Kompetisi Safety Riding Wahana 2025 Ini Justru Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Cara Kita Berkendara
- account_circle dimas
- calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
- visibility 196
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wahana Gelar Safety Riding Skill #Cari_Aman Competition 2025, Tingkatkan Keahlian dan Kesadaran Berkendara Aman
Kompetisi Safety Riding Wahana 2025 Ini Justru Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Cara Kita Berkendara
Wahana Gelar Safety Riding Skill #Cari_Aman Competition 2025, Tingkatkan Keahlian dan Kesadaran Berkendara Aman
OTOExpo.com , Jakarta – Dalam kesibukan kota dan riuhnya jalanan yang sering kali terasa seperti ruang kompetisi tanpa garis finis, ada sebuah upaya yang pelan-pelan menyalakan kesadaran: Safety Riding Skill #Cari_Aman Competition 2025, digelar oleh PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta–Tangerang.
Perhelatan ini bukan ajang balap, bukan pula unjuk kecepatan. Ini adalah panggung bagi mereka yang ingin menjadi lebih dari sekadar pengendara: menjadi pelindung diri, penjaga sesama, dan duta keselamatan di jalan raya.
Tanggal 25 November 2025 menjadi saksi ketika Safety Riding Center WMS di Jatake, Tangerang berubah menjadi arena edukasi yang hidup. Bukan karena deru mesin, melainkan karena antusiasme para peserta dari berbagai perusahaan dan komunitas Honda.
Dan di sinilah sebuah fakta mengejutkan terungkap: banyak pengendara sebenarnya punya potensi luar biasa, tapi belum tahu cara berkendara yang aman secara benar.
Sebuah Kompetisi yang Tidak Sekadar Kompetisi
Wahana mendesain ajang ini bukan sebagai lomba yang menentukan siapa paling cepat atau paling hebat. Sebaliknya, format komunitas, edukasi interaktif, dan praktik lapangan membuat ajang ini lebih terasa seperti workshop besar yang menyenangkan.
Ada 50 peserta yang terlibat berasal dari perwakilan perusahaan hingga komunitas Honda. Mereka diuji melalui rangkaian tantangan yang mencerminkan kondisi jalanan nyata:
-
teknik pengereman yang presisi
-
slalom course yang melatih kelincahan
-
simulasi membaca bahaya
-
kemampuan manuver dalam ruang sempit
-
kesadaran akan risiko di berbagai skenario
Semua dirangkai dalam spirit kampanye nasional Honda: #Cari_Aman. Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, menegaskan tujuan besar acara ini:
“Kegiatan ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi menjadi wadah untuk menanamkan budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab bagi semua pengguna jalan.” katanya.
Dan benar saja dari awal acara, atmosfernya langsung mengarah pada edukasi, bukan adu gengsi. Kompetisi ini juga wujud kontribusi nyata Wahana terhadap misi besar pemerintah dalam:
-
menekan angka kecelakaan lalu lintas
-
menurunkan tingkat fatalitas
-
memperluas kampanye keselamatan berkendara
Bukan hal kecil mengingat data kecelakaan mayoritas melibatkan sepeda motor. Karena itu, edukasi seperti ini tidak hanya penting, tapi mendesak. Menurut Agus Sani, instruktur senior dan tokoh keselamatan berkendara Wahana:
“Penting bagi pengguna motor Honda untuk memahami makna #Cari_Aman. Dari sini kami berharap peserta bisa menjadi duta keselamatan—membawa ilmu ini ke lingkungan perusahaan maupun komunitasnya.” ujarnya.
Inilah esensi program: bukan berhenti pada peserta, tetapi menjadi gelombang perubahan.
Unjuk Keahlian: Ketika Teknik Dasar Justru Menentukan
Meski bukan balapan, atmosfer kompetitif tetap terasa. Peserta dihadapkan pada serangkaian tes yang tampak sederhana, namun justru menentukan:
1. Pengereman Presisi
Mengajarkan bagaimana menekan rem depan dan belakang secara proporsional, kapan melakukan weight shifting, dan bagaimana menjaga titik berhenti tetap lurus.
2. Slalom Course
Melatih kontrol gas, counter steering, serta akurasi manuver di antara cone. Banyak peserta dibuat ‘kaget’ ketika menyadari bahwa teknik zig-zag tidak hanya tentang cepat, tapi ritme tubuh dan kestabilan motor.
3. Hazard Perception Test
Bagian penting yang sering diabaikan pengendara. Peserta diuji untuk mengenali potensi bahaya lebih cepat baik dari pejalan kaki, blind spot, hingga perubahan kondisi jalan. Setiap elemen ini dirangkai untuk memotret keterampilan nyata yang dibutuhkan di jalan raya.
Dan yang menarik: Hampir semua peserta tampil luar biasa, menunjukkan bahwa edukasi safety riding yang dilakukan Wahana selama ini benar-benar membuahkan hasil.
Ketatnya Penjurian dan Sulitnya Menentukan Pemenang
Dengan kemampuan peserta yang merata dan hasil tes yang konsisten, tim juri harus bekerja ekstra teliti. Setiap detil , mulai dari konsistensi pengereman, sudut manuver, hingga kesadaran situasional dinilai secara komprehensif.
Setelah melalui proses panjang, akhirnya dipilih tiga pemenang dari dua kategori: Private Company dan Community.
Pemenang Safety Riding Skill #Cari_Aman Competition 2025
Kategori Private Company
-
Juara 1: Irwan Irwanda – PT Adis Dimension Footwear
-
Juara 2: Taufik Ath Thaariq – PT Autochem Industry
-
Juara 3: Oki Pajar Rizkian – PT Telkom Akses
Kategori Community
-
Juara 1: M. Fauzan Yanuar Kurniawan – BRICT
-
Juara 2: Febrian Perkasa Amin Putra – Honda Independent Community
-
Juara 3: Ragil Diwantara – Honda
Para pemenang tak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga tanggung jawab lebih besar sebagai role model keselamatan berkendara di komunitasnya masing-masing.

Wahana Gelar Safety Riding Skill #Cari_Aman Competition 2025, Tingkatkan Keahlian dan Kesadaran Berkendara Aman
Lebih dari Sekadar Event Tahunan
Kompetisi ini sebenarnya adalah kelanjutan dari komitmen jangka panjang Wahana dan Honda dalam memastikan pengguna sepeda motor menjadi lebih terampil, sadar risiko, dan memahami bahwa berkendara aman bukan sekadar slogan.
Banyak pengendara sering lupa bahwa teknologi sebaik apa pun, ABS, CBS, kontrol traksi ,tidak akan berguna jika pengemudinya tidak mengerti cara berkendara yang benar.
Di sinilah Safety Riding Center WMS Jatake memainkan peran penting sebagai pilar edukasi bagi publik.
Pada akhirnya, Safety Riding Skill #Cari_Aman Competition 2025 mengingatkan kita bahwa keselamatan bukan tentang siapa yang paling kuat, paling cepat, atau paling berani. Keselamatan adalah tentang kontrol, kesadaran, dan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.
Jika budaya berkendara aman bisa menular dari 50 peserta ini ke ratusan, lalu ribuan orang di sekitar mereka maka kompetisi ini telah memenangkan sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar piala. Karena sejatinya, hadiah terbesar adalah pulangnya semua orang dengan selamat.****
- Penulis: dimas
- Editor: RM.Dimas Wirawan
