Inovasi All-Solid-State Battery GAC Group Siap Ubah Masa Depan Kendaraan Listrik
- account_circle Abimanyu
- calendar_month Sel, 16 Des 2025
- visibility 113

Inovasi All-Solid-State Battery GAC Group Siap Menerobos Batasan Jarak dan Performa EV di Dunia
Inovasi All-Solid-State Battery GAC Group Siap Ubah Masa Depan Kendaraan Listrik
Inovasi All-Solid-State Battery GAC Group Siap Menerobos Batasan Jarak dan Performa EV di Dunia
OTOExpo.com , Jakarta – Dalam lanskap kendaraan listrik global, ada satu topik yang selalu mengendap di benak konsumen: seberapa jauh mobil ini bisa melaju sebelum berhenti untuk mengisi ulang? Pertanyaan sederhana, namun sarat makna. Bagi sebagian orang, ia menjadi penghalang emosional untuk beralih ke EV. Bagi pabrikan, ia adalah tantangan teknis yang tak pernah usai.
Di titik inilah GAC Group melangkah dengan langkah yang lebih senyap, namun berdampak besar. Pada pertengahan Desember 2025, pabrikan otomotif berteknologi tinggi asal Tiongkok ini mengumumkan kemajuan signifikan dalam pengembangan all-solid-state battery (ASSB)—teknologi baterai generasi baru yang diyakini mampu menggeser batas jarak tempuh, performa, dan rasa berkendara kendaraan listrik secara menyeluruh.
Bukan sekadar konsep atau jargon futuristik, ASSB versi GAC kini telah memasuki fase uji coba produksi sel berkapasitas besar, membuka jalan menuju era EV dengan daya jelajah yang lebih masuk akal untuk penggunaan sehari-hari, bahkan perjalanan lintas kota dan provinsi.
Berbeda dengan baterai lithium-ion konvensional yang masih mengandalkan elektrolit cair, all-solid-state battery menggunakan material elektrolit padat yang jauh lebih stabil. Perubahan ini tampak sederhana di atas kertas, namun implikasinya sangat mendalam di dunia nyata.
Secara teknis, ASSB yang dikembangkan GAC memiliki potensi kepadatan energi di atas 400 Wh/kg, hampir dua kali lipat dibanding baterai lithium-ion generasi saat ini. Angka ini bukan hanya statistik laboratorium, melainkan fondasi untuk menciptakan EV dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian.
Lebih dari sekadar jarak, struktur solid-state juga menawarkan stabilitas termal yang lebih baik, menurunkan risiko degradasi, serta menghadirkan suplai daya yang lebih konsisten. Hasilnya adalah pengalaman berkendara yang lebih halus, tenang, dan minim kompromi sesuatu yang selama ini menjadi titik kritik terhadap kendaraan listrik.
Keseriusan GAC dalam mengembangkan ASSB ditegaskan melalui pembangunan lini produksi all-solid-state battery berkapasitas besar pertama di Panyu, Guangzhou. Fasilitas ini kini memasuki tahap uji coba produksi sel dengan kapasitas 60 Ah ke atas, sebuah indikator penting menuju kesiapan manufaktur skala industri.
Menariknya, lini produksi ini mengadopsi teknologi proses anoda kering, yang menyederhanakan tahapan manufaktur menjadi satu alur terpadu. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga konsistensi kualitas—dua faktor krusial untuk teknologi baterai masa depan.
GAC menargetkan produksi massal ASSB pada periode 2027 hingga 2030, sekaligus menandai transisi dari fase inovasi menuju implementasi nyata di lini kendaraan mereka.

Inovasi All-Solid-State Battery GAC Group Siap Menerobos Batasan Jarak dan Performa EV di Dunia
Jika selama ini EV sering dipersepsikan sebagai perangkat teknologi beroda empat, ASSB justru membawa kendaraan listrik kembali ke esensi otomotif: rasa berkendara. Dengan struktur sel yang lebih kokoh dan stabil, distribusi daya menjadi lebih linear, akselerasi terasa lebih natural, dan karakter berkendara lebih mudah diprediksi.
Di sinilah ASSB tidak hanya berbicara soal angka, tetapi tentang feeling. Tentang bagaimana sebuah mobil melaju tanpa drama, tanpa getaran berlebih, dan tanpa kecemasan energi bahkan di kondisi lalu lintas padat atau perjalanan jarak jauh.
Pertumbuhan kendaraan listrik di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menjadikan ASSB sebagai elemen strategis dalam rencana ekspansi global GAC. Iklim tropis, jarak antar kota yang panjang, serta kebutuhan akan kendaraan yang efisien dan tahan lama membuat teknologi ini relevan secara nyata.
GAC menyebutkan bahwa ASSB akan mulai diterapkan pada model-model baru, termasuk lini premium HYPTEC mulai 2026.
Andry Ciu, CEO GAC Indonesia, menegaskan arah tersebut dalam pernyataannya:
“All-solid-state battery merupakan langkah besar menuju mobilitas yang lebih maju dan berkelanjutan. Dengan jarak tempuh yang lebih panjang serta pengalaman berkendara yang lebih premium, teknologi ini akan mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Indonesia tidak sekadar menjadi pasar penjualan, tetapi bagian dari peta strategis pengembangan EV GAC ke depan.
Sambil menyiapkan era ASSB, GAC telah lebih dulu menghadirkan jajaran kendaraan listrik di Indonesia sebagai fondasi ekosistem. Mulai dari AION V dengan opsi jarak tempuh hingga 602 km dan fitur kulkas dalam kabin, AION Y Plus yang menonjolkan efisiensi dan desain futuristik, hingga AION UT dengan klaim jarak tempuh terjauh di kelasnya.
Untuk segmen premium, Hyptec HT hadir membawa filosofi private jet, membuktikan bahwa EV juga bisa menawarkan kemewahan tanpa kehilangan efisiensi.
Model-model ini menjadi jembatan penting menuju implementasi ASSB secara penuh, sekaligus memperkenalkan konsumen Indonesia pada karakter EV ala GAC.
Meski menjanjikan, all-solid-state battery tetap membutuhkan waktu, investasi besar, dan kesiapan ekosistem. Infrastruktur pengisian daya, efisiensi biaya produksi, serta adaptasi pasar akan menjadi tantangan tersendiri. Namun langkah GAC yang memilih jalur bertahap—mulai dari riset, produksi uji coba, hingga roadmap jelas menuju mass production—menunjukkan pendekatan yang realistis, bukan sekadar ambisi.
Dengan all-solid-state battery, kendaraan listrik perlahan meninggalkan stigma keterbatasan. Jarak tempuh tidak lagi menjadi kecemasan, performa tidak lagi terasa artifisial, dan pengalaman berkendara kembali mengalir alami.
GAC Group tidak sekadar memperkenalkan teknologi baru, tetapi membuka babak baru dalam perjalanan EV—babak di mana mobil listrik tidak lagi meminta kompromi, melainkan menawarkan kebebasan.
Dan mungkin, dalam beberapa tahun ke depan, pertanyaan soal EV akan berubah dari “sejauh apa bisa melaju?” menjadi “ke mana Anda ingin pergi hari ini?”
- Penulis: Abimanyu
- Editor: Dimas Lombardi

