Lewat proyek bertajuk “Grind Boys: New Boys on The Wheels,” ketiganya resmi turun tangan dalam dunia yang selama ini identik dengan para gearhead profesional. Uniknya, dua dari tiga anggota Rico dan Wancoy sebelumnya bukan anak bengkel, tapi kini berani terjun langsung ke dunia modifikasi.
“Kita pengin belajar dari nol, bukan cuma tampil gaya. Ini soal proses, dari salah beli velg sampai begadang di bengkel,” ujar Rico Lubis sambil tertawa di sela acara.
Dari Podcast ke Panggung Otomotif
Awalnya, ide Grind Boys masuk ke dunia modifikasi muncul dari obrolan santai yang “kebablasan.” Tapi siapa sangka, hasilnya justru jadi salah satu proyek otomotif paling ditunggu di IMX 2025.
Selama beberapa bulan terakhir, perjalanan mereka direkam dalam konten YouTube berjudul “New Boys on The Wheels.” Di sana, penonton bisa lihat sendiri bagaimana Rico dan Wancoy pontang-panting belajar memilih suspension setup, mengutak-atik fitment, sampai nentuin warna velg yang “nggak norak tapi tetap niat.”
Puncaknya, tiga mobil hasil modifikasi mereka resmi tampil perdana di ICE BSD City pada 10–12 Oktober 2025. Detail mobilnya sengaja dirahasiakan sebelum hari-H strategi yang terbukti sukses bikin booth mereka jadi salah satu yang paling ramai didatangi pengunjung.
“Kita pengin tiap mobil punya cerita dan karakter masing-masing. Gofar udah lama main otomotif, tapi buat kita berdua ini pengalaman pertama yang nggak akan dilupain,” kata Wancoy.
Mazda Astina “Taxi Nagoya”
Tak hanya Grind Boys, kejutan lain datang dari Arif Brata, komika dan car enthusiast yang dikenal nyeleneh tapi detail soal otomotif.
Di IMX 2025, ia ikut pamerin hasil modifikasi Mazda Astina miliknya yang dikerjakan langsung oleh Gofar Hilman dan tim.
Mobil ini tampil dengan tema unik: “Taxi Nagoya”, terinspirasi dari taksi khas Jepang yang ikonik dengan nuansa retro-minimalis.
“Awalnya mobil saya udah kayak rongsokan. Tapi tim Gofar bisa ubah total dalam waktu cuma sebulan. Katanya kalau mobil busuk kayak saya biasanya makan waktu setahun,” canda Arif Brata, disambut tawa para pengunjung.
Meski penuh humor, proyek ini menunjukkan dedikasi tim modifikasi Grind Boys yang benar-benar serius dalam mengeksekusi ide liar.
Cat putih bersih dengan sticker livery Jepang, interior bersih minimalis, serta stance yang proporsional bikin Mazda tua ini terlihat seperti daily driver eksklusif di Tokyo.
Dari Hobi Jadi Gerakan Modifikasi Populer
IMX 2025 seolah jadi panggung ideal buat Grind Boys memperkenalkan sisi lain mereka. Apa yang awalnya cuma proyek iseng, kini berubah jadi ajang kolaborasi serius antara dunia hiburan dan otomotif.
Gofar Hilman, yang memang sudah lama dikenal di dunia mobil klasik dan JDM, jadi penggerak utama di balik proyek ini. Ia ingin menunjukkan bahwa modifikasi bukan soal pamer uang, tapi soal ekspresi dan proses kreatif.
“Modifikasi itu nggak ada batasnya. Semua orang bisa mulai dari apapun yang dia punya. Yang penting tahu arah, mau belajar, dan nggak gengsi nanya ke orang bengkel,” ujar Gofar Hilman di sela sesi meet & greet.
Langkah Grind Boys ini juga diapresiasi para pengunjung muda yang sebelumnya hanya mengenal mereka lewat dunia digital. Dengan terjun ke dunia modifikasi, mereka membuka pintu bagi generasi baru yang ingin menjajal hobi otomotif tapi belum tahu harus mulai dari mana.
Jimny, BMW X6, Hingga VW Combi Gila
Di akhir sesi, Arif Brata sempat membocorkan rencana Grind Boys untuk IMX 2026.
“Kalau dikasih rezeki, saya mau bikin Jimny yang konsepnya retro adventure, atau mungkin VW Combi dirombak jadi school bus-style,” ungkapnya sambil tertawa.
Tak tanggung-tanggung, mereka bahkan menyiapkan wishlist mobil untuk proyek berikutnya — mulai dari BMW X6, Mercedes Sprinter, hingga unit misterius dari Jepang yang kabarnya sudah diincar sejak lama.
Kalau semua terealisasi, bukan tak mungkin Grind Boys akan jadi ikon baru dunia modifikasi Indonesia — bukan karena teknis semata, tapi karena mereka membawa semangat otentik, humor, dan keberanian untuk “belajar bareng” di depan publik.
Modifikasi Sebagai Budaya
Kehadiran Grind Boys di IMX 2025 memperkuat pesan utama pameran ini: modifikasi adalah bagian dari gaya hidup dan budaya populer. Bukan cuma untuk kaum profesional, tapi juga untuk siapapun yang punya passion.
IMX sendiri sudah berkembang pesat sejak 2018 sebagai panggung utama industri modifikasi dan lifestyle otomotif Indonesia. Tahun ini, ajang tersebut kembali sukses menghubungkan pelaku industri, modifikator, brand aftermarket, hingga kreator konten.

Grind Boys Dari Podcast ke Panggung Modifikasi IMX 2025
Langkah Grind Boys bisa jadi sinyal bahwa dunia otomotif Indonesia sedang menuju babak baru — lebih inklusif, kreatif, dan kolaboratif.
Apa yang dilakukan Grind Boys di IMX 2025 bukan sekadar show-off, tapi sebuah pembuktian: bahwa modifikasi bisa jadi sarana ekspresi lintas profesi dan generasi.
Dari anak SMA yang suka bercanda, mereka kini jadi bagian dari komunitas otomotif yang serius membangun karya.
Dengan cara mereka sendiri nyentrik, penuh tawa, tapi tetap niat Grind Boys membuktikan bahwa “anak modif” itu nggak harus lahir dari bengkel, asal punya semangat dan rasa ingin tahu yang besar.
Dan kalau begini terus, jangan kaget kalau tahun depan booth mereka jadi salah satu yang paling ditunggu lagi di IMX 2026. Karena kalau kata Gofar,
“Kita nggak cuma ngerakit mobil, tapi juga ngerakit kenangan dan kultur otomotif baru.”
