Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » ESEMKA Siap Mengaspal Setelah Sekian Lama Ditunggu

ESEMKA Siap Mengaspal Setelah Sekian Lama Ditunggu

  • account_circle Magoh
  • calendar_month Jumat, 6 Sep 2019
  • visibility 141
  • print Cetak

ESEMKA Siap Mengaspal Setelah Sekian Lama Ditunggu

 

OTOExpo.comIndustri otomotif Tanah Air terus menggeliat dan semakin menunjukkan daya saingnya. Hal ini dibuktikan oleh hadirnya produsen kendaraan bermotor roda empat dengan principal (pemilik produk) dari Indonesia, yakni PT Solo Manufaktur Kreasi (PT SMK).

Kehadiran pabrik mobil bermerek ESEMKA tersebut, ditargetkan dapat meningkatkan penyerapan komponen otomotif dalam negeri, khususnya yang diproduksi Industri Kecil dan Menengah (IKM). Langkah strategis ini akan mewujudkan kemandirian industri nasional, terutama sektor otomotif.

“Saat ini, PT SMK telah bekerjasama dengan lebih dari 30 industri penyedia komponen otomotif lokal dan sudah melakukan persiapan untuk produksi massal,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di sela mendampingi Presiden Joko Widodo pada peresmian pabrik PT SMK di Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/9).

Menperin memastikan, peresmian pabrik senantiasa memberikan efek berganda bagi perekonomian, seperti membuka lapangan kerja baru.

“Pada tahap awal akan menyerap 300 tenaga kerja untuk satu shift. Kalau kapasitasnya nanti bertambah, tentu bertambah juga jumlah tenaga kerjanya. Ini untuk tenaga kerja lokal,” ungkapnya.

ESEMKA Siap Mengaspal Setelah Sekian Lama Ditunggu

Foto : Setpres / Agus Suparto

Di Bawah Rp. 200 Juta

Airlangga memproyeksi industri otomotif di Indonesia ke depannya terus ekspansif seiring dengan adanya peningkatan investasi.

Apalagi, bagi mereka yang menghasilkan produk di bawah Rp 200 juta, seperti PT SMK ini dinilai punya peluang bisnis yang prospektif.

“Dengan harga tersebut, menjadi sarana migrasi bagi para pemilik motor yang ingin memiliki mobil pertama kali.”

“Apalagi, PT SMK ini kan menghasilkan jenis pikap, yang dapat menunjang produktivitas. Nah, seperti jenis komersial ini, dilihat juga yang penting itu kapasitas muatan isinya. Artinya, semakin bisa menampung banyak muatannya, potensi lakunya tinggi,” paparnya.

Menperin menyampaikan, pemerintah memberikan dukungan penuh dalam upaya pengembangan industri otomotif di Tanah Air. Sebab, industri otomotif merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang diprioritaskan agar mampu berdaya saing global berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0.

Industri Komponen

“Kami juga dorong peran dari industri komponennya, sehingga terbentuk rantai pasok terintegrasi,” jelasnya. Dalam proses produksinya, PT SMK berkomitmen untuk mengoptimalkan penggunaan komponen lokal. Ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) bersama Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) pada Agustus 2019 lalu di Jakarta.

Airlangga mengemukakan, banyak industri komponen kendaraan di dalam negeri telah menjadi bagian dari pemasok rantai nilai global.

Secara nasional, saat ini terdapat 1.500 perusahaan komponen otomotif di Indonesia yang terbagi dalam Tier 1, Tier 2 dan Tier 3 yang tersebar di seluruh Indonesia terutama di provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

ESEMKA Siap Mengaspal Setelah Sekian Lama Ditunggu

Foto : setpres/Agus Suparto

Kekuatan industri otomotif di Indonesia juga terlihat dari capaian ekspor produk otomotif dan komponennya yang terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2018, ekspor CBU sebanyak 265 ribu unit, kemudian CKD sekitar 82 ribu set, serta komponen lebih dari 86,6 juta pieces.

“Nilai ekspor komponen kita sudah menembus hingga USD2,1 miliar. Artinya, struktur dari sektor ini sudah cukup dalam. Contohnya, ekspor untuk ban kendaraan sekitar USD1,2 miliar. Selain itu, untuk sasis, kaca, dan kursinya sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Jadi, industri baja dan plastik kita sudah mampu kompetitif,” sebutnya.

Telah memiliki TPT

Airlangga pun menuturkan, sebagai produsen otomotif, PT SMK telah memiliki Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) yang telah diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian untuk enam jenis kendaraan roda empat. “Empat di antaranya merupakan kendaraan komersial tipe pick up single cabin yang diberi nama BIMA – ESEMKA, lalu satu tipe penumpang double cabin yang diberi nama DIGDAYA – ESEMKA dan satu tipe lagi kendaraan penumpang minivan dengan nama BORNEO – ESEMKA,” tutur Menperin.

Fasilitas Produksi

Sebagai principal otomotif nasional, saat ini PT SMK telah memiliki fasilitas produksi yang telah siap beroperasi, antara lain lini pengecatan body, lini perakitan mobil type monocoque, type chassis, gasoline engine, diesel engine, transmisi dan axle.

Kemudian, ada juga lini penyambungan transmisi motor diesel dan motor bensin, lini pengujian kendaraan statik atau elektronik, lini pengujian jalan, lini perbaikan kendaraan pascauji, area stock yard, show room dan fasilitas pendukung lainnya. 

