Kebiasaan Sepele Yang Bikin Busi Motor Berkerak! Bisa Bikin Tarikan Loyo & Bensin Boros
- account_circle dimas
- calendar_month Sab, 9 Agu 2025
- visibility 139

Kebiasaan Sepele Yang Bikin Busi Motor Berkerak! Bisa Bikin Tarikan Loyo & Bensin Boros
OTOExpo.com , Jakarta – Buat anak motor, busi itu ibarat “pemantik” kehidupan mesin. Kecil, murah, tapi penting banget.
Kalau busi sehat, motor enak dipakai. Tapi kalau busi bermasalah, siap-siap deh: mesin susah nyala, tarikan loyo, dan bensin kayak numpang lewat di tangki.
Nah, salah satu masalah yang sering bikin motor nggak enak dibawa adalah busi berkerak. Kerak ini bentuknya jelaga hitam pekat yang nempel di ujung busi.
Banyak yang mikir, “Ah, wajar, kan dipakai tiap hari.” Padahal, penyebabnya sering banget cuma kebiasaan remeh yang nggak kita sadari.

BUSI berkerak sudah dapat dipastikan tenaga loyo dan tidak maksimal
Penyebab Utama: Kebiasaan Jalan Pelan Terus
Menurut Diko Octaviano dari PT Nittera Mobility Indonesia (pabrikan busi NGK), kerak di busi alias carbon fouling biasanya muncul karena busi kerja di suhu rendah terus-menerus.
Bayangin gini: busi itu baru optimal kalau suhunya pas, sekitar 450°C ke atas. Kalau motor cuma dipakai buat jalan pelan, misalnya nganter anak ke sekolah 500 meter, belanja ke warung, atau muter-muter komplek, suhu busi nggak pernah panas. Hasilnya? Sisa pembakaran nggak kebakar habis, nempel deh jadi kerak.
Kalau ini kejadian berkali-kali, kerak makin tebal dan percikan api dari busi jadi lemah. Akhirnya, motor terasa loyo.
Efek Busi Berkerak ke Motor
Busi yang ketutup kerak itu ibarat kita nyalain korek gas tapi apinya kecil banget. Akhirnya pembakaran di mesin nggak maksimal. Dampaknya?
- Tarikan Jadi Berat – Gas udah dipelintir, tapi motor kayak malas gerak.
- Boros Bensin – Api kecil bikin bensin kebuang percuma karena nggak terbakar sempurna.
- Susah Nyala – Apalagi kalau pagi-pagi, starter bisa sampai bikin tangan pegal.
- Mesin Bisa Knocking – Kalau dibiarkan, pembakaran yang jelek bisa bikin mesin bunyi ketukan nggak wajar.
Busi Sehat vs Busi Berkerak
Kalau kita buka busi sehat, ujungnya bakal kelihatan warna cokelat muda atau abu-abu terang. Itu tandanya pembakaran normal.
Kalau busi berkerak? Warnanya hitam pekat, kadang agak basah. Kalau dipegang, rasanya kotor dan lengket kayak jelaga sisa bakaran arang.
Tips Biar Busi Nggak Cepat Berkerak
Biar busi awet dan motor nggak loyo, ada beberapa trik gampang:
- Sesekali Ajak Motor “Lari”
Bukan berarti ngebut ugal-ugalan, tapi kasih kesempatan mesin dan busi buat nyampe suhu optimal. - Panaskan Mesin di Pagi Hari
2–3 menit cukup, biar oli nyebar dan busi nggak kaget langsung kerja. - Pakai Bahan Bakar yang Sesuai
Ikutin rekomendasi pabrik, jangan asal pilih yang murah. - Servis Berkala
Bersihin busi tiap 4.000–6.000 km. Kalau udah aus, ganti. - Setelan Bahan Bakar Pas
Campuran bensin-udara yang terlalu “kaya” bikin kerak numpuk lebih cepat.
Kapan Harus Ganti Busi?
- Busi Nikel: Untuk busi NGK standar berbahan nikel, penggantian disarankan setiap 6.000-10.000 km untuk motor dan 20.000-40.000 km untuk mobil.
- Busi iridium NGK Laser Iridium, memiliki daya tahan lebih lama, bisa mencapai 48.000 km untuk motor dan 100.000 km untuk mobil, berdasarkan klaim NGK Busi.
Biasanya, untuk motor, penggantian busi umumnya direkomendasikan setiap 6.000-10.000 km. Sedangkan untuk mobil, penggantian busi bisa dilakukan setiap 20.000-40.000 km untuk busi standar dan hingga 100.000 km untuk busi iridium.
Lalu perhatiakan. juga berdasarkan kondisi fisik busi. Hal yang dilakukan adalah dengan periksa kondisi elektroda busi. Jika sudah aus atau terkikis, sebaiknya segera ganti.
Dan, jangan lupa untuk perhatikan warna elektroda. Jika sudah berubah warna menjadi coklat gelap, busi juga perlu diganti.
Akan tetapi, banyak yang menyarankan untuk mengganti busi setiap dua kali penggantian oli mesin.
Dan sebagai pengemudi ataupun pengendara tentu dapat merasakan jika tarikan motor terasa berat atau mesin sulit dihidupkan, ini bisa menjadi tanda busi perlu digant

NGK Busi sudah terjamin kualitasnya
Busi motor berkerak itu masalah kecil yang bisa bikin repot besar. Penyebabnya sering cuma karena kita terlalu sering jalan pelan dan jarak pendek. Solusinya gampang: rawat busi, sesekali kasih motor kesempatan “bernapas lega”, dan jangan malas servis.
Ingat, busi sehat = motor bertenaga + bensin irit + hati senang. ****
.
.
.
- Penulis: dimas
