Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » ESEMKA Siap Mengaspal Setelah Sekian Lama Ditunggu

ESEMKA Siap Mengaspal Setelah Sekian Lama Ditunggu

  • account_circle Magoh
  • calendar_month Jumat, 6 Sep 2019
  • visibility 166
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

ESEMKA Siap Mengaspal Setelah Sekian Lama Ditunggu

 

OTOExpo.comIndustri otomotif Tanah Air terus menggeliat dan semakin menunjukkan daya saingnya. Hal ini dibuktikan oleh hadirnya produsen kendaraan bermotor roda empat dengan principal (pemilik produk) dari Indonesia, yakni PT Solo Manufaktur Kreasi (PT SMK).

Kehadiran pabrik mobil bermerek ESEMKA tersebut, ditargetkan dapat meningkatkan penyerapan komponen otomotif dalam negeri, khususnya yang diproduksi Industri Kecil dan Menengah (IKM). Langkah strategis ini akan mewujudkan kemandirian industri nasional, terutama sektor otomotif.

“Saat ini, PT SMK telah bekerjasama dengan lebih dari 30 industri penyedia komponen otomotif lokal dan sudah melakukan persiapan untuk produksi massal,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di sela mendampingi Presiden Joko Widodo pada peresmian pabrik PT SMK di Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/9).

Menperin memastikan, peresmian pabrik senantiasa memberikan efek berganda bagi perekonomian, seperti membuka lapangan kerja baru.

“Pada tahap awal akan menyerap 300 tenaga kerja untuk satu shift. Kalau kapasitasnya nanti bertambah, tentu bertambah juga jumlah tenaga kerjanya. Ini untuk tenaga kerja lokal,” ungkapnya.

ESEMKA Siap Mengaspal Setelah Sekian Lama Ditunggu

Foto : Setpres / Agus Suparto

Di Bawah Rp. 200 Juta

Airlangga memproyeksi industri otomotif di Indonesia ke depannya terus ekspansif seiring dengan adanya peningkatan investasi.

Apalagi, bagi mereka yang menghasilkan produk di bawah Rp 200 juta, seperti PT SMK ini dinilai punya peluang bisnis yang prospektif.

“Dengan harga tersebut, menjadi sarana migrasi bagi para pemilik motor yang ingin memiliki mobil pertama kali.”

“Apalagi, PT SMK ini kan menghasilkan jenis pikap, yang dapat menunjang produktivitas. Nah, seperti jenis komersial ini, dilihat juga yang penting itu kapasitas muatan isinya. Artinya, semakin bisa menampung banyak muatannya, potensi lakunya tinggi,” paparnya.

Menperin menyampaikan, pemerintah memberikan dukungan penuh dalam upaya pengembangan industri otomotif di Tanah Air. Sebab, industri otomotif merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang diprioritaskan agar mampu berdaya saing global berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0.

Industri Komponen

“Kami juga dorong peran dari industri komponennya, sehingga terbentuk rantai pasok terintegrasi,” jelasnya. Dalam proses produksinya, PT SMK berkomitmen untuk mengoptimalkan penggunaan komponen lokal. Ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) bersama Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) pada Agustus 2019 lalu di Jakarta.

Airlangga mengemukakan, banyak industri komponen kendaraan di dalam negeri telah menjadi bagian dari pemasok rantai nilai global.

Secara nasional, saat ini terdapat 1.500 perusahaan komponen otomotif di Indonesia yang terbagi dalam Tier 1, Tier 2 dan Tier 3 yang tersebar di seluruh Indonesia terutama di provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

ESEMKA Siap Mengaspal Setelah Sekian Lama Ditunggu

Foto : setpres/Agus Suparto

Kekuatan industri otomotif di Indonesia juga terlihat dari capaian ekspor produk otomotif dan komponennya yang terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2018, ekspor CBU sebanyak 265 ribu unit, kemudian CKD sekitar 82 ribu set, serta komponen lebih dari 86,6 juta pieces.

“Nilai ekspor komponen kita sudah menembus hingga USD2,1 miliar. Artinya, struktur dari sektor ini sudah cukup dalam. Contohnya, ekspor untuk ban kendaraan sekitar USD1,2 miliar. Selain itu, untuk sasis, kaca, dan kursinya sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Jadi, industri baja dan plastik kita sudah mampu kompetitif,” sebutnya.

Telah memiliki TPT

Airlangga pun menuturkan, sebagai produsen otomotif, PT SMK telah memiliki Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) yang telah diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian untuk enam jenis kendaraan roda empat. “Empat di antaranya merupakan kendaraan komersial tipe pick up single cabin yang diberi nama BIMA – ESEMKA, lalu satu tipe penumpang double cabin yang diberi nama DIGDAYA – ESEMKA dan satu tipe lagi kendaraan penumpang minivan dengan nama BORNEO – ESEMKA,” tutur Menperin.

Fasilitas Produksi

Sebagai principal otomotif nasional, saat ini PT SMK telah memiliki fasilitas produksi yang telah siap beroperasi, antara lain lini pengecatan body, lini perakitan mobil type monocoque, type chassis, gasoline engine, diesel engine, transmisi dan axle.

Kemudian, ada juga lini penyambungan transmisi motor diesel dan motor bensin, lini pengujian kendaraan statik atau elektronik, lini pengujian jalan, lini perbaikan kendaraan pascauji, area stock yard, show room dan fasilitas pendukung lainnya. 

