Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » Mobil Listrik China Salip Tesla di Peringkat Inovasi IMD 2025

Mobil Listrik China Salip Tesla di Peringkat Inovasi IMD 2025

  • account_circle Selviyani Mimie
  • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
  • visibility 257
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Mobil Listrik China Salip Tesla di Peringkat Inovasi IMD 2025

 

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Tesla Tergeser, Mobil Listrik China Ambil Alih Panggung.

Untuk pertama kalinya sejak 2019, dominasi Tesla di industri mobil listrik tergeser. Dalam laporan terbaru IMD Future Readiness Indicator (FRI) 2025, Tesla harus rela turun ke posisi kedua setelah disalip oleh BYD, raksasa mobil listrik asal China yang kini duduk di peringkat teratas dengan skor sempurna: 100. Tesla sendiri hanya terpaut tipis di angka 98.1.

Yang mengejutkan, bukan hanya BYD yang naik daun. Dua pabrikan China lainnya, Geely dan Li Auto, ikut menyusul dalam daftar 5 besar, masing-masing di posisi ketiga dan keempat.

Mereka sukses menyalip nama-nama besar seperti Volkswagen (VW) dan Stellantis, yang selama ini dianggap sebagai raksasa otomotif dunia.

Mobil Listrik China Salip Tesla di Peringkat Inovasi IMD 2025

Berikut daftar lengkap 10 besar produsen mobil paling inovatif versi IMD FRI 2025:

  1. BYD (100)
  2. Tesla (98.1)
  3. Geely (82)
  4. Li Auto (56.1)
  5. Kia (49.3)
  6. Volkswagen (48.8)
  7. Toyota (48.7)
  8. XPeng (48.3)
  9. General Motors (47.2)
  10. Ford (43.1)

Strategi Jitu: Mobil Listrik China Tak Lagi Bisa Diremehkan

Menurut Prof. Howard Yu, Direktur Center for Future Readiness IMD, kebangkitan mobil listrik China ini bukanlah kebetulan. BYD, Geely, Li Auto, dan XPeng sama-sama menunjukkan kecepatan beradaptasi dan inovasi teknologi yang luar biasa.

“BYD berhasil menyalip Tesla karena ekspansi teknologi dan jaringan produksi mereka yang masif,” jelas Yu. “Sementara pemain seperti Li Auto dan XPeng memanfaatkan kecepatan organisasi layaknya startup untuk merespons pasar dengan sangat cepat.”

Salah satu kunci sukses pabrikan China adalah pendekatan mereka yang software-centric. Alih-alih hanya fokus pada hardware seperti produsen mobil tradisional, mereka membangun kendaraan yang berorientasi digital sejak dari tahap desain.

Ini memungkinkan mereka melakukan update fitur, kalibrasi suspensi, dan perbaikan keamanan hanya lewat pembaruan software (OTA) tanpa perlu recall atau kunjungan bengkel.

Digitalisasi Jadi Senjata Utama

Mobil-mobil listrik buatan China juga unggul dalam aspek supply chain. Dengan sistem pelacakan digital, mereka bisa memantau pengiriman komponen secara real-time.

Ini membuat rantai pasokan mereka lebih efisien dan tangguh, bahkan saat dunia mengalami krisis semikonduktor.

Sementara produsen tradisional seperti VW dan Toyota masih terjebak dalam sistem produksi konvensional yang kompleks, brand China justru menunjukkan fleksibilitas luar biasa.

Mereka bisa meluncurkan model baru dalam waktu hanya 2-3 tahun, separuh dari waktu yang dibutuhkan pemain Barat.

Contohnya, Li Auto rutin menghadirkan pembaruan software setiap tahun untuk jajaran SUV listrik mereka. Mereka juga lihai mencuri start saat permintaan naik, dengan cepat meningkatkan produksi unit entry-level yang paling diburu konsumen.

Produsen Lama Kena Krisis Ganda

Sementara itu, pemain lama di industri otomotif sedang menghadapi krisis ganda. Pertama, pasar China yang selama ini jadi lumbung uang mereka justru menurun drastis.

Kedua, biaya pengembangan kendaraan listrik (EV) sangat tinggi dan menekan margin keuntungan.

VW contohnya, meski masih bertahan di posisi enam, namun mencatat penurunan kapitalisasi pasar sebesar -7.4% CAGR.

Strategi VW yang masih sangat hardware-heavy membuat mereka lambat merespons dinamika EV, apalagi menghadapi tekanan dari brand digital-first seperti BYD.

“Jika pemain lama tidak cepat berubah, mereka akan kehilangan relevansi,” tegas Yu. “Mereka harus mulai melihat mobil sebagai komputer berjalan, bukan sekadar kendaraan.”

Peluang Pemain Tradisional: Merek dan Kepercayaan Global

Meski begitu, bukan berarti game over bagi produsen otomotif lawas. Mereka masih punya satu keunggulan besar: brand equity dan kepercayaan pasar global.

