Honda Brio Satya S CVT Meluncur, LCGC Otomatis Paling Masuk Akal Saat Ini
- account_circle Selviyani Mimie
- calendar_month Sel, 20 Jan 2026
- visibility 71

Honda Brio Hadirkan Varian CVT Terjangkau di Segmen LCGC untuk Berkendara Lebih Menyenangkan
Honda Brio Satya S CVT Resmi Hadir, Transmisi Otomatis Kini Tak Lagi Mahal di Kelas LCGC
Honda Brio Hadirkan Varian CVT Terjangkau di Segmen LCGC untuk Berkendara Lebih Menyenangkan
OTOExpo.com , Jakarta – Ada satu ironi kecil di pasar mobil Indonesia: transmisi otomatis semakin dibutuhkan, tapi sering kali terasa “tidak ramah” untuk segmen entry level. Honda tampaknya membaca situasi ini dengan cukup jeli.
Tanpa banyak sensasi, PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi menghadirkan Honda Brio Satya S CVT, sebuah varian yang pelan-pelan tapi tegas mengubah peta persaingan di segmen Low Cost Green Car (LCGC).
Langkah ini bukan sekadar menambah varian. Ia adalah pernyataan. Bahwa teknologi transmisi otomatis, yang selama ini identik dengan kelas di atasnya, kini bisa dinikmati lebih luas tanpa harus melompat terlalu jauh dari zona harga rasional.
Masuknya Brio Satya S CVT menjawab satu tren yang sulit dibantah: minat konsumen terhadap mobil bertransmisi otomatis terus meningkat, terutama di kota-kota besar dengan lalu lintas yang kian padat.
Honda tak sekadar menawarkan otomatis demi kenyamanan, tetapi membawa teknologi CVT yang sama dengan yang digunakan pada model Honda di segmen lebih tinggi.
Artinya, konsumen LCGC kini mendapatkan standar rasa berkendara yang sebelumnya terasa “kelas atas”: halus, responsif, dan mudah dikendalikan. Bahkan bagi pengemudi yang terbiasa dengan transmisi manual, adaptasi terasa lebih natural tanpa kehilangan sensasi kendali khas Honda.
Secara teknis, Continuously Variable Transmission (CVT) pada Brio Satya S CVT bekerja tanpa perpindahan gigi konvensional. Hasilnya adalah akselerasi yang mengalir mulus, tanpa hentakan, tanpa jeda yang mengganggu. Cocok untuk stop-and-go harian, tapi tetap cukup responsif ketika dibutuhkan.
Honda merancang sistem CVT ini tidak hanya untuk kenyamanan, tetapi juga efisiensi bahan bakar dan keandalan jangka panjang. Dua hal yang menjadi pertimbangan utama konsumen LCGC, selain biaya kepemilikan yang masuk akal.
Dapur pacunya masih setia pada mesin 1.200 cc 4-silinder yang telah teruji. Tenaga maksimum 90 PS pada 6.000 rpm dan torsi 110 Nm pada 4.800 rpm mungkin tidak terdengar bombastis, namun justru di situlah kekuatannya. Angka ini cukup untuk mobil kompak yang ringan, lincah, dan difokuskan untuk penggunaan harian.
Kombinasi mesin dan CVT menghadirkan keseimbangan antara performa, kenyamanan, dan kemudahan berkendara. Tidak berlebihan, tidak kekurangan.
Honda tidak mengubah DNA Brio Satya yang sudah dikenal luas. Varian S CVT tetap mempertahankan kelengkapan fitur yang sudah ada pada varian S sebelumnya. Desain velg serta pemilihan material kabin menampilkan kesan modern dan fungsional, selaras dengan karakter Brio sebagai mobil pertama bagi banyak konsumen Indonesia.
Tidak ada klaim berlebihan. Tidak ada gimmick visual yang memaksa. Brio Satya S CVT tampil apa adanya: ringkas, praktis, dan relevan.
Menurut Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, kehadiran varian ini merupakan respons langsung terhadap perubahan kebutuhan pasar.
“Penambahan varian Brio Satya S CVT merupakan langkah kami untuk memberikan pilihan yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini. Melalui varian ini, kami menghadirkan kemudahan berkendara dengan transmisi otomatis yang tetap efisien, terjangkau, dan fun to drive, tanpa mengorbankan value yang menjadi kekuatan utama Honda Brio,” jelasnya.
Pernyataan tersebut merangkum arah Honda dengan cukup lugas: otomatis tidak harus mahal, dan nyaman tidak harus mengorbankan efisiensi.
Sebagai salah satu model terlaris Honda di Indonesia, Brio telah lama menjadi gerbang pertama banyak konsumen memasuki dunia mobil. Desain yang tak lekang waktu, konsumsi BBM yang efisien, serta perawatan yang mudah menjadikannya pilihan aman, bahkan di tengah persaingan LCGC yang semakin padat.

Honda Brio Hadirkan Varian CVT Terjangkau di Segmen LCGC untuk Berkendara Lebih Menyenangkan
Kehadiran Brio Satya S CVT memperkuat posisi tersebut. Ia bukan menggantikan varian manual, melainkan melengkapi, memberi opsi bagi mereka yang ingin naik kelas dari sisi kenyamanan tanpa harus melompat jauh dari sisi anggaran.
Honda Brio Satya S CVT dipasarkan dengan harga Rp 183.500.000 (OTR Jakarta) untuk kepemilikan mobil pertama. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu LCGC otomatis paling rasional di pasar saat ini.
Dengan harga tersebut, konsumen mendapatkan teknologi CVT Honda, reputasi merek yang kuat, serta biaya kepemilikan yang tetap terkendali. Sebuah kombinasi yang sulit diabaikan, terutama bagi pembeli mobil pertama.
Honda Brio Satya S CVT mungkin tidak datang dengan teriakan besar. Namun justru di situlah kekuatannya. Ia hadir sebagai jawaban sederhana atas kebutuhan nyata: mobil otomatis yang nyaman, efisien, dan terjangkau.
Di segmen LCGC yang sering dipenuhi kompromi, Brio Satya S CVT menawarkan keseimbangan. Dan dalam dunia otomotif, keseimbangan seperti ini sering kali menjadi pembeda paling kuat.****
- Penulis: Selviyani Mimie
- Editor: RM.Dimas Wirawan
