Hankook dan Upaya Memecah Batas Gender di Dunia Motorsport
- account_circle dimas
- calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
- visibility 140
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hankook dan Upaya Memecah Batas Gender di Dunia Motorsport
OTOExpo.com , Jakarta – Sudah bukan rahasia lagi bahwa motorsport selama ini didominasi oleh kaum pria.
Dunia balapan identik dengan kecepatan, adrenalin, dan kompetisi sengit di trek, membuat banyak perempuan merasa kurang terepresentasikan.
Namun, jangan salah potensi pembalap perempuan dan profesional di balik layar justru luar biasa.
Sebagai salah satu pabrikan ban global terkemuka, Hankook paham betul bahwa motorsport harusnya bisa diakses siapa saja.
Tidak hanya sebagai pembalap, tetapi juga sebagai teknisi, tim pendukung, hingga peran-peran strategis di dalam paddock.
Karena itulah mereka kembali berkolaborasi sebagai mitra untuk FIA Girls on Track musim 11 di São Paulo.

Apa Itu FIA Girls on Track?
Program FIA Girls on Track adalah inisiatif global untuk memperkenalkan anak perempuan dan remaja putri ke dalam dunia motorsport.
Bukan sekadar hiburan sehari di trek, mereka diberi pembekalan pengetahuan hingga peluang karier langsung dari ahlinya.
Tahun ini, program tersebut menargetkan 120 perempuan muda untuk ikut merasakan langsung serunya balapan.
Bahkan, 50 di antaranya akan mendapatkan akses eksklusif di hari balapan sesuatu yang pasti tak akan terlupakan!
Hankook dan Komitmennya untuk Keberagaman
Sebagai mitra resmi, Hankook menyediakan lebih dari sekadar logistik. Mereka berkomitmen mendukung perubahan budaya di dunia motorsport.
Dukungan Hankook meliputi pengalaman di balik layar tim balap, pelatihan soal karier di dunia motorsport, hingga kesempatan menjajal simulator dan memahami teknologi di balik kehebatan mobil balap listrik Formula E.
Seperti kita tahu, Formula E bukan hanya soal cepat-cepatan, tetapi juga soal inovasi berkelanjutan.
Maka tak heran jika Hankook, sebagai pemasok ban resmi, ikut membawa nilai-nilai ini agar anak perempuan pun melihat bahwa teknologi dan engineering adalah bidang yang bisa mereka kuasai.
Inspirasi dari Sosok Pembalap Perempuan
Dalam sesi uji coba khusus perempuan selama FIA Formula E Championship, Abbi Pulling dari tim Nissan Formula E berhasil mencatatkan waktu tercepat di antara 17 pembalap elit lainnya.
Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan pembalap perempuan setara dan bisa bersaing di level tertinggi.
Momen ini sekaligus menjadi contoh konkret bahwa pembatasan gender dalam olahraga balapan sudah tak relevan.
Dengan program seperti FIA Girls on Track, anak-anak perempuan di seluruh dunia bisa melihat bahwa mereka punya tempat di dunia motorsport entah di balik kemudi, sebagai engineer, atau bahkan sebagai pemimpin tim.
Membuka Peluang di Dalam dan di Luar Trek
Kolaborasi Hankook dan FIA Girls on Track ini juga menawarkan peluang untuk belajar tentang jalur karier lain di motorsport.
Tidak harus menjadi pembalap untuk bisa berkecimpung di dunia ini. Peran sebagai mekanik, ahli data, teknisi ban, spesialis strategi, hingga marketing dan media adalah contoh profesi yang bisa dicapai siapa saja tanpa terkecuali.
Dengan semakin banyaknya anak perempuan yang tertarik dan terjun ke dunia ini, diharapkan akan terjadi perubahan budaya dan persepsi di motorsport secara keseluruhan.
Tidak lagi hanya soal siapa yang tercepat, tetapi juga soal siapa yang mau belajar dan berkontribusi.

Tantangan dan Harapan ke Depan
Meskipun sudah banyak upaya untuk mendorong kesetaraan gender, perjalanan ini belum selesai.
Tantangannya bukan hanya soal memberi kesempatan, tetapi juga memastikan mereka merasa diterima dan didukung hingga bisa berkembang sepenuhnya.
Namun, kehadiran Hankook sebagai mitra dalam program semacam ini menunjukkan bahwa industri mulai berbenah dan mau berinvestasi untuk membangun ekosistem lebih inklusif.
Jika inisiatif seperti FIA Girls on Track terus berkembang dan didukung banyak pihak, bukan tak mungkin dalam beberapa tahun ke depan kita akan melihat lebih banyak pembalap perempuan di podium dan lebih banyak perempuan di posisi kunci dalam tim balap.****
.
.
.
.
- Penulis: dimas
