OTOExpo.com – NGOVSAN ( Ngobrol Virtual Santai ) Forwot ( Forum Wartawan Otomotif )kali ini menggandeng Federal Oil yang dilaksanakan pada tanggal 13/10/2021 secara virtual.

Dalam acara tersebut, turut hadir Hasril Arsyad selaku Federal Oil Marketing General Manager ExxonMobil Indonesia dan juga Nurudin selaku Technical Trainer PT. Exxonmobil Lubricants Indonesia yang  menjelaskan secara gamblang jenis-jenis oli mesin sekaligus resikonya apabila telat atau tidak mengganti oli mesin sama sekali.

Pengertian Oli

Oli merupakan jenis fluida yang memiliki karakteristik kental dan bersifat dingin. Hal ini sengaja dirancang khusus agar oli dapat menyelesaikan tugasnya sebagai pelumas sekaligus pelapis mesin.

Seperti yang diketahui, fungsi oli yang sangat umum dan paling banyak diketahui adalah sebagai pelumas. Lebih jelasnya, oli dapat membantu melumasi komponen dan setiap partikelnya di dalam mesin karena kinerja tiap komponen dalam mesin perlu dibuat lebih ringan agar langkah kerja yang dihasilkan menjadi lebih maksimal.

Pengetahuan Dasar Fungsi Oli Serta Maksud SAE dan API Bersama Federal Oil
Pengetahuan Dasar Fungsi Oli Serta Maksud SAE dan API Bersama Federal Oil

Selain itu, semakin ringan gerak yang timbul, maka semakin cepat pula langkah kerja yang dilakukan oleh mesin. Ini merupakan suatu bentuk perbandingan lurus antara kondisi mesin dengan hasil kerjanya.

Komponen Mesin Lebih Awet

Nyatanya, oli juga mampu membuat komponen mesin terlapisi dengan baik. Hal ini menjadikan besar gaya gesek yang timbul di setiap komponen mesin menjadi berkurang.

Gaya gesek yang sedikit akan meminimalisir gesekan antar permukaan komponen dalam mesin. Gaya gesek yang timbul juga tidak akan menimbulkan kerusakan pada bagian mesin.

Permukaan yang licin menjadikan gesekan yang terjadi menjadi sangat minim. Hal ini akan menghindarkan mesin dari kondisi cepat aus. Dampaknya pun bisa menyebabkan mesin lebih lama digunakan karena komponennya lebih awet.

Hindari Korosi

Salah satu tugas oli selain sebagai pelumas juga berfungsi menghindari korosi yang terjadi pada mesin. Setiap bagian pada mesin yang menyatu dalam membentuk mesin tidak terjamin untuk terhindar dari paparan polusi.

Partikel debu, kotoran, maupun air sifatnya mudah memasuki celah kecil yang terdapat di dalam mesin. Inilah yang menyebabkan mesin rentan terkena karat/korosi. Karat yang timbul bisa disebabkan karena percampuran polusi dan air yang menempel pada mesin.

Oli berfungsi untuk memberikan lapisan yang menyeluruh pada tiap komponennya. Lapisan yang terbentuk dari oli akan melindungi setiap komponen dari partikel polusi yang membahayakan.

Pengetahuan Dasar Fungsi Oli Serta Maksud SAE dan API Bersama Federal Oil
Pengetahuan Dasar Fungsi Oli Serta Maksud SAE dan API Bersama Federal Oil

Oli akan menangkap semua partikel debu yang mungkin masuk dalam mesin untuk dihilangkan dari tiap komponennya. Itulah mengapa semakin lama oli dipakai, warnanya akan berubah menjadi semakin gelap.

“Oli yang kehitaman itu berarti oli berhasil mengangkat kotoran-kotoran yang menempel pada mesin. Dan itu merupakan salah satu tugas oli sebagai pelumas,” terang Nurudin, Technical Trainer PT. Exxonmobil Lubricants Indonesia (13/10/2021). 

Oli mesin juga dapat menyerap getaran pada mesin. Oli akan melakukan serapan pada getaran dengan peredam kejut yang terjadi ketika mesin sedang melakukan langkah kerja. Proses ini terjadi pada komponen dalam mesin yang mengalami gaya tekanan besar.

Jenis Oli Berdasarkan Kekentalannya

Salah satu hal yang harus diketahui tentang oli mesin motor adalah tingkat kekentalannya. Hal ini akan berpengaruh pada penggunaannya, karena setiap jenis motor membutuhkan standar oli yang berbeda, ada yang encer ada juga yang kental. Saat penggunaan oli tidak sesuai standar kebutuhannya, maka yang terjadi adalah mesin motor menjadi cepat rusak.

Formulasi sebuah oli akan disesuaikan dengan dua musim, yaitu musim dingin dan panas, sehingga saat suhu motor dingin, oli mesin akan mengental.

Pengetahuan Dasar Fungsi Oli Serta Maksud SAE dan API Bersama Federal Oil
Pengetahuan Dasar Fungsi Oli Serta Maksud SAE dan API Bersama Federal Oil

Misalnya, pelumas Federal Oil dalam salah satu produknya memiliki kode SAE 10W-40. Makna dari kode ini adalah pada suhu dingin, oli ini akan memiliki kekentalan di angka 10.  Sedangkan pada suhu panas saat mesin bekerja, tingkat kekentalan olinya ada di angka 40. Huruf W pada kode SAE merupakan singkatan dari “Winter”.

Angka yang semakin besar menunjukkan semakin besar kekentalan oli mesin tersebut. Sementara itu, semakin dingin suhu suatu wilayah, maka tingkat kekentalannya akan semakin encer.

Jenis pelumas SAE 10W-40 biasanya diperuntukkan untuk mesin motor dengan kinerja tinggi. Saat mesin motor dihidupkan, akan terdengar suara putaran yang cukup halus. Selain itu, suhu di dalam mesin tidak akan terlalu panas.

Kode API

Sementara untuk Kode API yang terdapat pada pelumas merupakan singkatan dari American Petrolium Institute. Kode ini adalah standar untuk menentukan kualitas oli. Biasanya kode API disertai dengan 2 tambahan huruf di belakangnya. Contohnya adalah API SL atau API SM.

Huruf pertama ‘S’ setelah kode API digunakan untuk jenis kendaraan bermesin bensin maupun gasoline. Sedangkan kode C digunakan untuk kendaraan bermesin diesel.

Sedangkan huruf kedua menjelaskan kualitas yang ada pada oli mesin. Semakin baru jenis oli tersebut maka kode alfabet akan semakin jauh. 

Pengetahuan Dasar Fungsi Oli Serta Maksud SAE dan API Bersama Federal Oil
Pengetahuan Dasar Fungsi Oli Serta Maksud SAE dan API Bersama Federal Oil

Untuk itu, alangkah baiknya menggunakan oli yang sudah jelas ‘jejak rekamnya’ serta sudah direkomendasikan agar kinerja mesin motor bisa bekerja secara optimal.

Penggunaan oli yang kurang tepat dapat mempengaruhi kenyamanan berkendara dan tentunya membuat biaya perawatan menjadi lebih mahal serta membuat kendaraan cepat rusak.