol. Kedua pebalap akan kembali bertarung pada 24-27 Juli 2025.
Tapi sebelum itu, mereka akan lebih dulu tampil di Red Bull Rookies Cup putaran ke-5 di Sachsenring, Jerman, pada 12-13 Juli.
MotorLand adalah sirkuit yang lebih familiar bagi keduanya. Peluang untuk naik podium atau setidaknya memperkuat posisi klasemen terbuka lebar, asalkan kondisi cuaca dan teknis bisa dikendalikan.
Saatnya Perhatian Lebih untuk Bakat Muda
Kemenangan Ramadhipa dan poin perdana Veda seharusnya jadi alarm bagi federasi dan sponsor tanah air.
Selama ini, talenta muda Indonesia kerap mendapat apresiasi… setelah menang.
Padahal, untuk bisa menang di level ini, dibutuhkan investasi jangka panjang, bukan hanya pujian setelah podium.
Apa AHM dan federasi sudah cukup memberi ruang dan dukungan? Atau kita masih menunggu “ajaib” seperti Ramadhipa dan Veda datang dengan sendirinya?
Satu hal yang pasti, talenta sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana kita mengelolanya secara profesional, konsisten, dan strategis.
Prestasi Ramadhipa di Prancis adalah tonggak sejarah baru bagi dunia balap motor Indonesia. Veda pun mulai membuka peluang lewat poin pertamanya di JuniorGP.
Keduanya menunjukkan bahwa mimpi pebalap Indonesia di Eropa bukanlah angan-angan.
Dengan komitmen dan dukungan yang serius, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat kita melihat rider Indonesia tampil reguler bahkan menang di Moto3, Moto2, hingga MotoGP.
Tapi tentu saja, semua itu perlu kerja bareng. Dan sekarang adalah waktu terbaik untuk mulai. ***
.
.
.
.
- Penulis: Pandito

