OTOExpo.com – Saat ini, industri nasional dalam masa recovery, namun apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pada triwulan I 2021, pertumbuhan sektor industri khususnya pengolahan nonmigas masih mengalami penurunan sebesar 135% dari 2,01% menjadi -0,71%. Pertumbuhan ekonomi dan industri di Indonesia juga masih dibayangi oleh gelombang pandemi berikutnya.

Hal itu disampaikan Ashady Hanafie, Kepala Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri, Subdirektorat Industri Semen dan Barang Dari Semen Kemenperin “Sektor industri salah satu tulang punggung untuk perekonomian nasional dan menjadi sektor penyumbang terbesar terhadap PDB nasional,” ujarnya.

Dia mengutarakan banyaknya perusahaan yang tutup akibat pandemi ini, berakibat pada penurunan tenaga kerja. Menurutnya, penurunan tenaga kerja ini juga berpotensi memperbesar permasalahan sosial. Tercatat, jumlah tenaga kerja industri sampai dengan Februari 2021 mengalami penurunan sebesar 5%.

Jadi, dia meminta agar permasalahan yang dihadapi industri saat ini jangan dulu dibebani lagi dengan hal-hal lain seperti kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) yang akan diterapkan di awal 2023 mendatang.

Pemerintah Dan Industri Harus Duduk Bersama Bahas ODOL

Dia meminta semua pihak bersama-sama menjaga agar kondisi industri di Indonesia ini tetap kondusif.  Karenanya, dia meminta agar kebijakan Zero ODOL ini pun bisa diundur lagi hingga 2025 mendatang, sampai kondisi sektor industri yang tengah terpuruk saat ini bisa pulih kembali.

Dia mengatakan industri saat ini tengah fokus pada usaha untuk bertahan agar tidak sampai menutup usahanya. Pada tahun 2021, industri mulai bangkit kembali.

Dengan demikian, industri telah kehilangan waktu selama 2 tahun untuk persiapan penerapan kebijakan Zero ODOL.

.……Lanjut Halaman Berikutnya


Laman: 1 2