“Tentunya fasilitas produksi yang telah dimiliki PT SMK sebagai produsen mobil telah membawa pada suatu tahapan yang lebih maju dan layak untuk dapat memproduksi kendaraan roda empat. Ini kabar yang menggembirakan bagi industri otomotif di Tanah Air,” ungkap Menperin.

Produksi BIMA, 3.500 unit

Pada tahun pertama PT SMK akan memproduksi sebanyak 3.500 unit pick up BIMA – ESEMKA dengan kapasitas produksi total sebesar 12.000 unit per tahun.

Menperin menyebut, industri otomotif nasional saat ini telah berkembang dengan baik dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian nasional melalui peningkatan ekspor, investasi dan penyerapan tenaga kerja.

“Dari sisi produksi dan penjualan otomotif nasional, pada 2013 hingga 2018 telah mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit per tahun. Tentunya banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi tersebut,” sebutnya.

ESEMKA Siap Mengaspal Setelah Sekian Lama Ditunggu

Foto : Setpres / Agus Suparto

Airlangga menegaskan, otomotif merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan pengembangannya dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, sehingga Kemenperin akan terus mendorong industri otomotif Tanah Air agar semakin berdaya saing, serta mampu berkontribusi lebih besar pada perekonomian nasional.

Salah satu upaya dilakukan dengan terus memacu tumbuhnya industri komponen otomotif Tanah Air yang akan menjadi supply chain (rantai pasok) bagi industri perakitan kendaraan dalam negeri.

“Kemenperin juga terus mendorong ketersediaan bahan baku untuk industri komponen otomotif, sehingga tidak perlu impor. Kemudian, sesuai dengan prioritas Presiden, Kemenperin terus memacu peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bidang  otomotif melalui program Industrial Revolution (IR) 4.0 maupun program Tokuteiginou yaitu pemagangan di Jepang,” tegasnya.

Kemenperin bertekad mendorong agar mobil Esemka dapat meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN). “Mobil buatan anak bangsa ini diharapkan tidak banyak didominasi oleh komponen impor, sehingga TKDN harus menjadi prioritas mobil ESEMKA,” ungkap Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto.

 

 

https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMN2gkQsw1PKlAw?hl=id&gl=ID&ceid=ID%3Aid

  • Penulis: Magoh

Artikel Menarik Lainnya

  • Ketangguhan MG HS untuk Road Trip Akhir Tahun
    Tak Berkategori

    Layanan Purna Jual Dan Keamanan MG Lebih Terjamin

    • calendar_month Kamis, 21 Des 2023
    • account_circle Magoh
    • visibility 176
    • 0Komentar

    OTOExpo.com | MG HS, SUV MG yang meraih predikat “Double Five-star” karena sukses memenuhi rating bintang lima dari pemeringkat keselamatan Euro NCAP

  • Penyerahan 1000 Unit Mobil Listrik BYD Ke Pelanggan Untuk Kendaraan Ramah Lingkungan

    Penyerahan 1000 Unit Mobil Listrik BYD Ke Pelanggan Untuk Kendaraan Ramah Lingkungan

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle Magoh
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Penyerahan 1000 Unit Mobil Listrik BYD Ke Pelanggan Untuk Kendaraan Ramah Lingkungan

  • Honda N Series Raih Penjualan Kumulatif 4 Juta Unit di Jepang

    Honda N Series Raih Penjualan Kumulatif 4 Juta Unit di Jepang

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle dennis
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Honda N Series Raih Penjualan Kumulatif 4 Juta Unit di Jepang   OTOExpo.com , Jepang –  Lini produk Honda N Series berhasil mencatatkan penjualan kumulatif sebesar 4 juta unit di Jepang sejak peluncurannya pada 2011 hingga akhir November 2024. Data tersebut dirilis oleh Japan Automobile Sales Association dan All Light Automobile Self-Cooperative Association. Lini Honda […]

  • Sejarah Vape

    Sejarah Vape

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2020
    • account_circle Pandito
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sejarah Vape, Vape masuk indonesia mulai tahun 2012. Seiring berkembangnya zaman, vape terus berkembang diindonesia karena banyaknya masyarakat Indonesia yang pergi melancong keluar negeri sehingga

  • Rasa Premium di Balik Kemudi Mazda CX-30 Saat Mazda Power Drive Shangri-La

    Rasa Premium di Balik Kemudi Mazda CX-30 Saat Mazda Power Drive Shangri-La

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle dimas
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Rasa Premium di Balik Kemudi Mazda CX-30 Saat Mazda Power Drive Shangri-La   OTOExpo.com , Jakarta –  Jakarta memang tidak pernah benar-benar diam. Namun, di halaman Hotel Shangri-La pagi itu, suasana terasa sedikit berbeda. Di antara barisan mobil dengan desain khas “Kodo: Soul of Motion”, ada satu model yang berhasil mencuri perhatian, Mazda CX-30. Ajang […]

  • IIMS 2026 Jadi Arah Baru Industri Otomotif Indonesia

    IIMS 2026 Jadi Arah Baru Industri Otomotif Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Pandito
    • visibility 85
    • 0Komentar

    IIMS 2026 Jadi Arah Baru Industri Otomotif Indonesia

expand_less