Pebalap Muda Astra Honda Tunjukkan Gigi di IATC Mandalika 2025
- account_circle dimas
- calendar_month Sen, 6 Okt 2025
- visibility 143

Melesat Kencang, Pebalap Binaan Astra Honda Nyaris Podium di IATC Mandalika
Pebalap Muda Astra Honda Tunjukkan Gigi di IATC Mandalika 2025
OTOExpo.com , Lombok – Langit Mandalika kembali bergemuruh oleh deru mesin dan sorak penonton yang menyesaki tribun.
Namun kali ini, bukan hanya suara knalpot yang menggema, melainkan juga semangat juang anak-anak muda Indonesia yang berlari di atas aspal sirkuit kebanggaan bangsa.
Putaran kelima Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2025 menjadi panggung pembuktian bagi para pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM).
Meski podium belum mereka raih, semangat mereka melesat tak kalah kencang dari motor yang mereka tunggangi.
Mandalika, Tanah yang Menyulut Adrenalin
Balapan kali ini terasa istimewa. Bukan hanya karena digelar di rumah sendiri, tetapi juga karena menjadi kesempatan emas bagi para lulusan Astra Honda Racing School (AHRS) untuk unjuk kemampuan di hadapan publik Indonesia.
Lima pebalap muda, Davino Britani, Muhammad Badly Ayatullah, Alvaro Mahendra, Nelson Cairoli Ardheniansyah, dan Bintang Pranata Sukma (wildcard) tampil penuh determinasi di lintasan yang terkenal menuntut ketepatan dan ketenangan.
Davino menjadi sorotan pada race pertama (4 Oktober). Start dari posisi ke-10, ia tampil menawan, menyalip satu demi satu hingga menutup balapan di posisi keempat hanya terpaut kurang dari setengah detik dari podium.
Sebuah hasil manis yang membuktikan bahwa kerja kerasnya di sepanjang musim mulai membuahkan hasil.
Sementara itu, Alvaro Mahendra juga menunjukkan peningkatan luar biasa. Dari start ke-18, ia finis ke-10 dengan ritme konsisten. Nelson Cairoli menambah daftar hasil positif dengan finis ke-12 pencapaian terbaiknya sejak seri pembuka di Thailand.
Sayangnya, Badly Ayatullah, yang menjadi salah satu kandidat kuat tiga besar klasemen, harus absen akibat kondisi tidak fit setelah insiden di sesi kualifikasi.
Sementara Bintang Pranata, pebalap wildcard yang baru mencicipi kerasnya atmosfer IATC, mampu finis di posisi ke-17 meski terkena long-lap penalty.
Race Kedua: Pertarungan Sengit dan Insiden Tak Terduga
Minggu (5/10) menjadi hari yang menegangkan. Cuaca cerah dan aspal panas membuat adrenalin para pebalap mendidih.
Dari lap pertama, Davino dan Bintang langsung menyodok ke posisi enam besar, diikuti Nelson dan Alvaro yang perlahan menempel grup depan.
Namun, balapan tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Di Lap ke-11, insiden terjadi melibatkan Davino dan Alvaro, memaksa keduanya gagal menyelesaikan lomba. Sebuah momen pahit yang menjadi bagian dari proses pembelajaran di dunia balap yang keras dan penuh risiko.
Sementara itu, Nelson Cairoli tampil stabil dan berhasil finis di posisi ke-10, menandai kemajuan berarti bagi dirinya dan tim.
“Saya senang bisa kembali ke top ten setelah seri pertama lalu. Masih banyak yang harus saya perbaiki, tapi saya yakin bisa tampil lebih baik di Sepang nanti,” ujar Nelson dengan optimisme yang hangat.
Mental Baja dan Pembinaan yang Tak Sekadar Balapan
Meski tak ada podium, akhir pekan di Mandalika justru menjadi ajang pembentukan karakter. Di sinilah program pembinaan Astra Honda Motor menunjukkan nilainya: bukan hanya mencetak pembalap cepat, tapi juga pembalap tangguh.
Andy Wijaya, General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, mengapresiasi perjuangan para pebalap mudanya:
“Pembinaan kami tidak hanya soal hasil di lintasan. Kami membangun mental, semangat juang, dan karakter pantang menyerah. Dukungan ribuan penonton dan komunitas Honda di tribun memberi energi luar biasa bagi para pebalap muda kami. Kami bangga mereka tampil berani dan terus belajar di setiap lap.”
AHM dan Mimpi Besar Anak Bangsa
Program pembinaan berjenjang Astra Honda Motor telah menjadi jalur emas bagi banyak talenta Indonesia. Dari Astra Honda Racing School (AHRS) ke Asia Talent Cup (ATC), Thailand Talent Cup (TTC), hingga FIM JuniorGP jenjang yang membentuk fondasi kuat bagi generasi penerus dunia balap Tanah Air.

Melesat Kencang, Pebalap Binaan Astra Honda Nyaris Podium di IATC Mandalika
Nama-nama besar seperti Andi Gilang dan Mario Suryo Aji adalah bukti nyata keberhasilan filosofi pembinaan ini.
Kini, Davino, Badly, Alvaro, Nelson, dan Bintang tengah menapaki jalur yang sama jalan panjang menuju panggung dunia.
Mandalika: Lebih dari Sekadar Balapan
Bagi publik Indonesia, setiap deru mesin di Mandalika membawa kebanggaan tersendiri. Di balik helm dan wearpack, ada kisah perjuangan, pengorbanan, dan mimpi besar anak-anak muda yang ingin mengibarkan merah putih di podium dunia.
Balapan di Mandalika kali ini mungkin belum menghadirkan podium, tetapi ia menghadirkan harapan baru bahwa generasi pebalap Indonesia siap bersaing di level internasional dengan semangat juang yang tak kalah dari siapa pun.
Dan seperti kata pepatah di dunia balap:
“Kemenangan bukan hanya tentang siapa yang tercepat, tapi siapa yang terus melaju ketika tantangan menghadang.”
- Penulis: dimas
- Editor: RM.Dimas Wirawan