“Tentunya fasilitas produksi yang telah dimiliki PT SMK sebagai produsen mobil telah membawa pada suatu tahapan yang lebih maju dan layak untuk dapat memproduksi kendaraan roda empat. Ini kabar yang menggembirakan bagi industri otomotif di Tanah Air,” ungkap Menperin.

Produksi BIMA, 3.500 unit

Pada tahun pertama PT SMK akan memproduksi sebanyak 3.500 unit pick up BIMA – ESEMKA dengan kapasitas produksi total sebesar 12.000 unit per tahun.

Menperin menyebut, industri otomotif nasional saat ini telah berkembang dengan baik dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian nasional melalui peningkatan ekspor, investasi dan penyerapan tenaga kerja.

“Dari sisi produksi dan penjualan otomotif nasional, pada 2013 hingga 2018 telah mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit per tahun. Tentunya banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi tersebut,” sebutnya.

ESEMKA Siap Mengaspal Setelah Sekian Lama Ditunggu

Foto : Setpres / Agus Suparto

Airlangga menegaskan, otomotif merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan pengembangannya dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, sehingga Kemenperin akan terus mendorong industri otomotif Tanah Air agar semakin berdaya saing, serta mampu berkontribusi lebih besar pada perekonomian nasional.

Salah satu upaya dilakukan dengan terus memacu tumbuhnya industri komponen otomotif Tanah Air yang akan menjadi supply chain (rantai pasok) bagi industri perakitan kendaraan dalam negeri.

“Kemenperin juga terus mendorong ketersediaan bahan baku untuk industri komponen otomotif, sehingga tidak perlu impor. Kemudian, sesuai dengan prioritas Presiden, Kemenperin terus memacu peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bidang  otomotif melalui program Industrial Revolution (IR) 4.0 maupun program Tokuteiginou yaitu pemagangan di Jepang,” tegasnya.

Kemenperin bertekad mendorong agar mobil Esemka dapat meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN). “Mobil buatan anak bangsa ini diharapkan tidak banyak didominasi oleh komponen impor, sehingga TKDN harus menjadi prioritas mobil ESEMKA,” ungkap Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto.

 

 

https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMN2gkQsw1PKlAw?hl=id&gl=ID&ceid=ID%3Aid

  • Penulis: Magoh

Baca Juga

  • tur eropa Perjalanan Epik 60.000 km dengan Multistrada V4 Rally

    Perjalanan Epik 60.000 km dengan Multistrada V4 Rally

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Pandito
    • visibility 161
    • 0Komentar

    kisah seru perjalanan Tur Eropa Multistrada 60.000 km dengan Ducati V4 Rally. Jelajahi pengalaman luar biasa para pengendara melintasi berbagai negara Eropa dalam perjalanan epik ini.

  • Wuling Darion Tersedia Dalam Pilihan EV dan PHEV serta Dipasarkan Dalam Dua Varian

    Wuling Darion Meluncur Dengan Varian PHEV & EV SUV 7-Seater

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Pandito
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Wuling Darion Tersedia Dalam Pilihan EV dan PHEV serta Dipasarkan Dalam Dua Varian

  • Alasan Mengapa GIICOMVEC 2020 Wajib Dihadiri
    Tak Berkategori

    Alasan Mengapa GIICOMVEC 2020 Wajib Dihadiri

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2020
    • account_circle Magoh
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Alasan Mengapa GIICOMVEC 2020 Wajib Dihadiri, GIICOMVEC 2020 siap menghadirkan industri kendaraan komersial Indonesia secara lengkap dan komprehensif. Puluhan merek ternama dari industri kendaraan

  • Can-Am Pulse dan Origin 2025 Resmi Diperkenalkan

    Can-Am Pulse dan Origin 2025 Resmi Diperkenalkan

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle dimas
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Can-Am Pulse dan Origin 2025 kini tersedia untuk pre-order di Indonesia. Motor listrik bergaya premium dari BRP ini hadir dengan performa tinggi dan teknologi canggih

  • Pertamina Patra Niaga Berangkatkan Mitra Ojol Mudik Gratis Bareng MyPertamina

    Ribuan Ojol Akhirnya Bisa Pulang Kampung! Program Mudik Gratis MyPertamina Diserbu Mitra Pengemudi

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Selviyani Mimie
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Pertamina Patra Niaga Berangkatkan Mitra Ojol Mudik Gratis Bareng MyPertamina   OTOExpo.com , Jakarta –  Tradisi mudik menjelang Hari Raya Idulfitri selalu menjadi momen yang paling ditunggu oleh masyarakat Indonesia. Namun bagi sebagian pekerja sektor informal, termasuk para pengemudi ojek online, pulang ke kampung halaman sering kali menjadi tantangan tersendiri karena tingginya biaya transportasi saat […]

  • BYD Transformasi Teknologi dan Inovasi Merubah Dunia

    BYD Transformasi Teknologi dan Inovasi Merubah Dunia

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle dimas
    • visibility 190
    • 0Komentar

    BYD Transformasi Teknologi dan Inovasi   OTOExpo.com, Jakarta – PT BYD Motor Indonesia memperkenalkan transformasi teknologi dan inovasi produk yang telah menjadi fondasi kesuksesan BYD dalam industri New Energy Vehicles (NEV).  BYD terus memperkuat posisinyadalam era elektrifikasi dengan teknologi inovatif dan lini kendaraan elektrifikasi yang komprehensif. Berkomitmen untuk menyediakan solusi transportasi berkelanjutan, BYD menawarkan ragam […]

expand_less