Nyaris 300 Ribu Unit! Ekspor Toyota Indonesia Cetak Rekor Tertinggi 5 Tahun Terakhir
- account_circle dimas
- calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
- visibility 85
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ekspor Toyota Indonesia Sentuh Rekor Baru dalam Lima Tahun Terakhir
Ekspor Toyota Indonesia Sentuh Rekor Baru dalam Lima Tahun Terakhir
Toyota Indonesia mencetak rekor ekspor 298.457 unit sepanjang 2025, naik 8% dari tahun sebelumnya. Kontribusi 60% terhadap ekspor CBU nasional dan lonjakan kendaraan elektrifikasi perkuat industri otomotif Indonesia.
OTOExpo.com , Jakarta – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) membuka tahun 2026 dengan capaian ekspor yang impresif. Sepanjang Januari–Desember 2025, Toyota Indonesia mencatatkan ekspor 298.457 unit kendaraan utuh (CBU) ke berbagai negara tujuan. Angka ini melonjak 8% dibandingkan realisasi 2024 sebesar 276.089 unit.
Berdasarkan data GAIKINDO, performa tersebut menjadi rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir sekaligus memperkuat dominasi Toyota yang secara konsisten menyumbang sekitar 60% dari total ekspor CBU nasional sejak 2020.
Secara nasional, industri otomotif Indonesia juga menunjukkan tren positif dengan total ekspor kendaraan mencapai 518.212 unit pada 2025. Artinya, lebih dari separuh kendaraan yang dikirim ke pasar global berasal dari lini produksi Toyota di Tanah Air.
Jika ditarik secara kumulatif, sejak aktivitas ekspor dimulai pada 1987 hingga akhir 2025, Toyota Indonesia telah mengirimkan 3.151.794 unit kendaraan ke lebih dari 100 negara di kawasan Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, hingga Oseania.
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil sinergi kuat antara pemerintah, industri pendukung, serta rantai pasok nasional.
“Prestasi ekspor Toyota Indonesia yang hampir menyentuh angka 300 ribu unit ini dapat kami capai berkat dukungan Pemerintah Indonesia, masyarakat, stakeholder, serta peran rantai pasok industri otomotif nasional yang kuat dari hulu dan hilir,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan ekspor kendaraan, baik berbasis Internal Combustion Engine (ICE) maupun elektrifikasi, berperan strategis dalam memperkuat neraca dagang serta fondasi industri otomotif sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dari sisi komposisi model, segmen Sport Utility Vehicle (SUV) menjadi kontributor terbesar dengan total 139.552 unit. Model yang mendominasi di antaranya:
-
Toyota Fortuner
-
Toyota Rush
-
Toyota Raize
-
Toyota Yaris Cross (ICE)
Segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) menyusul dengan kontribusi 81.905 unit, dipimpin oleh:
-
Toyota Avanza
-
Toyota Veloz
Sementara itu, tipe hatchback seperti Toyota Agya menyumbang 33.675 unit, dan kendaraan komersial Toyota Town Ace / Lite Ace berkontribusi 20.457 unit.
Yang menarik, tren elektrifikasi menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, ekspor kendaraan elektrifikasi Toyota mencapai 22.868 unit, meningkat 23% dibandingkan periode 2024 yang tercatat 18.553 unit.
Model elektrifikasi yang menjadi andalan ekspor meliputi:
-
Toyota Kijang Innova Zenix HEV sebanyak 13.343 unit
-
Toyota Yaris Cross HEV sebanyak 9.525 unit
Lonjakan ini menjadi indikator kuat bahwa kendaraan hybrid buatan Indonesia semakin diterima pasar global, sekaligus mempertegas daya saing manufaktur nasional di era transisi energi.

Ekspor Toyota Indonesia Sentuh Rekor Baru dalam Lima Tahun Terakhir
Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, menekankan bahwa pencapaian tersebut bukan hasil instan. Transformasi industri otomotif nasional telah berlangsung sejak era impor 1970-an hingga kini mencapai tingkat kandungan lokal (TKDN) sekitar 80%.
“Perjalanan membangun industri otomotif nasional dimulai dari aktivitas impor di tahun 1970-an, kemudian berkembang menjadi produksi mesin, komponen, alat bantu produksi, hingga kendaraan utuh. Seiring peningkatan kandungan lokal, kami mendukung penguatan industri melalui produksi dan ekspor kendaraan ICE maupun elektrifikasi,” jelas Bob Azam.
Dengan struktur manufaktur terintegrasi dari hulu ke hilir, Indonesia kini tidak lagi sekadar pasar, melainkan basis produksi dan ekspor strategis Toyota di kawasan Asia Pasifik.
Kinerja ekspor yang solid ini melengkapi kontribusi Toyota di pasar domestik. Kombinasi penjualan dalam negeri dan ekspor menciptakan multiplier effect terhadap industri komponen, logistik, hingga tenaga kerja.
Di tengah dinamika global, capaian hampir 300 ribu unit ekspor pada 2025 menjadi sinyal kuat bahwa industri otomotif Indonesia tetap resilien dan kompetitif.
Dengan tren elektrifikasi yang terus tumbuh serta portofolio model global yang semakin lengkap, Toyota Indonesia berada pada jalur strategis untuk mempertahankan momentum ekspor di tahun 2026 dan seterusnya sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok otomotif dunia.****
- Penulis: dimas
- Editor: Dimas Lombardi
