OTOExpo.com Seiring dengan berjalannya waktu, terutama didorong oleh globalisasi, transaksi pengiriman uang melalui remitansi terus berkembang. Bank Indonesia melaporkan bahwa pada kuartal pertama tahun 2021, Indonesia telah menerima total remitansi hingga USD2.259 juta.  

Namun, industri remitansi juga membutuhkan sentuhan teknologi demi mempercepat dan mempermudah proses pengiriman uang antarnegara, sambil tetap mempertahankan standar keamanan dan kepatuhan (compliance) sesuai dengan regulasi yang ada.

Selama ini, banyak perusahaan remitansi, baik di dalam maupun di luar negeri, yang membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan lisensi operasional.

Selain itu, tingginya biaya dari kanal tradisional seperti bank juga menghambat proses pengiriman uang antarnegara.  

Instamoney Tawarkan Solusi Digital Industri Remitansi
Female student preparing to university exams studying financial education, skilled professional editing revenue analytic on netbook sitting at terrace table with documents and blank smartphone

Melihat hal ini, Instamoney, sebuah perusahaan fintech yang memiliki spesialisasi di bidang remitansi, membawa inovasi baru dalam kegiatan transfer dana di Indonesia. Instamoney didirikan pada tanggal 7 Februari 2018 dan memiliki izin Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran dari Bank Indonesia dengan nomor 11/5/DASP/2.  

Dengan misi untuk memudahkan bisnis dalam melakukan pengiriman uang, Instamoney membangun infrastruktur pembayaran otomatis menggunakan application programming interface (API) dan Batch Transfer yang memungkinkan transfer ke banyak rekening dengan biaya yang lebih terjangkau.

Ini berarti, klien dapat melakukan banyak transaksi remitansi secara sekaligus, dan telah dilengkapi dengan sistem pencegahan risiko. Sistem ini ditujukan untuk memitigasi risiko operasional dengan mengenali pola transaksi transfer dana, terutama transaksi yang mencurigakan.  

.……. Lanjut Laman 2


Laman: 1 2