Lebih dari Sekadar Jualan Mobil, Suzuki Indonesia Perluas Aksi Sosial Multi-Sektor Sepanjang 2025
- account_circle Magoh
- calendar_month Sab, 31 Jan 2026
- visibility 33

LEBIH KAYA, SUZUKI INDONESIA KEMBANGKAN AKSI SOSIAL MULTI-SEKTOR
Suzuki Indonesia Perkuat Aksi Sosial Multi-Sektor 2025
LEBIH KAYA, SUZUKI INDONESIA KEMBANGKAN AKSI SOSIAL MULTI-SEKTOR
OTOExpo.com , Jakarta – Di tengah dinamika industri otomotif yang kian kompetitif, Suzuki Indonesia memilih langkah yang lebih luas dari sekadar mengejar angka penjualan. Sepanjang tahun 2025, perusahaan ini secara konsisten mengembangkan aksi sosial multi-sektor yang menyentuh pendidikan, lingkungan, hingga kemanusiaan sebuah pendekatan yang menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis tak bisa dilepaskan dari nilai kemanusiaan.
Bagi Suzuki, tanggung jawab sosial bukanlah program tempelan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang. Nilai ini tercermin dari keberlanjutan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terus disempurnakan agar memberikan dampak nyata, bukan sekadar simbolik.

LEBIH KAYA, SUZUKI INDONESIA KEMBANGKAN AKSI SOSIAL MULTI-SEKTOR
Menjelaskan arah tersebut, Joshi Prasetya, Strategic Planning Department Head PT Suzuki Indomobil Sales, menegaskan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan telah menjadi bagian integral dari visi perusahaan.
“Sebagai pelaku industri manufaktur otomotif, Suzuki memandang tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Tahun lalu, kami telah melibatkan ribuan generasi muda beserta puluhan institusi pendidikan untuk belajar langsung di pabrik Suzuki Cikarang. Langkah ini kami perkuat dengan komitmen berkelanjutan dalam pelestarian mangrove serta aksi Clean Up the World demi menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan,” ujar Joshi.
Pendekatan ini mencerminkan pergeseran paradigma industri otomotif, di mana nilai keberlanjutan dan keterlibatan sosial menjadi indikator kredibilitas merek, bukan sekadar pelengkap laporan tahunan.
Di sektor pendidikan, Suzuki secara aktif membuka pintu industri kepada generasi muda. Sepanjang tahun 2025, tercatat 5.974 pelajar dari 50 sekolah dan 15 institusi pendidikan mengikuti program kunjungan industri ke fasilitas Suzuki.
Bagi para pelajar, pengalaman ini bukan sekadar melihat lini produksi, tetapi memahami secara langsung bagaimana teknologi, efisiensi, dan disiplin kerja diterapkan di industri otomotif modern. Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori di ruang kelas dan realitas dunia kerja.
Tak berhenti di situ, Suzuki juga mengembangkan edukasi lingkungan untuk anak-anak, dengan pendekatan yang lebih personal. Salah satu General Manager PT SIS bahkan turun langsung sebagai pengajar, menyampaikan dua pesan kunci: budaya kebersihan anak-anak di Jepang dan edukasi pengelolaan sampah sejak dini.
Langkah ini bertujuan membangun kesadaran ekologis generasi muda, terutama di wilayah pesisir yang menjadi bagian dari area konservasi mangrove binaan Suzuki.
Isu lingkungan menjadi fokus utama Suzuki sejak 2024, khususnya dalam konteks pengurangan emisi karbon dan perlindungan ekosistem pesisir. Program pelestarian coastal greenbelt melalui penanaman mangrove tidak dijalankan secara seremonial, melainkan dengan pendekatan berbasis hasil.
“Kami memastikan setiap langkah konservasi memiliki dampak terukur. Hingga 2025, tingkat kelangsungan hidup mangrove di kawasan binaan Suzuki mencapai 89%. Ini merupakan kontribusi nyata Suzuki terhadap pelestarian ekosistem pesisir sekaligus mitigasi emisi karbon,” jelas Joshi.
Angka tersebut menjadi indikator bahwa keberlanjutan bisa diukur, dievaluasi, dan ditingkatkan bukan sekadar jargon hijau.
Komitmen lingkungan Suzuki juga diperluas melalui partisipasi dalam program global Clean Up the World, yang dilaksanakan serentak di 53 negara basis industri Suzuki. Di Indonesia, kegiatan ini berlangsung di Pulau Belitung dan Pulau Morotai, melibatkan 150 partisipan dari total 6.694 peserta global.
Sepanjang 2025, Suzuki Indonesia berhasil mengumpulkan lebih dari 500 kilogram sampah plastik, sekaligus menyalurkan fasilitas tempat sampah berkapasitas 100 liter.
Lebih jauh, perusahaan juga menginisiasi pengolahan limbah plastik setempat, sebagai langkah konkret menuju praktik ekonomi sirkular.

LEBIH KAYA, SUZUKI INDONESIA KEMBANGKAN AKSI SOSIAL MULTI-SEKTOR
Di luar pendidikan dan lingkungan, Suzuki juga menunjukkan kepedulian kemanusiaan. Saat banjir melanda wilayah Sumatra, Suzuki bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian menyalurkan donasi kemanusiaan yang didukung partisipasi seluruh karyawan.
Respons ini menegaskan bahwa CSR Suzuki tidak berjalan parsial, melainkan terkoordinasi dan tepat sasaran, terutama dalam situasi darurat.
“Seluruh inisiatif kepedulian lingkungan dan sosial dijalankan secara berkesinambungan. Hal ini menegaskan posisi Suzuki sebagai perusahaan yang aktif berkontribusi, bertanggung jawab, serta berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang,” tutup Joshi.
Melalui aksi sosial multi-sektor ini, Suzuki Indonesia memperlihatkan bahwa bisnis otomotif modern bukan hanya soal mesin dan angka penjualan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah merek tumbuh bersama masyarakat dan lingkungannya.****
- Penulis: Magoh
- Editor: RM.Dimas Wirawan
