Mobil Jarang Dipakai dan Cuma Diam di Garasi? Test Drive Ringan Jadi Kunci Agar Tak Cepat Rewel
- account_circle dimas
- calendar_month 8 menit yang lalu
- visibility 6

Mobil Lama Diam di Garasi Wajib Test Drive, Ini Risiko Jika Dibiarkan
Mobil Lama Diam di Garasi Wajib Test Drive, Ini Risiko Jika Dibiarkan
Mobil yang lama terparkir di garasi berisiko mengalami penurunan performa. Simak pentingnya test drive ringan untuk menjaga ban, rem, AC, dan kelistrikan tetap optimal.
OTOExpo.com , Jakarta – Memiliki lebih dari satu mobil kini bukan lagi hal yang asing. Di banyak rumah, garasi tak hanya menjadi tempat parkir satu kendaraan, melainkan dua, tiga, bahkan hingga lima mobil dengan fungsi berbeda.
Ada mobil harian, mobil keluarga, mobil hobi, hingga mobil lama yang sengaja “dipensiunkan” karena pemiliknya sudah beralih ke kendaraan yang lebih baru.
Namun, di balik kenyamanan memiliki banyak pilihan kendaraan, tersimpan satu risiko yang kerap luput dari perhatian: mobil yang terlalu lama diam di garasi justru berpotensi mengalami penurunan performa.
Mobil yang jarang dipakai sering kali dianggap aman karena tidak terpapar panas, hujan, dan kondisi jalan ekstrem. Padahal, secara teknis, kendaraan bermotor tetap membutuhkan pergerakan agar seluruh komponennya bekerja sebagaimana mestinya.
“Mobil itu bukan benda statis. Ketika terlalu lama tidak dijalankan, beberapa komponen justru bisa bermasalah karena tidak pernah bekerja,” ujar ahmad dzaelani seorang mekanik mobil di bilangan jakarta-timur.

Mobil Lama Diam di Garasi Wajib Test Drive, Ini Risiko Jika Dibiarkan
Mobil yang lama terparkir tanpa perawatan berisiko mengalami berbagai kendala ringan hingga serius. Mulai dari tekanan angin ban yang menyusut perlahan, permukaan ban yang berubah bentuk, hingga komponen kelistrikan yang terganggu akibat lembap atau digerogoti hewan pengerat.
Terlebih jika mobil diparkir di area terbuka atau garasi yang jarang dibersihkan. Debu, sisa makanan, hingga celah sempit di ruang mesin bisa menjadi tempat favorit tikus bersarang.
Karena itu, meluangkan waktu untuk sekadar memantau kondisi kendaraan yang jarang dipakai menjadi langkah preventif yang sangat disarankan.
Rajin Cuci Mobil
Langkah awal yang paling sederhana adalah mencuci mobil secara berkala. Selain menjaga estetika, proses ini membantu pemilik mendeteksi tanda-tanda tak wajar sejak dini.
Saat mencuci, perhatikan area sekitar mesin dan kolong kap. Apakah ada bekas sarang hewan, gigitan kabel, atau kotoran yang mencurigakan. Tikus dikenal sebagai musuh laten kendaraan yang jarang dipakai, terutama karena gemar merusak kabel dan selang.
“Kerusakan kelistrikan akibat tikus sering kali baru terasa saat mobil digunakan. Padahal tanda-tandanya bisa terlihat sejak awal kalau rutin dicek,” jelas bang Jay.
Test Drive Ringan
Setelah mobil bersih, jangan langsung menguncinya kembali. Sempatkan untuk menjalankan mobil dan melakukan test drive ringan, meski hanya di sekitar rumah atau kompleks perumahan.
Tidak perlu jarak jauh. Tujuan utama test drive ini adalah mengaktifkan kembali seluruh sistem kendaraan yang lama tidak bekerja.
“Tidak usah jauh-jauh, cukup di area kompleks perumahan. Tujuannya untuk menormalkan profil tapak ban yang lama diam di satu titik,” ujar bang Jay lagi.
Ban yang menopang bobot kendaraan dalam waktu lama tanpa bergerak berisiko mengalami perubahan bentuk sementara atau flat spot. Dengan menjalankan mobil, posisi tapak ban akan bergeser dan membantu menjaga bentuk ban tetap bundar serta seimbang.

Mobil Lama Diam di Garasi Wajib Test Drive, Ini Risiko Jika Dibiarkan
Test drive ringan juga memberi kesempatan untuk mengecek fungsi rem. Baik mobil dengan sistem ABS maupun non-ABS, respons pengereman harus kembali terasa pakem dan konsisten.
Begitu pula dengan power steering. Jika kemudi terasa berat, berbunyi, atau tidak sehalus biasanya, hal tersebut bisa menjadi indikasi awal adanya gangguan pada sistem kemudi.
“Banyak keluhan kecil sebenarnya bisa diketahui lebih cepat hanya dengan menjalankan mobil secara rutin,” tambah bang Jay.
Pantau Kelistrikan
Saat mobil berjalan, manfaatkan momen ini untuk mengecek seluruh komponen kelistrikan. Mulai dari headlamp, foglamp, lampu senja, lampu sein, hingga indikator di panel instrumen.
Selain itu, periksa juga fungsi wiper, power window, serta sistem audio. Komponen-komponen ini sering luput dari perhatian, padahal bisa mengalami penurunan fungsi jika terlalu lama tidak digunakan.
Masuk ke kabin, nyalakan AC (Air Conditioner). Rasakan apakah suhu dingin masih cepat tercapai, hembusan angin tetap normal, dan tidak muncul bau tidak sedap. AC yang jarang dinyalakan berisiko menjadi sarang jamur dan bakteri.
Ban
Satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan adalah kondisi ban, terutama tekanan anginnya. Mobil yang lama diam hampir pasti mengalami penurunan tekanan angin secara alami.
“Tekanan angin ban pasti berkurang kalau mobil lama tidak jalan. Ini hal yang wajar, tapi tidak boleh diabaikan,” jelas bang Jay.
Jika tekanan terlihat turun, segera lakukan pengisian ulang di tempat pengisian angin terdekat. Ban dengan tekanan ideal bukan hanya menunjang kenyamanan, tetapi juga menjaga kestabilan dan keselamatan berkendara.
Merawat mobil yang jarang dipakai tidak harus rumit atau mahal. Kuncinya adalah konsistensi melakukan perawatan sederhana: mencuci mobil, menjalankan mesin, test drive ringan, dan memantau fungsi utama kendaraan.

Mobil Lama Diam di Garasi Wajib Test Drive, Ini Risiko Jika Dibiarkan
Dengan kebiasaan ini, mobil akan tetap dalam kondisi prima dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan, tanpa kejutan tak menyenangkan di jalan.
Karena pada akhirnya, mobil yang dirawat meski jarang digunakan akan selalu memberikan rasa aman. Dan rasa aman itu sering kali bermula dari keputusan sederhana: menggerakkan mobil yang terlalu lama diam di garasi.*****
- Penulis: dimas
- Editor: RM.Dimas Wirawan

