Hino “Turunkan” Truk Asli ke Kampus, Mahasiswa Poltrada Bali Kini Belajar Langsung dari Mesin 5C
- account_circle dimas
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- visibility 125
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hino Serahkan Hino300 ke Poltrada Bali, Perkuat Pendidikan Vokasi Otomotif
Hino Serahkan Hino300 ke Poltrada Bali, Perkuat Pendidikan Vokasi Otomotif
Hino Serahkan 1 Unit Kendaraan Hino 300 dan Komponen Mesin 5C Kepada Poltrada Bali Untuk Kegiatan Praktik Mahasiswa
OTOExpo.com , Bali – Di tengah percepatan teknologi otomotif dan tuntutan industri yang kian presisi, pendidikan vokasi tak lagi cukup hanya mengandalkan teori dan simulasi.
Dunia kampus dituntut bersentuhan langsung dengan realitas industri. Inilah yang coba dijawab PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) lewat langkah nyata bukan sekadar wacana.
Berlokasi di Tabanan, Bali, Hino resmi menyerahkan satu unit kendaraan Hino 300 lengkap dengan komponen utama mesin diesel 5C kepada Politeknik Transportasi Darat Bali (Poltrada Bali). Bantuan ini menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Tahun Fiskal 2025, sekaligus lanjutan dari komitmen Hino dalam memperkuat pendidikan vokasi berbasis industri.
Bukan donasi simbolis. Yang diserahkan adalah kendaraan niaga sungguhan alat kerja yang sehari-hari beroperasi di jalanan, proyek logistik, dan distribusi nasional. Mahasiswa kini bisa membedah, memahami, dan menguji langsung teknologi yang selama ini hanya mereka lihat di buku atau layar.
Unit Hino 300 tersebut dilengkapi komponen inti mesin 5C, mulai dari cylinder block, cylinder head, connecting rod, camshaft, hingga crankshaft. Seluruhnya dirancang sebagai media praktik agar mahasiswa dapat mempelajari prinsip kerja mesin diesel secara menyeluruh dari mekanikal dasar hingga sistem kerja yang kompleks.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Presiden Direktur HMMI, Hiroshi Terawaki, kepada Direktur Poltrada Bali, Firga Ariani, S.E., M.M.Tr. Momen ini turut disaksikan oleh perwakilan Badan Pengembangan SDM Kementerian Perhubungan, yang diwakili oleh Bambang Siswoyo, S.T., M.T, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat.
Dalam sambutannya, Hiroshi Terawaki menegaskan bahwa CSR ini bukan kegiatan filantropi sesaat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Hino.
“Program CSR ini merupakan komitmen kami untuk mendukung pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Fasilitas praktik yang memadai akan membantu mahasiswa memahami teknologi kendaraan secara aplikatif. Kami berharap Poltrada Bali dapat terus melahirkan lulusan yang siap kerja, kompeten, dan andal,” ujar Terawaki.
Pernyataan tersebut mencerminkan perubahan paradigma industri otomotif global. Pabrikan tak lagi hanya fokus menjual produk, tetapi juga memastikan ekosistem SDM yang menguasai teknologi di baliknya. Tanpa teknisi, operator, dan engineer yang mumpuni, inovasi akan berhenti di atas kertas.

Hino Serahkan Hino300 ke Poltrada Bali, Perkuat Pendidikan Vokasi Otomotif
Dari sisi regulator, langkah Hino mendapat apresiasi penuh. Bambang Siswoyo menilai keterlibatan industri secara langsung adalah kunci keberhasilan pendidikan vokasi modern.
“Kolaborasi dengan dunia industri sangat penting. Kendaraan dan komponen praktik dari pabrikan seperti Hino memperkaya proses pembelajaran yang semakin dinamis dan kontekstual dengan kebutuhan lapangan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa penguatan vokasi harus adaptif terhadap perubahan zaman mulai dari digitalisasi transportasi, efisiensi energi, hingga keselamatan dan transformasi logistik nasional.
Langkah Hino ini menjadi contoh konkret konsep link and match yang selama ini digaungkan. Mahasiswa tidak hanya belajar “tentang kendaraan”, tetapi belajar dari kendaraan itu sendiri mengalami langsung tantangan teknis, toleransi komponen, hingga standar kualitas industri.
Bagi Poltrada Bali, kehadiran Hino 300 dan mesin 5C membuka peluang pembelajaran berbasis kasus nyata. Mahasiswa dapat mensimulasikan perawatan, diagnosis kerusakan, hingga memahami bagaimana kendaraan niaga dirancang untuk bekerja keras dalam berbagai kondisi.
Lebih jauh, inisiatif ini juga menjadi investasi jangka panjang bagi industri otomotif nasional. Lulusan vokasi yang siap pakai akan mempercepat adaptasi teknologi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing Indonesia di sektor transportasi darat dan logistik.
Di tengah tantangan global mulai dari elektrifikasi, efisiensi bahan bakar, hingga standar emisi langkah Hino menunjukkan bahwa masa depan otomotif tidak hanya ditentukan oleh teknologi tercanggih, tetapi juga oleh manusia yang mampu menguasainya.
Dan dari sebuah kampus di Bali, Hino menanam benih penting itu—satu truk, satu mesin, dan ratusan calon profesional masa depan.****
- Penulis: dimas
- Editor: RM.Dimas Wirawan
