Geely Indonesia Targetkan TKDN 60% di 2026, ZEEKR & Lynk & Co Siap Mengaspal
- account_circle dimas
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- visibility 106
- print Cetak

Geely Perkuat Produksi Lokal dengan Target TKDN 60% dan Siapkan Ekspansi Portfolio Premium
Geely Gaspol di Indonesia: TKDN 60%, Produksi Lokal Diperkuat, Brand Premium Siap “Masuk Kelas Atas”
Geely Perkuat Produksi Lokal dengan Target TKDN 60% dan Siapkan Ekspansi Portfolio Premium
OTOExpo.com , Jakarta – Di tengah peta industri otomotif Indonesia yang kian padat dan jujur saja, semakin kompetitif Geely Auto Indonesia memilih satu jalur yang tidak setengah-setengah: menancapkan akar, bukan sekadar menjejak ban.
Memasuki 2026, pabrikan asal Tiongkok ini mengumumkan strategi pertumbuhan yang terdengar sederhana di atas kertas, namun berat dalam eksekusi: meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 60 persen, memperkuat produksi lokal, dan membuka pintu bagi brand premium global.
Pengumuman tersebut disampaikan di Tangerang, 20 Januari 2026, sekaligus menjadi sinyal bahwa Geely tidak ingin sekadar “numpang lewat” di pasar Indonesia. Mereka ingin ikut membentuk lanskapnya.
“Sejak kembali hadir di awal 2025, Geely telah meluncurkan berbagai inisiatif strategis sebagai bukti komitmen jangka panjang kami di Indonesia. Tahun ini, kami menargetkan TKDN hingga 60% untuk produk yang dirakit lokal,” ujar Evin Ye, Vice President of Geely Automobile International Corporation.
Satu kalimat yang terdengar diplomatis, namun menyimpan pesan tegas: Geely ingin menjadi standar baru bagi brand otomotif Tiongkok di Indonesia.

Geely Perkuat Produksi Lokal dengan Target TKDN 60% dan Siapkan Ekspansi Portfolio Premium
Berbicara TKDN, angka 60 persen bukan sekadar target kosmetik. Di baliknya, ada kerja sunyi yang jarang terlihat kamera. Geely saat ini memusatkan produksi lokalnya di fasilitas PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, dengan kapasitas hingga 60 unit kendaraan per hari. Angka ini mungkin belum terdengar masif, tapi cukup untuk menunjukkan bahwa Geely bermain dengan fondasi, bukan sensasi.
Tiga model telah dirakit secara lokal: Geely EX2, Geely EX5, dan Starray EM-i. Ketiganya mewakili pendekatan Geely yang cukup cerdas—memadukan elektrifikasi, efisiensi, dan desain modern tanpa kehilangan relevansi pasar Indonesia.
Dalam konteks industri nasional, langkah ini memberi efek domino: keterlibatan pemasok lokal, transfer teknologi, hingga penciptaan ekosistem produksi yang lebih matang. Singkatnya, ini bukan sekadar merakit mobil, tapi membangun rantai nilai.
Geely EX2 menjadi pintu masuk fase pertumbuhan baru tersebut. Sejak masa pre-booking dibuka pada November 2025, respons pasar terbilang agresif—lebih dari 1.500 pemesanan terkumpul sebelum harga resminya diumumkan.
Bukan tanpa alasan. EX2 hadir dengan desain kompak, fungsional, dan orientasi urban yang kuat. Mobil ini seperti tahu betul medan tempurnya: kota besar, mobilitas padat, dan konsumen yang mulai jenuh dengan janji kosong elektrifikasi.
EX2 tidak mencoba menjadi yang paling futuristik. Ia memilih menjadi paling masuk akal—dan justru di situlah daya tariknya.
ZEEKR dan Lynk & Co
Namun cerita Geely di 2026 tidak berhenti di volume dan efisiensi. Ada satu langkah yang terasa seperti “menyentil” pasar: pengumuman kehadiran ZEEKR dan Lynk & Co di Indonesia.
Dua brand global di bawah payung Geely Holding ini diplot untuk mengisi segmen premium wilayah yang selama ini terasa eksklusif dan penuh gengsi. ZEEKR dengan pendekatan teknologi tinggi dan elektrifikasi murni, sementara Lynk & Co hadir sebagai jembatan antara performa, desain Eropa, dan inovasi digital.
Langkah ini menegaskan satu hal: Geely tidak hanya ingin menjual mobil murah, tapi juga menjual mimpi—dan teknologi di baliknya.
Di luar produk, Geely sadar bahwa kepercayaan konsumen tidak dibangun di brosur. Hingga awal 2026, 35 diler resmi telah beroperasi di berbagai wilayah strategis—dari Jabodetabek hingga Sulawesi. Targetnya jelas: 80 diler aktif hingga akhir 2026.

Geely Perkuat Produksi Lokal dengan Target TKDN 60% dan Siapkan Ekspansi Portfolio Premium
Sebagai pelengkap, Geely menyiapkan program layanan “Geely Care+”, sebuah paket after sales berstandar global yang dirancang untuk memberi rasa aman, bukan sekadar janji manis saat serah terima kunci.
Geely melihat 2026 bukan sebagai tahun eksperimen, melainkan tahun akselerasi. Dengan TKDN tinggi, produksi lokal yang nyata, portofolio produk yang berlapis, serta brand premium yang siap mengaspal, Geely sedang menulis bab baru—bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk industri otomotif Indonesia.
Dan jika semua ini berjalan sesuai rencana, satu hal menjadi jelas: Geely tidak datang untuk sekadar ikut lomba. Mereka datang untuk mengubah peta permainan.****
- Penulis: dimas
- Editor: RM.Dimas Wirawan
