OtoExpo.comPemerintah melalui Kementerian Agama meminta dan menghimbau agar pihak Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dapat melampirkan bukti sisa pembayaran saat mengembalikan uang kepada jamaah yang akan membatalkan umrahnya.

Himbauan ini disampaikan langsung oleh Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag), Arfi Hatim.

“Dihimbau kepada PPIU, apabila ada dari jamaahnya yang ingin melakukan refund menjelaskan juga bahwa akan berlaku semacam syarat dan ketentuan tetapi tentu harus juga disertai dengan bukti-bukti yang telah dikeluarkan oleh biro penyelenggara umroh itu sendiri. Hal ini mengingat jika para jamaah tidak akan mendapatkan refund itu seratus persen,” jelas Arfi Hatim saat menghadiri undangan manasik umrah jamaah sebuah travel, Minggu (08/03/2020) kemarin.

Selanjutnya Arfi menambahkan, pemerintah yang dalam hal ini diwakili Kementerian Agama (Kemenag) telah melakukan berbagai upaya agar kebijakan Pemerintah Saudi menangguhkan sementara umroh tidak merugikan jamaah.

“Salah satu upaya yang telah dilakukan Kemenag adalah dengan meminta semua penyelenggara umroh melakukan reschedule tanpa adanya beban tambahan biaya kepada jamaah,” tegas Arfi.

Kepada jamaah yang hadir, Arfi pun memberikan penjelasan dan informasi diatas sebagai langkah lanjut demi menjaga kesehatan cashflow perusahaan penyedia jasa PPIU. Para jamaah umrah dimohon dapat memahami ketika menerima pengembalian uang yang diterima tidak lagi 100 persen.

Potongan yang ada disebabkan PPIU telah membayarkan uang jamaah untuk berbagai persyaratan umrah seperti visa, tiket pesawat, traportasi, hotel dan ketering.

“Sehingga kalau misalnya refund tidak 100 persen itu tolong juga dipahami oleh bapak dan ibu, jamaah sekalian,” katanya.

Pemerintah dan Kemenag menjelaskan kepada semua pihak terutama jamaah umrah, bahwa kondisi yang terjadi saat ini merupakah kondisi kahar atau force majeure yang tidak diinginkan oleh siapapun. Untuk itulah semua pihak diharapkan dapat memahami kondisi yang sedang terjadi.

1 Komentar

Comments are closed.