News
light
Beranda » Kendaraan » GWM ORA 03 Mobil Listrik Retro yang Stylish Yang Perlu Pembuktian

GWM ORA 03 Mobil Listrik Retro yang Stylish Yang Perlu Pembuktian

  • account_circle Magoh
  • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
  • visibility 141

GWM ORA 03 Mobil Listrik Retro yang Stylish Yang Perlu Pembuktian

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Di tengah serbuan mobil listrik bergaya futuristik, GWM ORA 03 muncul sebagai kejutan.

Bukan karena teknologinya semata, tapi karena tampil beda: gaya retro-modern yang mengingatkan kita pada era Volkswagen Beetle, tapi disulap jadi EV kekinian.

Dari luar, mobil ini memang eye-catching. Bentuk bulat, lampu depan besar, dan sentuhan desain yang nyaris membuat kita lupa kalau ini buatan pabrikan China.

Martina Danuningrat selaku Strategy & Marketing Director GWM Indonesia mengungkapkan, “Bagi kami, GWM ORA 03 bukan sekadar produk, melainkan pernyataan. Ini adalah bentuk komitmen GWM untuk menghadirkan pilihan kendaraan listrik yang stylish, cerdas, dan nyaman bagi konsumen Indonesia.”

“Melalui sesi media drive ini, kami membuka kesempatan bagi rekan media untuk membuktikan bahwa GWM ORA 03 benar-benar menetapkan standar baru di segmennya.”. ujarnya lebih lanjut.

Tapi setelah hype peluncuran dan sesi media drive beberapa waktu lalu, mulai muncul pertanyaan: apakah GWM ORA 03 hanya cantik di luar saja?

GWM ORA 03 Mobil Listrik Retro yang Stylish Yang Perlu Pembuktian

Desain

Tidak bisa dipungkiri, desain jadi daya tarik utama GWM ORA 03. Saat banyak mobil listrik tampil kaku dan “serba mengotak”, ORA 03 justru tampil berkarakter. Ia sukses membawa nuansa klasik ke dunia modern.

Tapi ya… desain seperti ini love it or hate it. Ada yang suka banget, ada juga yang bilang terlalu “eksperimental”.

Sisi positifnya, interiornya juga dibuat konsisten. Dashboard bergaya vintage, warna interior pastel, dan lingkar kemudi bundar besar semua terasa niat.

Tapi di satu sisi, gaya interior ini agak tricky untuk jadi daily driver. Buat pengendara yang butuh kesan sporty atau maskulin, desain ini mungkin terlalu ‘manis’.

Teknologi & Fitur: Keren di Atas Kertas

GWM memang serius dengan fitur. ORA 03 sudah dilengkapi dengan 15 fitur ADAS Level 2, dari Lane Centering sampai Intelligent Cruise Assist. Bahkan punya lima mode berkendara dan tiga mode power steering. Lengkap banget, kelihatannya.

Tapi… di jalanan Indonesia yang penuh tantangan, fitur-fitur itu belum tentu terpakai optimal. Sensor ADAS sering kali bingung saat marka jalan pudar, atau saat terjebak macet dengan ojek salip kanan-kiri.

Bahkan beberapa jurnalis otomotif mengaku fitur lane assist kadang justru bikin kaget kalau tidak terbiasa.

Begitu pula dengan sistem infotainment dan konektivitas. User interface-nya masih perlu adaptasi. Ada delay kecil saat berpindah menu dan beberapa fitur berbasis internet terasa kurang responsif, apalagi saat sinyal lemah.

Performa dan Kenyamanan

Satu hal yang GWM coba tekankan adalah kenyamanan. Kursi besar, posisi duduk santai, dan handling yang dibuat mirip mobil bensin.

Akselerasinya halus, tidak ‘nendang’ seperti EV lain, supaya lebih familiar buat pengendara pemula.

Namun justru di sinilah kelemahannya. Akselerasi yang terlalu ‘jinak’ membuat mobil ini terasa datar.

Bagi mereka yang berharap pengalaman berkendara EV yang menyenangkan dan instan, ORA 03 bisa terasa membosankan. Suspensinya juga agak keras di beberapa medan jalan yang rusak.

Untuk mobil urban, jangkauan daya (range) memang cukup: sekitar 400 km dalam kondisi ideal. Tapi itu angka klaim pabrik.

Di dunia nyata dengan AC menyala, jalan macet, dan stop-go, angka itu bisa turun jauh. Ini bukan masalah besar, tapi tetap perlu dicatat.

Keamanan

GWM bangga dengan struktur body ORA 03 yang 65% high-strength steel dan punya rating EURO NCAP bintang 5.

Baterainya sudah diuji tusukan paku 20mm dan tahan air IPX9K. Hebat memang, tapi sayangnya, semua itu baru sebatas di brosur dan video demonstrasi.

Belum ada bukti nyata bagaimana mobil ini menghadapi kerasnya realita jalanan Indonesia. Banjir musiman, lubang dadakan, atau kualitas SPKLU (charging station) yang tidak merata bisa jadi ujian sebenarnya.

Boleh Jadi Trendsetter, Tapi Harus Pembuktian

GWM ORA 03 jelas bukan mobil sembarangan. Desainnya berani, fiturnya banyak, dan niatnya serius. Tapi semua itu masih butuh waktu untuk benar-benar diterima pasar.

Saat ini, GWM masih dalam tahap membuktikan diri bahwa mereka bukan sekadar sensasi sesaat, tapi benar-benar siap bertarung di pasar EV Indonesia.

Untuk harga yang kemungkinan bermain di kisaran Rp 400–500 jutaan, ORA 03 memang punya daya tarik tersendiri.

GWM Ora 03: Si Mungil Berdaya Listrik yang Akhirnya Mendarat di Indonesia

Tapi jangan salah, di harga segitu konsumen punya banyak pilihan. Ada MG 4 EV dengan tenaga lebih besar, atau Wuling Binguo EV yang lebih terjangkau dan sudah terbukti hemat.

Jadi, jika Anda sedang mencari mobil listrik pertama yang beda dan stylish, ORA 03 bisa jadi pilihan.

Tapi kalau Anda butuh EV yang sudah terbukti tangguh, efisien, dan minim drama, mungkin lebih baik tunggu generasi berikutnya atau cari opsi lain yang sudah lebih “mendarat” di jalanan Indonesia. ***

.

.

.

.

.

  • Penulis: Magoh

✈︎ Random Artikel

expand_less