Isuzu Skills Competition 2025 Komitmen SDM Atau Hanya Sekedar Seremonial?
- account_circle Abimanyu
- calendar_month Sen, 9 Jun 2025
- visibility 139

Isuzu Skills Competition 2025 Komitmen SDM Atau Hanya Sekedar Seremonial?
OTOExpo.com , Jakarta – Setiap tahun, Isuzu menggelar Isuzu Skills Competition alias ISC. Ajang ini sebenarnya bukan hal baru sudah eksis sejak 1995, dan sekarang di tahun 2025 sudah memasuki usia tiga dekade.
Tapi di tengah perkembangan industri otomotif yang makin digital dan kompleks, masih relevankah ISC sebagai ajang peningkatan skill atau cuma ajang seremonial yang mengulang-ulang format lama?
PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sih menyebut ISC sebagai bukti komitmen mereka untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di level frontliner alias orang-orang terdepan dalam melayani konsumen.
Tapi yang bikin beda tahun ini, ISC 2025 nggak cuma hadir buat mekanik, partman, dan anak-anak SMK binaan Isuzu, tapi juga mulai melibatkan sales dan operator pabrik.

Yes, total ada lima kategori utama: Mekanik, Partman, Sales, SMK, dan Operator (yang terbagi lagi jadi beberapa subkategori seperti Welding, Painting, QC, Warehouse, dan sebagainya). Jadi makin ramai memang.
Sekilas Tentang ISC 2025
Di tahun ini, seleksi ISC dimulai sejak Januari 2025. Peserta datang dari seluruh Indonesia dan harus melewati uji teori, praktik, sampai roleplay yang katanya sih biar lebih real dan sesuai kondisi lapangan.
Finalnya diadakan 4 Juni 2025 di Isuzu Training Center, Pondok Ungu, Bekasi.
Vice President Director PT IAMI, Anton Rusli, bilang ISC bukan cuma ajang lomba, tapi “pembuktian kalau SDM Isuzu punya kualitas dan bisa jadi pondasi pertumbuhan Isuzu di masa depan.”
Tema tahun ini: “Stronger Skills, Greater Growth”. Terdengar meyakinkan, tapi…
Dibalik Semangat “Stronger Skills”, Ada Pertanyaan Menggantung
Tidak ada yang salah dengan semangat membina SDM. Tapi di era otomotif yang lagi beralih ke elektrifikasi, digitalisasi bengkel, dan kebutuhan akan customer experience yang lebih kuat, sudahkah ISC mengikuti arah perubahan itu?
Contoh kecil: bagaimana penilaian untuk kategori sales? Apakah mereka hanya dinilai dari cara presentasi produk dan hafalan spesifikasi, atau ada ujian terkait pendekatan customer-centric, penguasaan tools digital, hingga pemahaman soal kendaraan niaga listrik yang mulai jadi tren?
Atau, untuk mekanik: apakah sudah ada evaluasi terhadap kemampuan mereka mendiagnosa kendaraan berbasis elektrifikasi atau konektivitas digital? Kalau hanya sekadar servis diesel dan bongkar turbo, ya jelas akan tertinggal.
Kerja Keras Terbayar, Tapi Apa Dampaknya?
Beberapa nama muncul sebagai juara dari tiap kategori. Yang paling menarik perhatian tentu saja Ilyas Trianda, perwakilan Capella Isuzu Pekanbaru, yang berhasil menyabet juara 1 kategori Sales.
“Alhamdulillah, ini rezeki dari Allah. Terima kasih untuk semua pihak di Capella Isuzu Pekanbaru yang sudah dukung,” katanya. Sebuah pengakuan tulus yang patut diapresiasi.
Tapi apakah kemenangan ini akan ditindaklanjuti dengan peningkatan karier? Apakah ada career path yang jelas setelah jadi juara ISC?
Begitu juga dengan Mursid Saputro dari Asco Isuzu Bekasi (Juara Mekanik), dan Rachananta Syafa Az Zahra dari SMK Negeri 7 Semarang (Juara SMK).
Para pemenang ini adalah aset. Tapi pertanyaannya, apa selanjutnya? Apakah mereka akan diberi pelatihan lanjutan, atau justru kembali ke posisi semula tanpa perubahan berarti?
Yang agak menarik, pemenang kategori Mekanik akan dikirim ke Jepang untuk ajang internasional Isuzu Grand Prix (I1-GP). Tapi yang lain? Apa cukup puas dengan sertifikat dan plakat?
11 Subkategori Operator
ISC 2025 juga membuka kategori untuk operator pabrik. Total ada 11 kategori operator, mulai dari Maintenance, Welding, Safety, Painting, sampai QC.
Niatnya bagus: membuka panggung bagi para pekerja produksi untuk unjuk kemampuan.
Tapi kritiknya, apakah penambahan kategori ini membuat ISC jadi terlalu “rame” dan kehilangan fokus? Alih-alih memperdalam kualitas di satu area, justru jadi lebar tapi dangkal?
Apakah setiap kategori punya sistem penilaian yang benar-benar detail, adil, dan berdampak pada pengembangan karier?
Ajang Apresiasi yang Harus Diperkuat Dampaknya
Jujur saja, ISC 2025 adalah bentuk komitmen yang patut dihargai. Di tengah tantangan industri otomotif, tidak banyak pabrikan yang mau serius mengasah SDM di level dealer dan pabrik.
Tapi tetap saja, ajang seperti ini harus lebih dari sekadar “acara tahunan” dengan pemenang yang hanya jadi nama di daftar.
Kalau Isuzu serius bicara soal peningkatan kualitas SDM, maka langkah lanjutan setelah ISC jauh lebih penting dari sekadar piala.
Ada banyak potensi dari para pemenang ini baik mekanik, sales, maupun operator yang bisa dioptimalkan lewat pelatihan lanjutan, program mentoring, bahkan skema pengembangan karier berbasis prestasi.
ISC harus jadi awal dari “growth journey”, bukan garis finish.
Rekomendasi untuk Isuzu:
- Integrasikan ISC dengan kurikulum pelatihan lanjutan yang relevan dengan tren otomotif (EV, digital tools, customer experience).
- Berikan program pembinaan berkelanjutan untuk para pemenang, bukan sekadar hadiah satu kali.
- Bangun ekosistem karier berbasis prestasi di dealer-dealer biar makin banyak SDM termotivasi untuk ikut ISC, bukan karena lomba, tapi karena ada masa depan.
- Evaluasi format ISC secara berkala agar tetap relevan dan adaptif dengan perkembangan industri.
Kalau memang tujuannya untuk menghasilkan SDM unggul, maka ajang seperti Isuzu Skills Competition bukan cuma soal menang atau kalah.
Tapi soal bagaimana setiap peserta tumbuh, dan bagaimana industri ikut naik kelas. Semoga ke depan, ISC bisa jadi benchmark bagi brand lain di industri otomotif Indonesia.****

