Laporan Keuangan PT. Multistrada Arah Sarana, Tbk 2019
- account_circle dimas
- calendar_month Sel, 28 Jul 2020
- visibility 176

Laporan Keuangan PT. Multistrada Arah Sarana, Tbk 2019
Multistrada Arah Sarana Tbk mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba pada 2019 berkat strategi baru dan dukungan Michelin Group.
OTOExpo.com – Tahun 2019 menjadi fase penting bagi PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA). Tidak sekadar mencatat angka pertumbuhan, tahun ini juga menandai babak baru perjalanan perusahaan ban nasional tersebut setelah resmi berada di bawah naungan Michelin Group.
Di tengah dinamika industri otomotif global dan perubahan strategi bisnis, Multistrada justru berhasil membukukan kinerja positif, baik di pasar domestik maupun ekspor. Pencapaian ini menjadi fondasi kuat untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di tahun-tahun berikutnya.
Sepanjang tahun 2019, Multistrada mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 7 persen, dari USD 298,64 juta pada 2018 menjadi USD 318,26 juta. Pertumbuhan ini tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari kombinasi strategi penetapan harga yang lebih terukur, optimalisasi biaya, serta dukungan sistem dan proses pasca akuisisi oleh Michelin pada April 2019.
Pasar ekspor menjadi salah satu motor utama pertumbuhan. Amerika Serikat, sebagai salah satu target pasar strategis, menyumbang pendapatan sebesar USD 33,18 juta, menunjukkan daya saing produk Multistrada di pasar global.
Tak hanya pendapatan, kinerja laba juga menunjukkan perbaikan tajam. Laba kotor (gross profit) melonjak 68 persen, dari USD 20,88 juta pada 2018 menjadi USD 35,08 juta di 2019.
Peningkatan ini mencerminkan efektivitas kebijakan harga yang lebih agresif namun terkontrol, serta efisiensi biaya produksi yang mulai terasa setelah integrasi dengan Michelin Group. Secara keseluruhan, performa perusahaan dinilai mampu memenuhi target yang telah ditetapkan sejak awal tahun.
Di balik angka pertumbuhan, terdapat dinamika menarik di sisi volume penjualan. Penjualan ban kendaraan penumpang (passenger car) dan roda dua tercatat turun 6 persen. Penurunan ini bukan semata akibat melemahnya pasar, melainkan bagian dari penyesuaian strategi pemasaran dan optimalisasi basis konsumen.
Sementara itu, penjualan ban truk dan bus mengalami penurunan cukup tajam hingga 79 persen, dari 57.380 unit menjadi 11.950 unit. Seluruh penjualan di segmen ini difokuskan untuk pasar domestik, seiring evaluasi portofolio produk dan permintaan pasar.
Meski demikian, dari sisi nilai penjualan, Multistrada tetap mencatatkan pertumbuhan baik di pasar domestik maupun ekspor. Pasar dalam negeri tumbuh 1 persen, didorong kontribusi ban kendaraan penumpang dan roda dua, sedangkan pasar ekspor mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 9 persen.
Hingga akhir 2019, Multistrada memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar:
-
11 juta ban kendaraan penumpang, dengan tingkat utilisasi 67 persen
-
9 juta ban roda dua, dengan tingkat utilisasi 69 persen
Angka ini menunjukkan masih terbukanya ruang untuk peningkatan produksi di masa depan, seiring dengan perbaikan permintaan dan strategi ekspansi merek.
Presiden Direktur PT Multistrada Arah Sarana Tbk, Steven Vette, menegaskan bahwa proses integrasi dengan Michelin memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan.
“Setelah proses akuisisi, perusahaan mengambil langkah-langkah untuk mengoptimalkan biaya dan penetapan harga, serta menyelaraskan strategi bisnis dengan Michelin Group. Kami mengadopsi proses Michelin di area keuangan dan purchasing, dan berhasil mencatatkan pertumbuhan nilai penjualan sebesar 7 persen dibandingkan 2018,” ujarnya.
Sinergi ini menjadi bekal penting bagi Multistrada untuk meningkatkan daya saing, baik di tingkat regional maupun global.
Memasuki 2020, tantangan baru muncul dengan merebaknya pandemi Covid-19. Multistrada menempatkan keselamatan karyawan sebagai prioritas utama dengan menerapkan protokol kesehatan ketat di seluruh unit bisnis dan produksi.
Langkah-langkah pencegahan seperti pembatasan kunjungan dan perjalanan, penerapan jaga jarak, serta peningkatan standar kebersihan dilakukan secara konsisten.
Di sisi bisnis, pasar domestik tetap menjadi fokus utama karena potensi yang masih besar. Perusahaan berupaya meningkatkan tingkat utilisasi pabrik, menyempurnakan proses produksi, serta mengoptimalkan penggunaan bahan baku.
Ke depan, Multistrada juga memperkuat lini produknya dengan meningkatkan produksi merek yang sudah ada, sekaligus menambahkan BF Goodrich dan Uniroyal ke dalam portofolio.
Meski berada dalam tekanan pandemi, perusahaan berhasil memenuhi target produksi dan pengiriman perdana ban merek Uniroyal pada semester pertama 2020—sebuah sinyal positif atas kesiapan operasional dan strategi jangka panjang perusahaan.****
- Penulis: dimas


