Berita
light_mode
Beranda » Tips » Jangan Sembarangan Bersihin Busi, Bisa-Bisa Malah Rusak Mesin

Jangan Sembarangan Bersihin Busi, Bisa-Bisa Malah Rusak Mesin

  • account_circle dimas
  • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
  • visibility 220
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jangan Sembarangan Bersihin Busi, Bisa-Bisa Malah Rusak Mesin

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Buat kamu yang hobi otak-atik kendaraan sendiri, entah itu motor atau mobil, pasti udah nggak asing lagi sama yang namanya busi.

Komponen kecil ini punya peran besar dalam menjaga performa mesin tetap optimal. Karena fungsinya penting banget, banyak juga yang rutin bersihin busi supaya nggak ada gangguan pas nyalain mesin atau saat dipakai jalan.

Tapi, ternyata masih banyak yang salah kaprah dalam hal merawat busi, terutama waktu membersihkannya.

Banyak orang yang mikir kalau amplas atau sikat kawat adalah solusi instan buat ngilangin kerak karbon di ujung busi. Padahal, cara ini bisa berakibat fatal, lho!

ngk busi Jangan Salah Pasang Busi

Bersihin Busi Pakai Amplas? Stop Dulu!

Menurut Diko Oktaviano, Technical Support dari PT Niterra Mobility Indonesia (yang kamu kenal sebagai produsen busi NGK), membersihkan busi pakai amplas atau sikat kawat itu bukan solusi yang benar. Malah bisa merusak busi lebih cepat.

“Hindari keduanya (amplas dan sikat kawat), cukup pakai kain bersih, atau kalau mau, bisa menggunakan sikat yang benar-benar halus,” jelas Diko saat ngobrol dengan media.

Alasannya cukup logis, sih. Bagian elektroda di busi itu cukup sensitif, apalagi yang tipe iridium atau platinum.

Kalau digosok pakai amplas, permukaan elektroda bisa terkikis dan celah (gap) antara elektroda tengah dan ground bisa berubah.

Nah, kalau udah berubah, percikan apinya jadi nggak fokus, dan pembakarannya pun nggak sempurna.

Efeknya Bisa Bikin Mesin Brebet

Kalau kamu nekat terus-terusan bersihin busi pakai cara kasar kayak gitu, risikonya bukan cuma businya rusak.

Tapi bisa berpengaruh langsung ke performa mesin. Salah satu masalah paling umum adalah misfiring, yaitu saat ruang bakar gagal menyala dengan sempurna.

Efeknya? Mesin jadi brebet, tarikan berat, dan yang paling terasa: boros bensin!

“Dampak buruknya bisa terjadi misfiring, percikan api berubah, tak lagi fokus, sehingga pembakaran tidak sempurna. Ujung-ujungnya, ya harus ganti busi juga,” kata Diko.

Coba deh bayangin, niatnya cuma mau hemat dengan bersihin busi, eh malah jadi boros karena mesin nggak optimal. Belum lagi kalau kamu harus ganti busi lebih cepat dari seharusnya.

Kapan Sebaiknya Ganti Busi?

Nah, ini juga sering jadi pertanyaan: “Kalau busi kotor, harus dibersihin atau langsung diganti?”

Jawabannya tergantung tingkat keausan dan kondisi fisiknya. Kalau hanya ada sedikit karbon dan umur pakainya masih dalam batas wajar, kamu bisa bersihkan dengan hati-hati.

Tapi kalau udah banyak kerak, elektroda aus, atau jaraknya udah berubah, mending langsung ganti.

“Kalau sudah banyak karbon yang menempel, akan sulit dibersihkan. Satu-satunya solusi memang mengganti yang baru. Bila terus digunakan, bisa membuat tarikan mesin berat dan jadi lebih boros bahan bakar,” tambah Diko.

Untuk pemakaian harian, busi nikel biasanya punya umur sekitar 20.000 – 30.000 km, sedangkan busi iridium bisa sampai 100.000 km.

Tapi balik lagi, itu semua tergantung kondisi pemakaian, kualitas bahan bakar, dan perawatan rutin.

Tips Merawat Busi Supaya Awet

Biar kamu nggak sering-sering ganti busi (dan dompet tetap aman), ada beberapa tips simpel biar umur busi lebih panjang:

  1. Gunakan bahan bakar berkualitas. Bensin yang kotor atau berkadar oktan rendah bisa ninggalin lebih banyak residu karbon di ruang bakar dan busi.
  2. Servis berkala. Cek dan bersihkan busi tiap 10.000 km saat servis rutin. Kalau udah aus, minta mekanik buat ganti yang baru.
  3. Hindari overheat. Mesin yang sering panas berlebih bisa mempercepat kerusakan busi. Pastikan sistem pendingin kendaraan bekerja dengan baik.
  4. Nyalakan mesin dengan benar. Hindari starter berulang-ulang dalam waktu lama karena bisa mempercepat keausan elektroda busi.