DAFTAR PEMENANG ISUZU SKILL COMPETITION (ISC) 2025
Kategori Mekanik
Juara 1 : Mursid Saputro – Asco Isuzu Bekasi
Juara 2 : Dendy Yudha Ari Putra – Zirang Isuzu Tasikmalaya
Juara 3 : Sidiq Susilo Wibowo – TMS Isuzu Pontianak
Kategori Partman
Juara 1 : Rizki Rahmadiana – Astra Isuzu Bandung
Juara 2 : Sufriyanto – Astra Isuzu Balikpapan
Juara 3 : Rizki Eko Saputra – Astra Isuzu Palembang
Kategori Sales
Juara 1 : Ilyas Trianda – Capella Isuzu Pekanbaru
Juara 2 : Reny Puspita – Astra Isuzu Palembang
Juara 3 : Mochamad Jembar Lukito – Astra Isuzu Cirebon
Kategori SMK
Juara 1 : Rachananta Syafa Az Zahra – SMK Negeri 7 Semarang Sekolah Binaan Dealer Astra Isuzu
Juara 2 : M. Reykhan Dwi Saputra – SMK Kerabat Kita Bumiayu Sekolah Binaan Dealer Autotara Isuzu
Juara 3 : Febriyan Hafiludin – SMK Penda 2 Karanganyar Sekolah Binaan Dealer Sasami Isuzu
Kategori Operator Assembly
Juara 1 : Muhamad Fadillah Anwar
Juara 2 : Fredi Nanang Saputro
Juara 3 : Erlando Halomoan
Kategori Operator Maintenance
Juara 1 : Dafa Fauzan Alfariz
Juara 2 : Priyagung
Juara 3 : Andriana
Kategori Operator Welding
Juara 1 : Aditya Ferdian Syaka
Juara 2 : Wahyu Hutomo
Juara 3 : Herlambang Sasongko
Kategori Operator Safety
Juara 1 : Abdul Haris
Juara 2 : Eka Juana
Juara 3 : M. Hesam Mubarok
Kategori Operator Painting
Juara 1 : Santo Dwi Hartono
Juara 2 : Rahmat Hidayat
Juara 3 : Hariyanto
Kategori Operator Warehouse
Juara 1 : Teguh Raharjo
Juara 2 : Anjasmara
Juara 3 : Agiyan Marinto
Kategori Operator QC
Juara 1 : Wazri Himawansyah
Juara 2 : Aji Darmawan
Juara 3 : Akmaludin
.
.
.
.
.
- Penulis: Abimanyu

