Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » Geely EX2 Dirakit Lokal dengan TKDN 46,5%, Strategi Serius Bangun Basis EV Indonesia

Geely EX2 Dirakit Lokal dengan TKDN 46,5%, Strategi Serius Bangun Basis EV Indonesia

  • account_circle Pandito
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 79
  • print Cetak

Geely EX2 Dirakit Lokal dengan TKDN 46,5%, Fondasi EV Makin Nyata

Geely Resmi Mulai Perakitan Lokal Geely EX2 dengan TKDN 46,5%, Perkuat Basis EV di Indonesia

OTOExpo.com , Jakarta –  Di tengah peta kendaraan listrik Indonesia yang mulai ramai namun belum sepenuhnya matang, Geely memilih langkah yang tidak setengah-setengah. Bukan sekadar memperkenalkan produk, merek asal Tiongkok ini resmi memulai perakitan lokal Geely EX2 di Indonesia, lengkap dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 46,5 persen. Sebuah angka yang tidak kecil, dan jelas bukan simbolis.

Berlokasi di Purwakarta, kolaborasi strategis Geely Auto Indonesia bersama PT Handal Indonesia Motor (HIM) menandai fase baru ekspansi Geely di Tanah Air. Setelah menyelesaikan trial production pada Mei 2025, Geely melanjutkan produksi Starray EM-i pada September, disusul Geely EX5, dan kini EX2 resmi menyusul sebagai model ketiga yang dirakit secara lokal.

Dengan kapasitas produksi hingga 60 unit per hari, langkah ini menegaskan satu pesan: Indonesia bukan sekadar pasar, tapi basis industri.

Respons pasar terhadap Geely EX2 datang bahkan sebelum mobil ini resmi meluncur. Sejak program pre-booking dibuka pada November 2025, EX2 telah mengantongi lebih dari 1.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar EV entry-to-mid di Indonesia mulai matang, dan konsumen semakin terbuka terhadap merek baru dengan pendekatan teknologi yang tepat.

“Melalui strategi lokalisasi dengan TKDN 46,5%, kami siap menjawab permintaan konsumen dengan menghadirkan produk berkualitas global yang dirakit secara lokal,” ujar Wu Chuxing, CEO Geely Auto Indonesia.

Harga resmi memang belum diumumkan, namun satu hal sudah jelas: Geely sedang menyiapkan EX2 sebagai EV yang relevan, bukan sekadar alternatif.

Geely Resmi Mulai Perakitan Lokal Geely EX2 dengan TKDN 46,5%, Perkuat Basis EV di Indonesia

Geely Resmi Mulai Perakitan Lokal Geely EX2 dengan TKDN 46,5%, Perkuat Basis EV di Indonesia

Yang menarik, komitmen Geely tidak berhenti di perakitan akhir. Perusahaan ini secara aktif membangun fondasi ekosistem kendaraan listrik melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah krusial adalah kemitraan dengan Gotion, manufaktur lokal yang memasok battery cell untuk Geely EX2.

Langkah ini bukan hanya soal efisiensi logistik, tetapi juga membangun rantai pasok baterai nasional, sebuah elemen krusial dalam industri EV. Dengan pendekatan ini, Geely ikut membentuk value chain yang lebih kuat dan berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah Indonesia.

Dari sisi teknis, Geely EX2 mengusung teknologi Cell-to-Pack (CTP), di mana sel baterai langsung diintegrasikan ke dalam paket tanpa modul konvensional. Pendekatan ini meningkatkan kepadatan energi, efisiensi ruang, sekaligus memperkuat struktur keseluruhan baterai.

Baterai tersebut dilengkapi Geely Battery Safety System serta sistem pendingin cairan, memastikan stabilitas suhu dalam berbagai kondisi berkendara. Seluruh proses dan spesifikasi tetap mengacu pada standar global Geely, bukan versi “lokal yang disederhanakan”.

Dalam konteks EV, pendekatan ini penting. Konsumen Indonesia semakin kritis, dan isu keselamatan baterai menjadi perhatian utama.

Di balik jalur produksi, Geely juga melakukan pelatihan teknis intensif dan knowledge sharing dari tim global kepada tenaga kerja lokal. Proses perakitan dijaga melalui penerapan Geely Manufacturing Enterprise System (GMES), sistem manufaktur internal yang memastikan konsistensi kualitas di setiap tahap produksi.

Setiap unit Geely EX2 juga menjalani pengujian ketat, termasuk validasi sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS) dalam berbagai skenario berkendara. Ini menegaskan bahwa EX2 tidak hanya memenuhi standar regulasi, tetapi juga ekspektasi konsumen urban modern.

Dengan pendekatan ini, perakitan lokal tidak sekadar memenuhi angka TKDN, tetapi benar-benar berkontribusi pada transfer teknologi dan peningkatan kompetensi industri nasional.

Geely EX2 bukan produk eksperimental. Model ini sebelumnya dikenal sebagai Geely Xingyuan dalam versi left-hand drive (LHD) di Tiongkok. Sepanjang 2025, Xingyuan mencatat penjualan lebih dari 465 ribu unit, angka yang mencerminkan penerimaan pasar terhadap desain, efisiensi, dan teknologi yang diusung.

Rekam jejak tersebut menjadi modal kuat bagi EX2 di Indonesia, terutama di segmen urban EV yang mengutamakan efisiensi, kemudahan penggunaan, dan biaya kepemilikan yang masuk akal.

Geely Resmi Mulai Perakitan Lokal Geely EX2 dengan TKDN 46,5%, Perkuat Basis EV di Indonesia

Geely Resmi Mulai Perakitan Lokal Geely EX2 dengan TKDN 46,5%, Perkuat Basis EV di Indonesia

Melihat rangkaian langkah Geely, sulit untuk menyebut kehadiran mereka sebagai sekadar “coba-coba”. Dari perakitan lokal, kolaborasi baterai, hingga transfer teknologi, semuanya mengarah pada satu tujuan: menjadikan Indonesia sebagai basis utama Geely di Asia Tenggara.

Di saat banyak merek masih menunggu arah pasar, Geely memilih membangun fondasi lebih dulu. Pelan, teknis, dan terukur.

Geely EX2 menjadi simbol dari strategi tersebut. Bukan hanya sebagai produk baru, tetapi sebagai titik temu antara teknologi global dan potensi lokal.

Dan jika langkah ini konsisten, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi salah satu pusat penting dalam peta kendaraan listrik Geely di kawasan.

Di dunia EV yang penuh janji, Geely memilih bekerja lebih dulu, baru berbicara kemudian.*****

  • Penulis: Pandito
  • Editor: Dimas Lombardi

Artikel Menarik Lainnya

expand_less