Hasil Investigasi JETOUR T2 Tol Jagorawi, Penyebab Kebakaran & Sistem Safety Terbukti Aktif
- account_circle dimas
- calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
- visibility 92
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hasil Investigasi Insiden JETOUR T2 di Tol Jagorawi Disampaikan Bersama Kementerian Perhubungan dan KNKT
JETOUR T2 Terbakar di Tol Jagorawi, Ini Hasil Investigasi Resmi, Airbag Mengembang, Pintu Masih Bisa Dibuka!
Hasil Investigasi Insiden JETOUR T2 di Tol Jagorawi Disampaikan Bersama Kementerian Perhubungan dan KNKT
OTOExpo.com , Jakarta – Insiden kebakaran kendaraan di jalan tol selalu memicu kekhawatiran publik, apalagi jika melibatkan model SUV baru yang sedang naik daun.
Namun, berbeda dari spekulasi liar yang sering berkembang di media sosial, kasus insiden JETOUR T2 di Tol Jagorawi justru menjadi contoh bagaimana investigasi teknis dilakukan secara terbuka, sistematis, dan melibatkan regulator.
PT JETOUR Sales Indonesia bersama Kementerian Perhubungan RI serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) resmi menyampaikan hasil investigasi atas insiden lalu lintas yang melibatkan unit JETOUR T2 di ruas Tol Jagorawi.
Klarifikasi dilakukan melalui audiensi resmi yang menghadirkan unsur otoritas keselamatan transportasi, termasuk tim uji tipe kendaraan dan perwakilan Balai Pengujian Laik Jalan serta Sertifikasi Kendaraan Bermotor Bekasi.

Hasil Investigasi Insiden JETOUR T2 di Tol Jagorawi Disampaikan Bersama Kementerian Perhubungan dan KNKT
Audiensi investigasi dipimpin oleh Yusuf Nugroho, S.T., M.T, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan RI.
“Kami mengapresiasi PT Jetour Sales Indonesia atas respon cepat dalam melakukan investigasi terhadap kejadian yang ada. Tujuan diselenggarakannya klarifikasi ini adalah untuk memperoleh penjelasan terkait kronologi dan hasil investigasi atas insiden kendaraan merek Jetour, dengan fokus pada spesifikasi teknis kendaraan, sistem keselamatan (safety system), serta mekanisme perlindungan terhadap risiko kebakaran,” jelas Yusuf Nugroho.
Salah satu poin krusial yang diluruskan dari hasil investigasi adalah soal jenis benturan. Berdasarkan analisis teknis yang dipaparkan, insiden JETOUR T2 ini bukan tabrak belakang seperti dugaan awal yang sempat beredar, melainkan tabrak samping.
Benturan tersebut terjadi dengan intensitas tinggi, menyebabkan roda depan kiri dan roda belakang kiri mengalami kerusakan berat. Dampak lanjutan dari kondisi itu membuat kendaraan mengalami kontak ekstrem dengan permukaan jalan.
Di titik inilah faktor kebakaran muncul.
Investigasi menyebutkan bahwa setelah benturan, terjadi gesekan langsung bagian bawah kendaraan dengan aspal, yang memicu munculnya api sebagai efek lanjutan pasca benturan keras. Dengan kata lain, kebakaran bukan berasal dari “ledakan tiba-tiba” atau kegagalan sistem tanpa sebab, melainkan akibat kondisi fisik kendaraan yang sudah mengalami deformasi berat di area kaki-kaki dan kolong.
Secara teknis, kasus seperti ini sering terjadi pada kecelakaan dengan kerusakan roda berat, karena roda yang rusak membuat bagian sasis atau komponen bawah turun dan bergesekan langsung dengan jalan pada kecepatan tinggi.
Dalam investigasi keselamatan kendaraan, indikator utama bukan hanya soal penyebab api, tetapi bagaimana kendaraan melindungi penumpang saat benturan.
Hasil klarifikasi menyebutkan bahwa sistem keselamatan JETOUR T2 bekerja sesuai desain.
Airbag dilaporkan mengembang penuh saat benturan terjadi, menunjukkan sensor benturan dan modul SRS (Supplemental Restraint System) berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, struktur kendaraan dinyatakan tetap stabil, tidak mengalami rollover atau terguling.
Fakta penting lainnya adalah pintu kendaraan masih dapat dibuka secara normal setelah benturan serius. Dalam investigasi crashworthiness, kondisi pintu yang tetap bisa dibuka sering menjadi indikator bahwa deformasi rangka tidak merusak struktur kabin secara fatal, sekaligus penting untuk proses evakuasi penumpang.
Dengan demikian, integritas struktur kendaraan dinilai tetap memenuhi parameter keselamatan yang dirancang pabrikan.
-
ASEAN NCAP
-
ECE R153
-
ECE R34
-
serta regulasi lainnya yang berlaku untuk homologasi kendaraan di pasar domestik
Khusus ECE R34, regulasi ini berkaitan erat dengan aspek keselamatan kendaraan terhadap risiko kebakaran, terutama dalam konteks sistem bahan bakar dan perlindungan pasca tabrakan.

Hasil Investigasi Insiden JETOUR T2 di Tol Jagorawi Disampaikan Bersama Kementerian Perhubungan dan KNKT
Ini menjadi poin penting karena publik sering mengaitkan insiden kebakaran kendaraan dengan asumsi kendaraan tidak memiliki standar perlindungan yang cukup, padahal dalam kecelakaan ekstrem, kebakaran dapat dipicu oleh kombinasi benturan dan gesekan material di area kolong kendaraan.
Presiden Direktur PT JETOUR Sales Indonesia, Peter Zhang, menegaskan investigasi dilakukan dengan prinsip terbuka dan berbasis data.
“Sejak awal kami berkomitmen untuk menelaah insiden ini secara teknis, terbuka, dan berbasis fakta. Hasil investigasi menunjukkan bahwa sistem keselamatan kendaraan bekerja sesuai standar yang berlaku. Keselamatan konsumen merupakan prioritas utama kami dan kami akan terus memastikan setiap produk JETOUR memenuhi regulasi dan standar kualitas tertinggi,” ujar Peter Zhang.
Dari paparan regulator dan hasil teknis yang disampaikan, investigasi mengarah pada kesimpulan bahwa insiden ini terjadi karena benturan samping ekstrem, yang merusak kaki-kaki dan roda kiri kendaraan, lalu memicu gesekan kolong dengan aspal hingga menimbulkan api.
Sementara itu, sistem keselamatan utama seperti airbag, struktur bodi, dan akses pintu dinyatakan bekerja sesuai fungsi.
JETOUR Sales Indonesia menutup klarifikasi ini dengan menegaskan komitmen untuk terus melakukan evaluasi produk, mematuhi seluruh regulasi keselamatan di Indonesia, serta menjaga komunikasi publik tetap transparan agar konsumen mendapatkan kepastian informasi yang akurat.****
- Penulis: dimas
- Editor: RM.Dimas Wirawan