Busi Juga Ada “Jenis Kelaminnya”

Eits, bukan gender ya maksudnya! Tapi busi itu ada berbagai tipe, tergantung bahan dan spesifikasinya.

  • Busi Nikel: Umum digunakan di kendaraan standar. Murah, tapi umurnya relatif pendek.
  • Busi Iridium/Platinum: Umur panjang, percikan api lebih stabil, cocok buat mesin modern atau performa tinggi.
  • Busi Racing: Biasanya dipakai di balapan atau motor yang udah dimodifikasi. Umur pendek, tapi performa maksimal.

Jadi pastikan kamu pakai jenis busi yang sesuai dengan kendaraanmu. Jangan asal beli cuma karena murah atau katanya bagus.

Lebih Baik Ganti Daripada Memaksakan

Buat kamu yang sayang sama kendaraan, jangan nekat bersihin busi pakai cara-cara ekstrem kayak sikat kawat atau amplas. Selain nggak efektif, malah bisa bikin performa mesin ngedrop.

Busi Terendam Air Baiknya Ganti Baru

Kalau busi udah kotor banget atau aus, mending langsung ganti aja. Harga busi memang bervariasi, tapi jauh lebih murah dibanding kerusakan mesin yang bisa timbul akibat busi bermasalah.

Ingat, busi itu kecil tapi punya tanggung jawab besar. Jadi, perlakukan dia dengan lembut, bukan kasar! ****

.

.

.

.

.

.

  • Penulis: dimas

Baca Juga

  • Pesanan Besar Truk Lion Electric dari Amazon
    Tak Berkategori

    Pesanan Besar Truk Lion Electric dari Amazon

    • calendar_month Rabu, 13 Jan 2021
    • account_circle Abimanyu
    • visibility 151
    • 0Komentar

    OTOExpo.com | Amazon berencana untuk memiliki sekitar 2.500 truk Lion 6 dan Lion 8 all-electric dari produsen Kanada Lion Electric pada tahun 2025.

  • Booth Mazda di GIIAS 2025 Lebih Banyak Gaya daripada Mobil Baru

    Booth Mazda di GIIAS 2025 Lebih Banyak Gaya daripada Mobil Baru

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle dimas
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Booth Mazda di GIIAS 2025 tampil elegan dan estetik ala Jepang. Tapi, di balik desain cantik, kehadiran produk baru justru terasa tanggung. Mazda butuh lebih dari sekadar filosofi.

  • Mengenal Lebih Dekat Kia Carnival dan Kia Carens

    Mengenal Lebih Dekat Kia Carnival dan Kia Carens

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Abimanyu
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Kia Carnival dan Kia Carens hadir sebagai MPV modern yang menawarkan kenyamanan, fitur canggih, dan keamanan maksimal untuk perjalanan keluarga. Temukan keunggulannya di sini!

  • LEPAS Resmi Debut Global di GIIAS 2025!

    LEPAS Resmi Debut Global di GIIAS 2025!

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Abimanyu
    • visibility 154
    • 0Komentar

    LEPAS, merek baru dari Chery Group, debut di GIIAS 2025 dengan filosofi Natural Energy, desain terinspirasi alam dan Leopard, serta model L8, L6, dan L4.

  • KTB Berhasil Raih 167 SPK Di GIICOMVEC 2020

    KTB Berhasil Raih 162 SPK Di GIICOMVEC 2020

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle Magoh
    • visibility 160
    • 0Komentar

    KTB Berhasil Raih 167 SPK Di GIICOMVEC 2020, KTB berhasil meraih 167 spk. Raihan ini tentu tidak lepas dari kepercayaan para pebisnis dalam

  • Kelola Biaya Armada Hankook Tire Dengan Skema Cost Per Kilometer

    Kelola Biaya Armada Hankook Tire Dengan Skema Cost Per Kilometer

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle dimas
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Kelola Biaya Armada Hankook Tire Dengan Skema Cost Per Kilometer   OTOExpo.com , Jakarta –  Salah satu alokasi biaya operasional yang besar dalam perusahaan adalah operasional kendaraan. Biaya tersebut meliputi pengadaan, penggunaan, serta pemeliharaan, yang jika tidak melalui perencanaan yang cerdas, mengakibatkan pembengkakan beban operasional. Untuk menjawab permasalahan tersebut, produsen ban global Hankook Tire menyediakan […]

expand_less