News
light
Beranda » Aftermarket » Michelin Beyond Performance 2025 Inovasi, Kolaborasi, dan Masa Depan Mobilitas

Michelin Beyond Performance 2025 Inovasi, Kolaborasi, dan Masa Depan Mobilitas

  • account_circle dimas
  • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
  • visibility 126

Michelin Beyond Performance 2025 Inovasi, Kolaborasi, dan Masa Depan Mobilitas

Michelin Memantik Masa Depan Mobilitas di “Michelin Beyond Performance” Asia Pacific Media Day 2025

 

 

OTOExpo.com , Thailand –  Ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar karet yang bersentuhan dengan jalan. Di Saraburi, Thailand, Michelin Asia Pacific Media Day 2025 menjadi panggung di mana masa depan mobilitas bukan lagi hanya tentang kecepatan, tapi tentang keberlanjutan dan kolaborasi.

Bertajuk “Michelin Beyond Performance”, acara ini bukan sekadar perayaan produk melainkan manifesto tentang bagaimana sains, manusia, dan planet bisa berjalan seiring di lintasan yang sama.

Michelin menegaskan ambisinya untuk tidak lagi dikenal hanya sebagai pembuat ban, tetapi sebagai pemimpin global dalam teknologi komposit dan pengalaman hidup berkelanjutan, di bawah visi All-Sustainable: People × Profit × Planet.

Sorotan tertuju pada Manuel Fafian, Presiden dan CEO Michelin Asia Pasifik, sosok yang memimpin perubahan dengan keyakinan kuat.

“Ambisi kami melampaui performa,” ujarnya lantang. “Kami sedang membangun masa depan di mana setiap produk, solusi, dan pengalaman berkontribusi pada kehidupan yang lebih baik untuk manusia, untuk profit, dan untuk planet ini.”

Selain Fafian, hadir pula Cyrille Roget, Technical & Scientific Communication Director Michelin Group, yang membawa pendekatan ilmiah nan filosofis dalam menjelaskan konsep keberlanjutan Michelin.

Ia menggarisbawahi fakta mengejutkan: lebih dari 80% jejak lingkungan ban terjadi saat digunakan, bukan saat diproduksi.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab keberlanjutan tidak berhenti di pabrik, melainkan terus bergulir di setiap kilometer perjalanan.

Diselenggarakan di fasilitas Michelin Nongkhae, Saraburi, Thailand, acara Asia Pacific Media Day 2025 berlangsung dengan kehadiran para jurnalis, mitra industri, dan pemimpin opini lintas negara.

Lokasi ini bukan sembarang tempat di sinilah Michelin memperlihatkan bagaimana teknologi presisi dan filosofi hijau berpadu di lantai produksi, dari ban pesawat hingga truk & bus, semuanya berlandaskan pada efisiensi dan tanggung jawab lingkungan.

All-Sustainable

Karena masa depan mobilitas tak lagi bisa diukur dengan performa semata. Dunia sedang bergerak ke arah ekonomi rendah karbon, dan Michelin sadar bahwa peran mereka lebih besar dari sekadar produsen ban.

Inisiatif All-Sustainable bukan jargon, melainkan cetak biru strategi global yang menggabungkan people, profit, dan planet dalam keseimbangan.

Kolaborasi dengan berbagai mitra  termasuk DHL, Mon Transport, dan SweetVarnVarn menjadi bukti nyata bahwa keberlanjutan butuh jaringan, bukan ego.

Dalam sesi diskusi panel, para mitra berbagi praktik nyata dalam memperluas logistik berkelanjutan dan mengukur dampaknya lewat indikator kinerja lingkungan (KPI).

Seperti kata salah satu panelis dari DHL:

“Keberlanjutan bukan tentang siapa yang paling hijau, tapi siapa yang paling konsisten.”

Inovasi Michelin

Di balik layar, inovasi Michelin hadir dalam berbagai bentuk:

  • Desain ban berkelanjutan yang mengutamakan life cycle analysis

  • Bahan baku bio-based dan teknologi low rolling resistance

  • Pengembangan komposit ringan untuk industri dirgantara dan energi terbarukan

Peserta media juga diajak menelusuri dua jalur produksi utama Michelin di Nongkhae. Di sana, mesin presisi dan tangan manusia berpadu dalam harmoni menyatukan performa dan tanggung jawab ekologis.

Di setiap prosesnya, ada filosofi yang sederhana namun dalam: setiap ban yang lahir, harus membantu bumi tetap berputar dengan lebih bijak.

The Unexpected

Menariknya, acara ini tak hanya bicara soal ban. Michelin yang juga menaungi MICHELIN Guide menutup hari dengan pengalaman kuliner yang luar biasa:

Makan malam spesial di GOAT Bangkok, restoran berbintang satu MICHELIN, menyajikan menu yang terinspirasi dari “komposit”.

Setiap hidangan menjadi metafora dari inovasi Michelin: menggabungkan bahan-bahan lokal, sains, dan seni, menciptakan pengalaman sensorik yang menggambarkan filosofi perusahaan kuat, ringan, fleksibel, dan penuh makna.

“Sama seperti komposit yang menyatukan elemen berbeda untuk membentuk sesuatu yang lebih baik, kami juga menyatukan budaya, inovasi, dan keberlanjutan,” ujar sang chef GOAT dengan senyum simbolik.

Ban yang Cerdas

Meski Michelin tampak memimpin narasi keberlanjutan, tantangan tetap besar. Dunia otomotif masih terjebak dalam dilema antara inovasi teknologi dan keterjangkauan harga.

Teknologi komposit dan bahan bio-based masih relatif mahal untuk produksi massal, sementara rantai pasok global belum sepenuhnya siap untuk transisi cepat.

Namun di sinilah nilai lebih Michelin: mereka tidak menunggu dunia siap mereka justru menyiapkannya. Sebagaimana ban pertama mereka mengubah perjalanan manusia lebih dari seabad lalu, kini mereka berambisi mengubah cara kita memahami makna “bergerak.”

Melampaui Performa, Menuju Kehidupan

“Beyond Performance” bukan sekadar tema ini adalah state of mind. Michelin menegaskan bahwa masa depan mobilitas bukan hanya tentang roda yang berputar lebih cepat, tapi juga tentang bagaimana setiap putaran itu meninggalkan jejak yang lebih ringan di bumi.

Ketika sains, seni, dan tanggung jawab sosial menyatu dalam satu harmoni, Michelin telah melangkah lebih jauh dari sekadar produsen ban mereka kini adalah arsitek mobilitas masa depan.

Dan seperti kata Manuel Fafian menutup acara hari itu:

“Kami tidak hanya ingin dunia bergerak lebih cepat. Kami ingin dunia bergerak dengan hati.”

  • Penulis: dimas
  • Editor: Dimas Lombardi

✈︎ Random Artikel

expand_less