Main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Jakarta–Tangerang ini mencatatkan penjualan Rp 511 miliar, tumbuh 3,9 persen dibandingkan capaian 2024 yang berada di kisaran Rp 492 miliar.
Angka tersebut bukan sekadar statistik tahunan, melainkan sinyal kuat tentang perubahan pola pikir konsumen Honda dari sekadar “pakai motor” menjadi merawat aset mobilitas.

Penjualan Sparepart Honda Naik 3,9%, WMS Bukukan Rp 511 Miliar Sepanjang 2025
Pertumbuhan ini dibangun melalui sinergi erat antara jaringan dealer Honda dan AHASS, yang selama ini menjadi garda terdepan layanan resmi. Di balik angka ratusan miliar itu, ada kepercayaan yang terus dijaga: kualitas produk, kepastian teknis, dan rasa aman bagi pengguna.
“Peningkatan penjualan sparepart, aksesori, dan apparel di 2025 menjadi indikator bahwa konsumen semakin sadar pentingnya produk resmi Honda, bukan hanya untuk performa, tapi juga nilai jangka panjang kendaraan,” ujar Henry Tulus, Head of PMD PT Wahana Makmur Sejati.
Di segmen sparepart, Honda Genuine Parts (HGP) masih menjadi poros utama pertumbuhan. Diproduksi sesuai standar PT Astra Honda Motor (AHM) dengan toleransi presisi tinggi, HGP memastikan kompatibilitas sempurna terhadap setiap platform sepeda motor Honda—dari skutik harian, motor sport, hingga lini EV.
Dalam praktiknya, penggunaan suku cadang asli tak hanya menjaga performa mesin tetap optimal, tetapi juga meminimalkan risiko kerusakan lanjutan yang sering muncul akibat komponen non-standar.
Di sinilah konsumen mulai melihat sparepart bukan sebagai pengeluaran rutin, melainkan investasi umur pakai kendaraan.
Tren personalisasi sepeda motor turut mendorong pertumbuhan signifikan di lini aksesori dan apparel. Namun berbeda dengan produk aftermarket bebas, aksesori asli Honda dirancang dengan pendekatan teknis selaras dengan sistem kelistrikan, struktur rangka, dan standar keselamatan.
Mulai dari visor, garnish, hingga komponen fungsional, seluruh aksesori resmi telah melalui pengujian kompatibilitas. Hasilnya, konsumen dapat tampil lebih personal tanpa mengorbankan keselamatan maupun reliabilitas motor.
Sementara itu, apparel resmi Honda kian diposisikan sebagai bagian dari ekosistem berkendara aman. Material, ergonomi, dan desainnya disesuaikan dengan kebutuhan pengendara urban yang aktif membuat riding gear bukan sekadar gaya, tetapi proteksi.
Salah satu katalis penting pertumbuhan WMS adalah transformasi layanan digital melalui aplikasi WANDA. Platform ini mengintegrasikan kebutuhan konsumen mulai dari pemesanan sparepart, pemilihan aksesori, hingga perencanaan servis—dalam satu ekosistem digital.
“Kami terus menghubungkan keunggulan Honda Genuine Parts dengan kemudahan layanan digital melalui WANDA, agar konsumen bisa mengakses produk resmi secara cepat, aman, dan transparan,” jelas Henry.
Digitalisasi ini menjawab kebutuhan konsumen modern yang menginginkan efisiensi tanpa mengorbankan kepercayaan. Sekaligus memperkuat posisi WMS sebagai main dealer yang adaptif terhadap perubahan perilaku pasar.

Penjualan Sparepart Honda Naik 3,9%, WMS Bukukan Rp 511 Miliar Sepanjang 2025
Ke depan, WMS optimistis lini Sparepart, Aksesori, dan Apparel (SAA) akan terus bertumbuh seiring meningkatnya literasi konsumen terhadap kualitas, keselamatan, dan nilai jangka panjang kendaraan. Fokus tidak lagi sekadar volume, tetapi pengalaman kepemilikan menyeluruh.
Di tengah pasar yang kian padat dan kompetitif, satu hal menjadi jelas: purna jual bukan lagi lini pendukung. Ia telah menjelma menjadi medan utama pertarungan kepercayaan. Dan sejauh ini, WMS tampak membaca arah itu dengan cukup tajam.****
