News
light
Beranda » Business » Penjualan Roda Dua Tembus 16 Ribu Unit, Suzuki Tutup 2025 dengan Optimisme yang Nyata

Penjualan Roda Dua Tembus 16 Ribu Unit, Suzuki Tutup 2025 dengan Optimisme yang Nyata

  • account_circle Magoh
  • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
  • visibility 59

Penjualan Motor Suzuki 2025 Tembus 16.000 Unit, Bisnis Tumbuh Positif

PENJUALAN RODA DUA TEMBUS 16.000 UNIT, SUZUKI TUNTASKAN 2025 SECARA POSITIF

OTOExpo.com , Jakarta –  Di tengah dinamika pasar roda dua yang kian kompetitif, Suzuki Indonesia menutup tahun 2025 dengan catatan yang patut diperhitungkan.

Angka penjualan wholesale lebih dari 16.000 unit secara nasional bukan sekadar statistik, melainkan refleksi dari strategi panjang yang dijalankan secara konsisten menggabungkan produk berkarakter kuat, kualitas global, dan fondasi industri lokal yang terus diperkuat.

Di saat sebagian merek berlomba bermain aman, Suzuki justru memilih jalur yang lebih tegas: menghadirkan motor dengan identitas jelas. Model-model seperti V-Strom 250SX, Burgman 125EX, dan Access 125 menjadi tulang punggung pertumbuhan, sekaligus penanda bahwa pasar Indonesia kini semakin dewasa dalam memilih kendaraan roda dua.

Suzuki Hadirkan Wajah Baru Jaringan ISG, Lebih Luas dan Lebih Dekat!

“Tahun 2025 menjadi periode yang menggembirakan bagi bisnis sepeda motor Suzuki. Kami melihat pelanggan kini lebih mengutamakan kualitas dan identitas.

Strategi menghadirkan produk dengan karakter kuat terbukti tepat sasaran,” ujar Teuku Agha, 2W Sales & Marketing Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Capaian Suzuki sepanjang 2025 tidak bisa dilepaskan dari perubahan perilaku konsumen roda dua. Pembeli motor hari ini tidak lagi sekadar mengejar harga atau nama besar. Mereka mencari nilai, karakter, dan kesesuaian dengan gaya hidup. Suzuki membaca perubahan ini dengan cukup jernih.

V-Strom 250SX, misalnya, tidak hanya menawarkan kapasitas mesin dan tampilan adventure, tetapi juga citra petualang yang rasional motor yang bisa diajak menjelajah, namun tetap relevan untuk penggunaan harian.

Sementara Burgman 125EX dan Access 125 menjawab kebutuhan urban dengan pendekatan desain elegan, efisiensi, serta kenyamanan yang semakin dihargai oleh konsumen perkotaan.

Pendekatan inilah yang membuat penjualan Suzuki tumbuh stabil, bukan meledak sesaat, tetapi mengakar secara perlahan dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar menjual, Suzuki juga menegaskan komitmennya terhadap penguatan industri sepeda motor nasional. Langkah ini diperlihatkan lewat peluncuran Satria Pro dan Satria F150 pada November 2025—dua model yang menjadi simbol kesinambungan DNA performa Suzuki dengan kualitas produksi dalam negeri.

Peluncuran ini menandai babak baru bagi Suzuki Indonesia. Jika sebelumnya lini produksi lokal diisi oleh Nex II, Address, dan GSX Series, kini Suzuki secara bertahap memperluas portofolio motor buatan Indonesia dengan standar global.

Suzuki menegaskan bahwa kualitas hasil produksi dalam negeri akan terus ditingkatkan agar tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga siap bersaing di pasar ekspor.

Dengan kata lain, pabrik di Indonesia tidak lagi sekadar menjadi basis produksi regional, melainkan bagian dari rantai pasok global Suzuki.

Apa yang dicapai Suzuki di 2025 bukan hasil strategi instan. Ini adalah buah dari konsistensi—menjaga kualitas, menahan godaan perang harga, serta membangun citra produk secara perlahan namun solid. Di tengah pasar yang kerap fluktuatif, Suzuki memilih fokus pada ketahanan merek dan kepercayaan konsumen.

Pendekatan ini juga memberi dampak ganda: selain memperkuat posisi Suzuki di pasar domestik, langkah tersebut turut memberikan kontribusi nyata bagi industri otomotif nasional, baik dari sisi tenaga kerja, teknologi, hingga potensi ekspor.

Perjalanan Sepeda Motor Suzuki di Tahun 2019

“Melalui berbagai lini model berbasis produksi dalam negeri, Suzuki turut memberikan kontribusi nyata bagi industri sepeda motor nasional. Produk yang dihasilkan tidak hanya untuk pasar domestik, tetapi juga diterima oleh pasar global,” tutup Teuku Agha.

Dengan modal penjualan positif di 2025, Suzuki memasuki 2026 dengan pijakan yang relatif stabil. Tantangan tentu masih besar persaingan semakin ketat, selera konsumen terus berubah, dan tekanan inovasi kian tinggi. Namun dengan kombinasi produk berkarakter, produksi lokal berkualitas, dan arah global yang jelas, Suzuki tampak siap melangkah lebih jauh.

Bagi Suzuki, angka 16.000 unit bukan garis akhir. Ia adalah titik pijak untuk perjalanan yang lebih panjang di industri roda dua Indonesia industri yang kini menuntut lebih dari sekadar motor, tetapi cerita, identitas, dan kualitas yang bisa dipercaya.****

  • Penulis: Magoh
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

✈︎ Random Artikel

expand_less