News
light
Beranda » National » GAC Indonesia meresmikan dealer baru di Yogyakarta bersama Sumber Baru Group

GAC Indonesia meresmikan dealer baru di Yogyakarta bersama Sumber Baru Group

  • account_circle Pandito
  • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
  • visibility 111

GAC Indonesia meresmikan dealer baru di Yogyakarta bersama Sumber Baru Group

 

OTOExpo.com , Jogjakarta –  Pabrikan kendaraan listrik asal Tiongkok, GAC AION, makin gencar memperluas jaringannya di Indonesia.

Kali ini giliran Yogyakarta yang jadi titik ekspansi terbaru, dengan peresmian dealer GAC Yogyakarta oleh GAC Indonesia bekerja sama dengan Sumber Baru Group.

Lokasinya cukup strategis, terletak di Ringroad Selatan, yang jadi salah satu jalur sibuk di kota pelajar ini.

Tapi yang menarik, bukan cuma seremoni pemotongan pita atau kemewahan fasilitas dealer barunya.

Ada ambisi besar di balik ekspansi ini: menguasai pasar kendaraan listrik di Jawa Tengah dan DIY. Pertanyaannya, apakah cukup dengan dealer-dealer baru untuk benar-benar memenangkan hati konsumen lokal?

GAC Indonesia meresmikan dealer baru di Yogyakarta bersama Sumber Baru Group

GAC Bantul

Fasilitas Modern, Tapi Baru Satu Cabang

Dealer GAC Yogyakarta ini berdiri di atas lahan seluas 3.500 meter persegi, dilengkapi dengan 4 stall servis, 2 stall PDI (Pre-Delivery Inspection) dan showroom berdesain modern interaktif.

Fasilitas ini diklaim mampu melayani hingga 6 unit kendaraan per hari, cukup untuk dealer baru. Tapi kalau bicara potensi pasar EV yang makin berkembang, angka itu masih terbilang kecil.

Terutama jika dibandingkan dengan jaringan kompetitor seperti Wuling, BYD, atau Hyundai yang sudah lebih dulu menyebar ke banyak kota.

AION Y Plus, AION V, Hyptec HT

Dealer ini menampilkan lineup utama GAC seperti GAC Hyptec HT, AION Y Plus, dan AION V. Ketiganya adalah model listrik penuh yang menargetkan pasar urban dan milenial tech-savvy.

Desain futuristik dan teknologi pintar jadi daya jual utama. Namun, sampai saat ini, belum banyak review independen dari pengguna di Indonesia yang bisa mengonfirmasi keandalan performanya secara jangka panjang. Masih butuh waktu dan bukti nyata di jalanan.

Pernyataan Ambisius dari Para Petinggi

CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menyatakan bahwa pembukaan dealer ini adalah bagian penting dari strategi ekspansi nasional, dengan Yogyakarta sebagai kota yang dianggap memiliki potensi besar dalam adopsi kendaraan listrik.

Sementara itu, Hendra Kurniawan, bos dari Sumber Baru Group, menyatakan targetnya cukup ambisius, yaitu menjadi market leader EV di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Tapi menjadi “pemimpin pasar” bukan hanya soal buka dealer dan pasang spanduk besar, apalagi jika kompetitor lain sudah lebih dulu mengedukasi konsumen soal layanan purna jual dan insentif pembelian.

Dealer di Semarang Sudah Berjalan, Solo Menyusul

Sumber Baru Group sebelumnya juga sudah mengoperasikan dealer GAC di Semarang, dan kini menargetkan Solo sebagai titik ekspansi berikutnya.

Strategi ini terdengar solid: melingkupi tiga kota besar di Jawa Tengah–DIY. Tapi lagi-lagi, pertumbuhan jaringan saja tidak cukup kalau tidak dibarengi dengan penetrasi pasar yang kuat dan edukasi konsumen yang tepat soal keunggulan EV.

Di sisi lain, pemain lama seperti Wuling sudah mulai menyentuh lapisan bawah konsumen dengan harga terjangkau, bahkan sudah familiar di kalangan pengguna ride-hailing.

Siapkah Konsumen Yogyakarta Beralih ke EV GAC?

Yogyakarta memang dikenal sebagai kota kreatif, berpendidikan tinggi, dan cukup terbuka terhadap inovasi. Tapi karakteristik konsumennya juga cenderung sensitif harga dan loyal terhadap brand yang sudah terbukti.

Produk-produk baru, apalagi yang berasal dari Tiongkok, masih harus menghadapi tantangan persepsi dan edukasi.

Belum lagi infrastruktur pengisian daya umum yang masih terbatas. Meskipun GAC menonjolkan konsep “kendaraan listrik cerdas”, tetap saja konsumen butuh jaminan soal kemudahan servis dan suku cadang, bukan sekadar mobil keren yang bisa parkir sendiri.

Sinergi Swasta & Pemerintah Masih Butuh Aksi Nyata

Peresmian dealer ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Jusak Kertowidjojo dari Indomobil Group dan Andrew Nasuri, yang menunjukkan bahwa ada dukungan penuh dari holding besar otomotif.

Bahkan GAC menyebut ada sinergi antara swasta dan pemerintah dalam akselerasi EV nasional.

Namun jika melihat realita di lapangan, program insentif masih terbatas pada kategori mobil tertentu. Tanpa dukungan insentif dan infrastruktur yang merata, target GAC dan Sumber Baru Group bisa jadi hanya sekadar rencana manis di atas kertas.

Langkah Berani, Tapi Masih Perlu Bukti

Peresmian dealer GAC di Yogyakarta jelas merupakan langkah penting bagi ekspansi EV di Indonesia, terutama di luar kota besar seperti Jakarta atau Surabaya.

Tapi untuk benar-benar menguasai pasar EV di Jawa Tengah dan DIY, GAC dan Sumber Baru Group perlu lebih dari sekadar membangun showroom mewah.

Diperlukan layanan purna jual yang terpercaya, edukasi konsumen yang masif, serta harga dan model yang kompetitif.

Apakah GAC siap bersaing di wilayah dengan karakter konsumen yang unik seperti Yogyakarta? Waktu yang akan menjawab.

Bagaimana Menurutmu?

Apakah kamu salah satu warga Yogyakarta yang tertarik mencoba mobil listrik GAC? Atau masih lebih percaya pada brand yang sudah lebih lama bermain di pasar EV Indonesia? ***

.

.

.

  • Penulis: Pandito

✈︎ Random Artikel

expand_less