Berita
light_mode
Beranda » Tips » Hujan Bukan Alasan Berhenti, Tips Aman Menerobos Hujan Deras dengan Sepeda Motor

Hujan Bukan Alasan Berhenti, Tips Aman Menerobos Hujan Deras dengan Sepeda Motor

  • account_circle Abimanyu
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 81
  • print Cetak

Tips Aman Berkendara Motor Saat Hujan Deras, Anti Licin dan Tetap Fokus

Hujan deras bukan penghalang. Simak tips aman menerobos hujan dengan sepeda motor agar tetap selamat, nyaman, dan terhindar dari risiko kecelakaan.

OTOExpo.com , Jakarta –  Cuaca kini semakin sulit ditebak. Pagi hari bisa dibuka dengan langit biru dan sinar matahari yang ramah, namun tak lama setelah tengah hari, awan gelap datang membawa hujan deras lengkap dengan kilatan petir.

Bagi para pengendara sepeda motor—terutama yang menggantungkan mobilitas harian di atas roda dua situasi ini sering kali menjadi dilema.

Idealnya, ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, pengendara disarankan untuk menepi dan berteduh. Namun realita di lapangan tak selalu memberi pilihan. Tuntutan pekerjaan, jarak tempuh, hingga kondisi jalan membuat sebagian pengendara terpaksa harus menerobos hujan.

Jika kondisi tersebut tak bisa dihindari, maka keselamatan harus menjadi prioritas utama.

Hal paling mendasar namun kerap disepelekan saat hujan adalah perlengkapan berkendara. Jas hujan bukan sekadar pelindung dari basah, melainkan bagian dari sistem keselamatan.

Gunakan jas hujan model setelan (atasan dan bawahan) yang pas di badan. Model ini lebih aman dibanding jas hujan ponco yang berisiko tersangkut rantai atau roda belakang. Risiko kecil yang sering dianggap sepele ini justru bisa berujung fatal.

Lengkapi pula dengan:

  • Sarung tangan anti air agar grip tetap maksimal

  • Sepatu tertutup untuk melindungi kaki dari dingin dan cipratan air

  • Pakaian ganti sebagai antisipasi jika hujan berlangsung lama

Untuk helm, pilih yang telah dilengkapi kaca anti kabut (anti-fog). Pandangan yang terganggu oleh embun pada visor bisa menurunkan refleks, terutama saat hujan turun di malam hari.

Mengendalikan Motor, Bukan Sekadar Mengendarai

Saat hujan, karakter jalan berubah total. Aspal yang biasanya memberikan cengkeraman optimal bisa menjadi licin dalam hitungan menit. Oleh karena itu, gaya berkendara harus ikut menyesuaikan.

Kurangi kecepatan dan hindari akselerasi mendadak. Proses pengereman di jalan basah membutuhkan jarak lebih panjang dibandingkan kondisi kering. Rem mendadak bukan hanya berisiko membuat roda terkunci, tetapi juga meningkatkan potensi selip, terutama pada ban yang sudah aus.

Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan menjadi mutlak. Air hujan dapat mengaburkan pandangan, sementara refleks pengendara lain belum tentu sebaik yang kita harapkan.

Waspada Persimpangan dan Tikungan

Persimpangan jalan dan tikungan adalah dua titik yang membutuhkan kewaspadaan ekstra saat hujan. Di area ini, sering kali terdapat cairan licin seperti oli atau sisa bahan bakar yang tumpah dari kendaraan lain.

Dalam kondisi kering, noda tersebut mungkin tidak terlalu terasa. Namun ketika bercampur air hujan, permukaan jalan bisa berubah menjadi perangkap licin yang sulit diprediksi.

Kurangi sudut kemiringan motor saat menikung dan jaga bukaan gas tetap halus. Prinsipnya sederhana: semakin halus input pengendara, semakin stabil respon motor.

Genangan Air Menyimpan Banyak Kejutan

Musim hujan kerap membawa satu masalah klasik: genangan air. Sekilas terlihat sepele, namun genangan sering kali menyembunyikan lubang jalan, kontur aspal yang rusak, hingga pembatas jalan yang tak terlihat.

Trotoar yang tertutup air juga menjadi ancaman tersendiri. Tak sedikit pengendara kehilangan keseimbangan karena menghantam sisi trotoar yang tak kasat mata.

Jika genangan terlihat terlalu tinggi atau mencurigakan, lebih baik mencari jalur alternatif. Memaksakan diri menerobos genangan bukan hanya berisiko terjatuh, tetapi juga dapat merusak komponen motor.

Pilih Jalur dengan Genangan Paling Minim

Saat hujan deras, pilih jalur yang terlihat paling kering dan bersih. Biasanya, bagian tengah lajur lebih aman dibanding sisi jalan yang sering menjadi tempat berkumpulnya air dan kotoran.

Tips Aman Menerobos Hujan Deras dengan Sepeda Motor

Tips Aman Menerobos Hujan Deras dengan Sepeda Motor

Hal ini membantu mencegah terjadinya aquaplaning, kondisi di mana ban kehilangan kontak langsung dengan aspal akibat lapisan air. Meski lebih sering terjadi pada mobil, motor tetap bisa kehilangan traksi jika melaju terlalu cepat di atas genangan.

Berkendara di tengah hujan bukan hanya soal kemampuan mengendalikan motor, tetapi juga tentang sikap dan kesadaran. Menepi saat kondisi ekstrem, memilih jalur aman, serta mengalah demi keselamatan adalah bentuk kedewasaan berkendara.

Hujan memang tak bisa dihindari, namun risiko bisa diminimalkan dengan persiapan yang tepat dan perilaku berkendara yang bijak. Karena pada akhirnya, sampai tujuan dengan selamat selalu lebih penting daripada sekadar tiba lebih cepat.****

 

  • Penulis: Abimanyu
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

Artikel Menarik Lainnya

expand_less