Jangan Sembarangan Bersihin Busi, Bisa-Bisa Malah Rusak Mesin
- account_circle dimas
- calendar_month Sen, 2 Jun 2025
- visibility 126

BUSI berkerak sudah dapat dipastikan tenaga loyo dan tidak maksimal
Jangan Sembarangan Bersihin Busi, Bisa-Bisa Malah Rusak Mesin
OTOExpo.com , Jakarta – Buat kamu yang hobi otak-atik kendaraan sendiri, entah itu motor atau mobil, pasti udah nggak asing lagi sama yang namanya busi.
Komponen kecil ini punya peran besar dalam menjaga performa mesin tetap optimal. Karena fungsinya penting banget, banyak juga yang rutin bersihin busi supaya nggak ada gangguan pas nyalain mesin atau saat dipakai jalan.
Tapi, ternyata masih banyak yang salah kaprah dalam hal merawat busi, terutama waktu membersihkannya.
Banyak orang yang mikir kalau amplas atau sikat kawat adalah solusi instan buat ngilangin kerak karbon di ujung busi. Padahal, cara ini bisa berakibat fatal, lho!

Bersihin Busi Pakai Amplas? Stop Dulu!
Menurut Diko Oktaviano, Technical Support dari PT Niterra Mobility Indonesia (yang kamu kenal sebagai produsen busi NGK), membersihkan busi pakai amplas atau sikat kawat itu bukan solusi yang benar. Malah bisa merusak busi lebih cepat.
“Hindari keduanya (amplas dan sikat kawat), cukup pakai kain bersih, atau kalau mau, bisa menggunakan sikat yang benar-benar halus,” jelas Diko saat ngobrol dengan media.
Alasannya cukup logis, sih. Bagian elektroda di busi itu cukup sensitif, apalagi yang tipe iridium atau platinum.
Kalau digosok pakai amplas, permukaan elektroda bisa terkikis dan celah (gap) antara elektroda tengah dan ground bisa berubah.
Nah, kalau udah berubah, percikan apinya jadi nggak fokus, dan pembakarannya pun nggak sempurna.
Efeknya Bisa Bikin Mesin Brebet
Kalau kamu nekat terus-terusan bersihin busi pakai cara kasar kayak gitu, risikonya bukan cuma businya rusak.
Tapi bisa berpengaruh langsung ke performa mesin. Salah satu masalah paling umum adalah misfiring, yaitu saat ruang bakar gagal menyala dengan sempurna.
Efeknya? Mesin jadi brebet, tarikan berat, dan yang paling terasa: boros bensin!
“Dampak buruknya bisa terjadi misfiring, percikan api berubah, tak lagi fokus, sehingga pembakaran tidak sempurna. Ujung-ujungnya, ya harus ganti busi juga,” kata Diko.
Coba deh bayangin, niatnya cuma mau hemat dengan bersihin busi, eh malah jadi boros karena mesin nggak optimal. Belum lagi kalau kamu harus ganti busi lebih cepat dari seharusnya.
Kapan Sebaiknya Ganti Busi?
Nah, ini juga sering jadi pertanyaan: “Kalau busi kotor, harus dibersihin atau langsung diganti?”
Jawabannya tergantung tingkat keausan dan kondisi fisiknya. Kalau hanya ada sedikit karbon dan umur pakainya masih dalam batas wajar, kamu bisa bersihkan dengan hati-hati.
Tapi kalau udah banyak kerak, elektroda aus, atau jaraknya udah berubah, mending langsung ganti.
“Kalau sudah banyak karbon yang menempel, akan sulit dibersihkan. Satu-satunya solusi memang mengganti yang baru. Bila terus digunakan, bisa membuat tarikan mesin berat dan jadi lebih boros bahan bakar,” tambah Diko.
Untuk pemakaian harian, busi nikel biasanya punya umur sekitar 20.000 – 30.000 km, sedangkan busi iridium bisa sampai 100.000 km.
Tapi balik lagi, itu semua tergantung kondisi pemakaian, kualitas bahan bakar, dan perawatan rutin.
Tips Merawat Busi Supaya Awet
Biar kamu nggak sering-sering ganti busi (dan dompet tetap aman), ada beberapa tips simpel biar umur busi lebih panjang:
- Gunakan bahan bakar berkualitas. Bensin yang kotor atau berkadar oktan rendah bisa ninggalin lebih banyak residu karbon di ruang bakar dan busi.
- Servis berkala. Cek dan bersihkan busi tiap 10.000 km saat servis rutin. Kalau udah aus, minta mekanik buat ganti yang baru.
- Hindari overheat. Mesin yang sering panas berlebih bisa mempercepat kerusakan busi. Pastikan sistem pendingin kendaraan bekerja dengan baik.
- Nyalakan mesin dengan benar. Hindari starter berulang-ulang dalam waktu lama karena bisa mempercepat keausan elektroda busi.
Busi Juga Ada “Jenis Kelaminnya”
Eits, bukan gender ya maksudnya! Tapi busi itu ada berbagai tipe, tergantung bahan dan spesifikasinya.
- Busi Nikel: Umum digunakan di kendaraan standar. Murah, tapi umurnya relatif pendek.
- Busi Iridium/Platinum: Umur panjang, percikan api lebih stabil, cocok buat mesin modern atau performa tinggi.
- Busi Racing: Biasanya dipakai di balapan atau motor yang udah dimodifikasi. Umur pendek, tapi performa maksimal.
Jadi pastikan kamu pakai jenis busi yang sesuai dengan kendaraanmu. Jangan asal beli cuma karena murah atau katanya bagus.
Lebih Baik Ganti Daripada Memaksakan
Buat kamu yang sayang sama kendaraan, jangan nekat bersihin busi pakai cara-cara ekstrem kayak sikat kawat atau amplas. Selain nggak efektif, malah bisa bikin performa mesin ngedrop.

Kalau busi udah kotor banget atau aus, mending langsung ganti aja. Harga busi memang bervariasi, tapi jauh lebih murah dibanding kerusakan mesin yang bisa timbul akibat busi bermasalah.
Ingat, busi itu kecil tapi punya tanggung jawab besar. Jadi, perlakukan dia dengan lembut, bukan kasar! ****
.
.
.
.
.
.
- Penulis: dimas

