Hankook Bagikan Tips Cegah Rem Blong untuk Keselamatan Bus di Musim Liburan
- account_circle Abimanyu
- calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
- visibility 209
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hankook Bagikan Tips Cegah Rem Blong untuk Keselamatan Bus di Musim Liburan
OTOExpo.com , Jakarta – Memasuki masa liburan sekolah yang berlangsung hingga pertengahan Juli, intensitas perjalanan antar kota meningkat signifikan.
Data Kementerian Perhubungan mencatat, pada liburan akhir tahun 2024 lalu, bus menjadi moda transportasi favorit kedua dengan lebih dari 6,5 juta penumpang.
Tren serupa kembali terjadi di pertengahan 2025, menjadikan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama, khususnya terkait potensi kecelakaan akibat rem blong.
Berdasarkan catatan periode 2014–2023, terdapat setidaknya 172 kasus kecelakaan bus di Indonesia.
Salah satunya terjadi baru-baru ini di Sidoarjo, Jawa Timur, ketika sebuah bus menabrak tiga kendaraan karena rem blong.
Tragedi ini mempertegas perlunya perhatian serius terhadap sistem pengereman dan perawatan rutin armada bus.
Menanggapi kondisi tersebut, PT Hankook Tire Sales Indonesia, melalui National Sales Manager Truck & Bus Radial, Ahmad Juweni, membagikan beberapa tips pencegahan rem blong yang bisa diterapkan oleh operator armada dan pengemudi bus.
“Rem blong sering kali disebabkan oleh keausan kampas, muatan berlebih, atau teknik pengereman yang salah. Ini semua bisa dicegah jika ada kontrol dan pemahaman teknis sejak awal,” ujar Ahmad.
Tips Pencegahan Rem Blong dari Hankook
1. Pastikan Muatan Bus Sesuai Aturan
Mengacu pada Permenhub No. 55 Tahun 2012, setiap jenis bus memiliki batas berat maksimal atau Jumlah Berat yang Diperbolehkan (JBB).
Untuk bus besar antar kota, JBB berkisar antara 8.000–16.000 kg. Melampaui batas ini dapat membebani sistem pengereman.
Bahkan, distribusi barang bawaan yang tidak merata di kabin turut berkontribusi terhadap ketidakseimbangan kendaraan saat pengereman.
2. Kontrol Rutin Komponen Vital
Setiap armada harus menjalani uji kir minimal dua kali setahun, mencakup rem, lampu, dan sistem kelistrikan.
Sementara untuk perawatan rutin, sistem pengereman perlu diperiksa setiap menempuh 10.000 km terutama pada bagian kampas, cakram, sistem hidrolik, dan pendingin rem.
Pemeriksaan tekanan angin ban juga penting untuk menjaga traksi yang optimal.
3. Optimalkan Penggunaan Deselerasi
Kebiasaan pengemudi memainkan peran besar. Menginjak rem terus-menerus di jalan menurun dapat menyebabkan overheating pada kampas rem.
Oleh karena itu, gunakan gigi rendah serta manfaatkan fitur exhaust brake untuk mengurangi kecepatan tanpa membebani rem utama.
4. Ganti Ban Secara Teratur
Ban yang aus atau retak bisa menurunkan performa pengereman secara drastis. Idealnya, ban diganti saat kembang ban menyentuh batas tread wear indicator (TWI), atau saat sisa kedalaman tapak mencapai 2-3 mm.
Selain itu, banyak operator mulai menerapkan sistem perhitungan Cost Per Kilometer (CPK) dalam memilih ban, guna efisiensi biaya operasional jangka panjang.
Ban Hankook Hadirkan Solusi Perjalanan Aman dan Efisien
Hankook Tire memahami kebutuhan sektor transportasi, termasuk beban biaya operasional dari sektor ban yang bisa mencapai 20–25% dari total biaya perjalanan.
Untuk menjawab tantangan ini, Hankook menghadirkan dua produk unggulan:
Hankook AH30
Didesain dengan pola tapak zig-zag yang meningkatkan daya cengkeram serta stabilitas pengereman. Cocok untuk rute antar kota dengan cuaca dan medan bervariasi.
Hankook Smart Flex AH31K
Memiliki desain garitan 3 dimensi pada tapak ban yang membantu menghasilkan jarak tempuh lebih panjang dan kinerja handling lebih stabil, sekaligus memperpanjang usia pakai.
Ahmad menambahkan bahwa kedua ban tersebut cocok untuk operator yang ingin menekan biaya per kilometer tanpa mengorbankan keselamatan.
“Spesifikasi ban harus mendukung pengereman dan traksi maksimal, apalagi untuk perjalanan jauh. Kami menyediakan produk dengan usia pakai panjang dan traksi tinggi,” jelasnya.
Layanan After-Sales Hankook Tersedia di Seluruh Indonesia
Melalui jaringan Hankook Master, pelanggan dapat menikmati layanan konsultasi teknis dan perawatan ban berkala.
Ini penting agar operator armada bisa menjaga performa kendaraan dan memastikan keamanan penumpang, terutama di musim liburan seperti saat ini.
Musim liburan adalah masa sibuk bagi operator bus. Namun di balik peluang bisnis, keselamatan tetap nomor satu.
Dengan menerapkan tips dari Hankook dan rutin melakukan perawatan, risiko kecelakaan akibat rem blong bisa diminimalkan.
Pemilihan ban yang tepat dan teknik berkendara yang benar akan sangat menentukan keselamatan di jalan raya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk Hankook atau konsultasi teknis, kunjungi jaringan Hankook Master terdekat atau akses website resmi Hankook Indonesia. ****
.
.
.
.
- Penulis: Abimanyu
