Hankook Tire Cetak Rekor Pendapatan Tertinggi Q3 2025 Berkat Ban High-Inch & EV
- account_circle dimas
- calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
- visibility 216
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hankook Tire Cetak Rekor Pendapatan Tertinggi Q3 2025 Berkat Ban High-Inch & EV
Hankook Tire Cetak Rekor Pendapatan Tertinggi Q3 2025 Berkat Ban High-Inch & EV
Hankook Tire Catat Rekor Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah di Kuartal III 2025 Berkat Penjualan Ban High-Inch dan OEM EV
OTOExpo.com , Korea – Industri ban global akhir-akhir ini penuh dinamika mulai dari fluktuasi bahan baku, tarif komponen otomotif AS, hingga percepatan adopsi kendaraan listrik (EV). Namun, di tengah pasar yang makin keras dan kompetitif, Hankook Tire justru berhasil mencetak sesuatu yang jarang terjadi: rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Pada Kuartal III 2025, Hankook Tire & Technology membukukan pendapatan konsolidasi KRW 5,4127 triliun dengan laba operasional KRW 585,9 miliar. Angka ini bukan sekadar naik tapi melesat, mengonfirmasi bahwa strategi mereka di segmen ban besar dan ban EV berjalan mulus.
Dan kalau ada brand yang paling agresif mendorong teknologi ban EV secara nyata, Hankook mungkin termasuk yang paling serius bukan cuma kampanye marketing belaka.
Penjualan Ban Q3 2025
Dari sisi divisi ban, Hankook mencetak KRW 2,707 triliun pendapatan, tumbuh 11,2%, sementara laba operasional mencapai KRW 519,2 miliar pertumbuhan 10,4% year-on-year.
Ini bukan sekadar pencapaian biasa. Ini adalah:
Rekor kuartalan tertinggi dalam sejarah perusahaan.
Dua faktor yang paling berperan?
-
Naiknya penjualan ban pengganti (replacement) di banyak negara
-
Meningkatnya suplai ban OEM untuk merek EV premium
Lalu ada faktor “bonus” yang ikut membantu: penurunan biaya bahan baku dan logistik global, yang mengurangi dampak tarif otomotif AS. Di tengah pasar yang mudah gonjang-ganjing, Hankook justru memanfaatkan momentum secara efektif.
Ban High-Inch
Pasar ban global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren jelas—konsumen semakin memilih kendaraan dengan velg besar.
Di sinilah Hankook tampil kuat:
-
Ban 18 inci ke atas kini menyumbang 47,4% total penjualan PCLT, naik 2,6 poin persentase dari tahun sebelumnya.
Untuk ukuran industri ban, naik 2–3 poin itu termasuk sangat besar. Segmen ini juga margin-nya lebih tebal, dan jelas lebih stabil.
Hankook tahu betul:
“Velg makin besar, margin makin sehat.” Dan mereka benar.
Ban EV
Segmen ban kendaraan listrik adalah arena yang keras—tuntutan rolling resistance rendah, NVH minim, daya tahan tinggi, dan bobot kendaraan EV yang lebih berat dari mobil biasa.
Namun Hankook justru menikmati lonjakan:
-
Kontribusi penjualan ban EV naik menjadi 27%, naik 7 poin dibanding tahun lalu.
Ini bukan pertumbuhan kecil. Ini sinyal kuat bahwa Hankook mulai mengambil posisi dominan di pasar yang akan menjadi masa depan industri otomotif. Portfolio OEM mereka pun bukan main-main:
-
Porsche Macan EV
-
BMW iX
-
BMW New i4
-
BMW New X3 EV
-
Xiaomi YU7 (pendatang baru yang agresif)
Sekarang, Hankook memasok ban untuk lebih dari 290 model dari 50 merek otomotif global. Itu level dominasi yang sulit dilawan.
Hanon Systems
Mulai Q1 2025, Hanon Systems resmi menjadi anak perusahaan Hankook.
Kontribusinya di Q3 2025 tidak bisa dianggap kecil:
-
Pendapatan KRW 2,7057 triliun (naik 8,2%)
-
Laba operasional KRW 95,3 miliar, naik drastis 48,2% secara kuartalan
Segmen manajemen termal adalah kunci era EV pendinginan baterai, inverter, dan motor listrik tidak bisa setengah-setengah.
Hankook sekarang memiliki “dua mesin utama” dalam satu grup: ban + manajemen termal EV.
Ini kombinasi yang tidak dimiliki banyak perusahaan ban dunia.
Penghargaan Global
Di ajang WhatTyre Awards, Hankook iON yang digadang-gadang sebagai ban EV pertama di dunia—menang penghargaan EV Tire of the Year. Sementara lini Ventus memenangi Performance Tire of the Year.
Ini bukan penghargaan sembarangan. Ajang ini dikenal ketat, objektif, dan sering dijadikan referensi banyak pabrikan mobil Eropa.
Artinya? Teknologi Hankook bukan cuma unggul di atas kertas, tapi sudah diakui di pasar paling kritis di dunia.
Motorsport
Tidak banyak yang sadar: Hankook adalah pemasok ban resmi di lebih dari 70 ajang balap internasional, termasuk:
-
FIA World Rally Championship (WRC)
-
ABB FIA Formula E Championship
-
Lamborghini Super Trofeo
Dari sisi marketing, ini memberi efek penguatan brand premium. Dari sisi teknis, pengalaman ini menciptakan:
Transfer teknologi UHP (Ultra High Performance) yang akhirnya masuk ke produk jalan raya.
Dan ketika sebuah brand mendominasi dunia balap dan EV secara bersamaan, itu bukan hal yang umum.
Hankook Mulai Menjauh dari Kompetitor
Ada tiga hal penting yang perlu digarisbawahi:
-
Hankook bukan lagi pemain “tier-2”. Pencapaian finansial Q3 2025 sudah masuk kelas premium.
-
Diversifikasi bisnis (ban + thermal management) membuat model bisnis mereka semakin solid.
-
Pertumbuhan tinggi di segmen EV menunjukkan bahwa Hankook sedang membangun fondasi dominasi jangka panjang.
Namun ada catatan kritis:
-
Ketergantungan pada pasar EV premium bisa berubah menjadi risiko jika pasar global melambat.
-
Kenaikan suku bunga global tetap bisa menekan pembelian mobil listrik.
-
Kompetitor seperti Michelin dan Pirelli juga agresif mengembangkan ban EV.
Meski begitu, angka Q3 2025 membuktikan satu hal:
Hankook sedang menikmati masa keemasan dan momentum ini belum terlihat akan melambat.
- Penulis: dimas
- Editor: Dimas Lombardi
