Berita
light_mode
Beranda » National » IMOS 2025 Ajang Pameran Motor yang Kembali Menghidupkan Gairah Roda Dua

IMOS 2025 Ajang Pameran Motor yang Kembali Menghidupkan Gairah Roda Dua

  • account_circle Magoh
  • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
  • visibility 174
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

IMOS 2025 Ajang Pameran Motor yang Kembali Menghidupkan Gairah Roda Dua

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Setelah sekian lama jadi rutinitas tahunan yang ditunggu-tunggu pecinta otomotif roda dua, Indonesia Motorcycle Show (IMOS) kembali hadir tahun ini.

Tepatnya pada 24-28 September 2025, ICE BSD akan jadi “sirkuit” dadakan tempat parade motor terbaru, test ride, dan serbuan gimmick dari berbagai merek.

Tapi, di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, pertanyaannya: Apakah IMOS 2025 bisa menjawab kebutuhan pasar yang makin selektif?

AISI Optimis, Tapi Pasar Belum 100% Pulih

IMOS 2025 datang di tengah angka penjualan yang mulai membaik, meski belum bisa disebut moncer. Menurut data AISI, penjualan motor domestik di semester pertama tahun ini mencapai 3,1 juta unit.

Sempat anjlok pada April karena efek libur Lebaran, tapi untungnya angka di bulan Juni kembali naik ke 509 ribuan unit.

Namun, optimisme ini sebaiknya jangan membuat kita lupa: pasar domestik masih menghadapi tekanan daya beli.

Harga kebutuhan pokok naik, suku bunga belum turun signifikan, dan cicilan kendaraan makin berat. Kenaikan tipis ekspor motor CBU sebesar 11,8% memang bisa jadi kabar baik, tapi tetap saja, yang menentukan keberhasilan IMOS bukan sekadar angka ekspor melainkan antusiasme masyarakat dan geliat pembelian di dalam negeri.

IMOS 2025 Ajang Pameran Motor yang Kembali Menghidupkan Gairah Roda Dua

IMOS

Sigit Kumala: IMOS Jadi Pemicu, Bukan Sekadar Pamer

Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI sekaligus Ketua Penyelenggara IMOS 2025, menyatakan bahwa pameran ini bukan hanya soal unjuk gigi produk, tapi juga pemicu permintaan.

“Di tengah tekanan ekonomi dan geopolitik, IMOS 2025 diharapkan jadi katalis bagi peluncuran inovasi dan peningkatan penjualan,” ujarnya.

Pernyataan ini terdengar optimis mungkin sedikit terlalu optimis. Faktanya, banyak konsumen hari ini lebih sensitif harga, bahkan mulai melirik pasar motor bekas atau menunda pembelian baru.

Tantangan yang dihadapi industri bukan cuma soal inovasi produk, tapi juga bagaimana membuat motor baru jadi terasa worth it dibanding alternatif yang lebih ekonomis.

Deretan Merek & Program Menarik: Masih Cukup Menggoda

Secara lineup, IMOS 2025 menjanjikan deretan merek besar dari anggota AISI, motor konvensional, motor listrik, hingga motor sport. Ada juga sederet industri pendukung seperti apparel, pelumas, suku cadang, dan teknologi digital.

Satu hal yang patut diapresiasi adalah area test ride yang jadi salah satu daya tarik IMOS dari tahun ke tahun. Ini memberi kesempatan langsung buat pengunjung mencoba motor incaran.

Tapi, akan lebih menarik kalau IMOS berani bikin terobosan baru seperti adu efisiensi antar motor listrik, atau perbandingan performa real-time yang bisa mengedukasi pengunjung, bukan sekadar ajang test gas dan rem di lintasan pendek.

Motor Listrik: Spotlight yang Masih Redup

Meski tren motor listrik mulai naik, pameran seperti IMOS masih terasa kurang “nendang” dalam mendorong adopsi massal.

Harga motor listrik yang masih mahal, infrastruktur charging yang belum merata, serta insentif yang terbatas membuat pengunjung kebanyakan masih sekadar “melirik”, belum sampai “melirik dompet.”

Harus diakui, banyak pabrikan memang sudah mulai memasukkan motor listrik dalam line-up mereka. Tapi seberapa banyak yang benar-benar siap jual dan ready stock, bukan sekadar display prototype?

IMOS seharusnya bisa jadi momen untuk mendorong konkretisasi ekosistem EV roda dua, bukan cuma etalase mimpi.

Komunitas, Kuis, dan Bazar: Hiburan atau Distraksi?

Seperti biasa, IMOS akan diramaikan juga dengan kegiatan komunitas, kuis interaktif, dan bazar merchandise. Ini tentu jadi nilai tambah, apalagi buat generasi muda yang menjadikan motor bukan cuma alat transportasi, tapi bagian dari lifestyle.

Namun, terlalu banyak gimmick kadang justru mengaburkan esensi utama: yaitu transaksi dan edukasi produk. Akan lebih ideal jika konten hiburan dibarengi diskusi atau talkshow dari pabrikan, soal tren teknologi, aftermarket, atau bahkan tips modifikasi legal.

 IMOS 2025, Tetap Layak Dikunjungi Tapi Harus Lebih Visioner

IMOS 2025 tetap jadi ajang yang layak dinanti, apalagi buat kamu yang sedang cari motor baru atau cuma ingin cuci mata.

Tapi, di tengah tantangan daya beli, pameran ini tak bisa hanya mengandalkan visual dan promo semata. Perlu narasi yang lebih kuat: bahwa motor baru bukan cuma keren, tapi juga efisien, ramah lingkungan, dan value for money.

Kalau pabrikan dan penyelenggara bisa menjawab tantangan ini, bukan tidak mungkin IMOS 2025 jadi momentum kebangkitan industri roda dua, bukan sekadar pameran tahunan yang penuh euforia sesaat.

Siap gas ke ICE BSD September nanti? Atau masih pikir-pikir karena cicilan belum lunas?

Yang jelas, jangan cuma datang buat selfie, tapi manfaatkan untuk cari tahu motor mana yang benar-benar cocok buat kebutuhan dan kondisi finansial kamu. ****

.

.

.

  • Penulis: Magoh

Baca Juga

expand_less