OTOExpo.com – Isuzu Panther merupakan salah satu mobil legendaris yang terkenal kuat, kokoh dan irit bahan bakar. Mobil keluarga yang hanya tersedia dalam mesin diesel ini terkenal dengan slogannya saat itu “Pakai Panther, Pasti Pinter!”

Isuzu Panther pernah menjadi primadona sebagai kendaraan keluarga di tahun 90-an. Ilham Kurniawan (43) seorang karyawan di sektor pariwisata merupakan pemakai setia kendaraan ini. Sudah 2x dia mengganti Isuzu Panthernya hingga yang terakhir digunakan adalah Panther Turbo LS berwarna silver dengan tahun pembuatan 2012.

Angkot Isuzu Panther Berhasil Terobos Banjir Menjadi Viral
Angkot Isuzu Panther Berhasil Terobos Banjir Yang Menjadi Viral

“Isuzu Panther merupakan mobil favorite keluarga saya. Karena mobil ini sudah terbukti tangguh dan irit bahan bakar. Walaupun sekarang saya sudah punya mobil lain, tapi tetap saya tidak akan menjual Panther ini.” ungkapnya bangga.

29 Tahun

Isuzu Panther awal produksi di Indonesia pada tahun 1991 dengan menggunakan mesin berkapasitas 2.300cc. Seiring berjalannya waktu, Isuzu Panther menggantinya dengan mesin berkapasitas sebesar 2.500cc atas dorongan para penggunanya yang menginginkan mesin diesel dengan kapasitas tersebut.

Setelah 29 tahun diproduksi di Tanah Air, PT Isuzu Astra Motor Indonesia akhirnya memutuskan untuk “suntik mati” kendaraan keluarga legendaris tersebut.

Alasan yang dikemukakan, PT.IAMI terkendala dengan sistem gas buang Euro 4 yang di tentukan pemerintah dan dimplementasikan pada 2022 mendatang. Selain itu, peminat kendaraan ini semakin sedikit hingga memaksa PT.IAMI untuk stop produksi.

Isuzu Panther Positif Disuntik Mati
Attias Asril, General Manager Marketing Divising PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI)

“Dalam setahun terakhir, volume penjualan Isuzu Panther memang sudah kecil sekali, dan tidak terasa” terang Attias Asril selaku Marketing Division Head PT IAMI dalam sesi Ngobrol Virtual bersama Forwot, selasa (24/8/21).

Walaupun akan disuntik mati, bagi para pemilik isuzu Panther tidak perlu khawatir. Pasalnya PT.IAMI tetap menyediakan suku cadang hingga 8 – 10 tahun ke depan. “Selama populasi Panther masih ada, kami jamin ketersediaan onderdilnya” katanya.

Selama 29 tahun ‘perjalanannya’  di Indonesia, Isuzu mencatat Panther membukukan penjualan total sebanyak 433.117 unit, termasuk jenis minibus dan pikap.

PT.IAMI akan lebih fokus pada produk Isuzu lainnya seperti D-Max, Isuzu Traga, Isuzu Elf, Isuzu GIGA dan kendaraan penumpang Isuzu mu-X. Bahkan IAMI akan memperkenalkan mu-X terbarunya dengan langsung menyasar ke segmen high end. 

Attias juga mengatakan, Isuzu mu-X terbaru akan menyasar produk high end atau untuk konsumen kelas atas. Hal Ini tentu jauh berbeda dengan Isuzu mu-X lama yang masih menyasar ke konsumen menengah hingga ke atas.

Akan tetapi, Isuzu masih perlu waktu yang tepat untuk menghadirkan Isuzu mu-X baru di Indonesia terkait berbagai situasi dan kondisi saat ini.