Nama-nama seperti Toyota, Ford, dan GM telah hadir puluhan tahun dan punya jaringan layanan purna jual luas yang belum dimiliki pemain China.

Namun, tantangannya kini bukan hanya inovasi, tapi juga kecepatan. Pasar sudah bergerak cepat. Konsumen makin tech-savvy, dan ekspektasi terhadap mobil sebagai perangkat digital pun makin tinggi.

Dunia Otomotif Semakin Dipimpin Timur

Transformasi besar-besaran di dunia otomotif saat ini dipimpin oleh Asia, khususnya China. Bukan hanya karena skalanya, tapi juga karena mereka lebih cepat, lebih digital, dan lebih gesit.

Tesla pun kini harus ekstra waspada. Sementara produsen Eropa dan Jepang punya PR besar jika tak ingin makin tertinggal.

Tahun 2025 mungkin jadi titik balik, saat dominasi lama mulai digeser oleh pemain baru dari Timur. Dan dari sini, masa depan otomotif dunia akan ditentukan oleh siapa yang paling siap secara digital, bukan siapa yang paling tua. ****

.

.

.

.

.

.

  • Penulis: Selviyani Mimie

Baca Juga

  • pemenang lucky dip neta v ii di gjaw 2024 (1)

    1 Unit NETA V-II Diserahkan Kepada Pemenang Lucky Dip di GJAW 2024

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle dimas
    • visibility 213
    • 0Komentar

    1 Unit NETA V-II Diserahkan Kepada Pemenang Lucky Dip di GJAW 2024   OTOExpo.com , Jakarta –  NETA Auto Indonesia mencatatkan momen istimewa di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 dengan menyerahkan hadiah utama berupa satu unit NETA V-II kepada pemenang program Lucky Dip NETA V-II. Seremonial penyerahan dilakukan pada Sabtu, 30 November 2024, […]

  • Strategi DRMA Dalam Pengembangan Infrastruktur EV di Indonesia

    Strategi DRMA Dalam Pengembangan Infrastruktur EV di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 21 Des 2024
    • account_circle Pandito
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Strategi DRMA Dalam Pengembangan Infrastruktur EV di Indonesia   OTOExpo.com , Jakarta –  Makin serius mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia, emiten manufaktur komponen otomotif terkemuka di Tanah Air, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) giat mengembangkan ekosistem “Dharma Connect . “Dharma Connect yang sedang kami kembangkan ini merupakan suatu ekosistem kolaboratif yang lengkap dan bisa […]

  • Penjualan Tiket Early Bird Jakarta E-Prix 2025 Laris Manis

    Penjualan Tiket Early Bird Jakarta E-Prix 2025 Laris Manis

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Magoh
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Jakarta E-Prix 2025 sukses menarik perhatian dengan penjualan lebih dari 500 tiket Early Bird selama IIMS 2025. Dapatkan informasi lengkap tentang jadwal, kategori tiket, serta dampak positif ajang Formula E di Indonesia!

  • VIAR Promo TRADE IN Bersama PLN dan BRI
    Tak Berkategori

    VIAR Promo TRADE IN Bersama PLN dan BRI

    • calendar_month Senin, 9 Des 2019
    • account_circle Magoh
    • visibility 131
    • 0Komentar

    VIAR Promo TRADE IN Bersama PLN dan BRI, program trade in PLN ini, Karyawan PLN diberikan kesempatan untuk menukarkan kendaraan konvensional milik mereka menjadi kendaraan listrik yang baru.

  • EV Lebih Kotor dari Hybrid? Akio Toyoda Tantang Narasi Ramah Lingkungan Mobil Listrik

    EV Lebih Kotor dari Hybrid? Akio Toyoda Tantang Narasi Ramah Lingkungan Mobil Listrik

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Pandito
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Akio Toyoda kembali bikin heboh. Ia menyebut mobil listrik lebih mencemari lingkungan ketimbang hybrid. Apakah benar EV hanya mitos ramah lingkungan?

  • KLHN 2025 Ajang Bergengsi Honda dengan Semangat Layanan “Lebih Dekat, Lebih Hangat”

    KLHN 2025 Ajang Bergengsi Honda dengan Semangat Layanan “Lebih Dekat, Lebih Hangat”

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle dimas
    • visibility 161
    • 0Komentar

    KLHN 2025 Ajang Bergengsi Honda dengan Semangat Layanan “Lebih Dekat, Lebih Hangat”   OTOExpo.com , Jakarta –  Di dunia otomotif, pelayanan sering kali dianggap bonus setelah beli motor. Tapi buat PT Astra Honda Motor (AHM), pelayanan adalah ruh utama yang bikin konsumen tetap setia. Buktinya, tahun 2025 ini mereka kembali menggelar Kontes Layanan Honda Nasional […]

expand_less