News
light
Beranda » Kendaraan » Di Mana Posisi Suzuki dalam Peta Persaingan EV?

Di Mana Posisi Suzuki dalam Peta Persaingan EV?

  • account_circle Pandito
  • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
  • visibility 114

Di Mana Posisi Suzuki dalam Peta Persaingan EV?

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Suzuki Belum Siap Menjadi Pemain EV Global.

Secara global, Suzuki masih sangat konservatif dalam masuk ke pasar EV. Padahal kompetitor langsung mereka seperti: Toyota dan Honda (Jepang), Hyundai dan Kia (Korea), BYD dan Wuling (China),

…telah jauh melangkah, baik dari sisi teknologi, lini produk, maupun penetrasi pasar global dan lokal.

Suzuki sendiri baru serius membahas roadmap elektrifikasinya di India melalui joint venture dengan Maruti, dan di Jepang pun masih bersifat “uji coba terbatas”.

Padahal Suzuki sudah memiliki eVX Concept yang digadang-gadang menjadi upaya awal suzuki di dunia mobil listrik.

Adapun latar Belakang Kemunculan Suzuki eVX yaitu, mobil EV ini  diluncurkan pertama kali pada Auto Expo 2023 di India, Suzuki eVX Concept adalah mobil listrik konsep pertama dari Suzuki.

Mobil ini dikembangkan oleh Suzuki Motor Corporation Jepang, namun akan diproduksi oleh Maruti Suzuki India, yang merupakan anak perusahaan terbesar mereka.

Di Mana Posisi Suzuki dalam Peta Persaingan EV?

Suzuki eVX menandai transisi penting dari Suzuki yang selama ini fokus pada mobil kompak bermesin bensin ke era kendaraan elektrifikasi penuh.

Akan tetapi, kehadiran mobil EV ini sepertinya kehilangan momentum disaat merek lain sudah berlomba-lomba mengeluarkan inovasi mereka di bidang kendaraan EV.

Meskipun eVX menjanjikan banyak hal, Suzuki menghadapi beberapa kendala besar:

  • Terlambat masuk ke EV murni dibandingkan rival seperti BYD, Hyundai, dan bahkan Toyota.
  • Belum ada kejelasan soal jenis baterai (LFP vs NMC) dan dukungan fast charging.
  • Infrastruktur pengisian dan edukasi pasar masih jadi PR besar, terutama di pasar seperti Indonesia.
  • Persaingan harga akan berat jika Suzuki tidak bisa membuat eVX setara dengan mobil listrik murah buatan Tiongkok.

Poin minus Suzuki:

  • Suzuki terlambat masuk dan kehilangan momentum hype EV global.
  • Tidak ada flagship EV global yang bisa dibanggakan hingga pertengahan 2025.

Di Indonesia, Suzuki Masih “Setengah Hati” di Listrik

Suzuki sempat meluncurkan Ertiga Hybrid, tapi itu bukan full hybrid atau EV, melainkan mild hybrid yang secara teknologi masih kalah jauh dibanding Toyota Hybrid System.

Sementara itu, kompetitor sudah membuat gebrakan:

  • Toyota: memperluas lini hybrid dari Kijang Innova Zenix ke Yaris Cross.
  • Hyundai: punya Ioniq 5 lokal, dan segera Ioniq 7 serta Kona Electric.
  • Wuling: Air ev dan Binguo EV merajai pasar LCGC listrik.
  • Neta, Chery, BYD, dan GWM ORA: masuk ke segmen smart EV dengan fitur-fitur kekinian dan harga agresif.

Kondisi Suzuki:

Ancaman Eksistensial di Segmen Entry-Level

Suzuki selama ini hidup dari pasar entry-level dan low-MPV, segmen yang kini mulai diganggu EV murah dari China.

Contohnya:

  • Wuling Air ev menyasar segmen urban commuter.
  • BYD Seagull dan Dolphin menyasar mobil keluarga kecil dengan fitur EV lengkap.
  • Jika GWM ORA dan Neta mulai bermain di bawah Rp300 juta, segmen New Carry dan Ertiga akan terguncang habis-habisan.

Tantangan:

  • Kalau Suzuki tetap tidak berevolusi, mereka bisa mengalami nasib serupa seperti Nokia di era smartphone.

Riset dan Inovasi Suzuki Masih Lambat

Suzuki terkenal sebagai brand yang fokus pada efisiensi biaya, tapi konsekuensinya adalah minimnya alokasi riset untuk teknologi disruptif seperti EV, baterai solid-state, autonomous driving, atau connected car systems.

Bandingkan dengan:

  • Hyundai yang bangun R&D center besar-besaran di Singapura.
  • Toyota yang punya joint lab untuk baterai solid-state.
  • BYD yang memproduksi baterai sendiri dan jual ke merek lain.

Sementara Suzuki? Sampai sekarang masih bergantung pada kerja sama dengan Toyota, bukan dari pengembangan internal sendiri.

Peluang Masih Ada, Tapi Waktunya Mepet

Beberapa potensi yang bisa digarap Suzuki:

  • Suzuki eVX Concept yang diperkenalkan di India dan Jepang. Jika dijual dengan harga kompetitif, bisa jadi lawan serius bagi Hyundai Kona atau BYD Dolphin.
  • Suzuki punya jaringan aftersales yang luas di Indonesia kalau mereka punya produk EV, bisa langsung didukung secara nasional.
  • Pasar fleet dan UMKM bisa jadi pintu masuk misalnya mobil niaga listrik pengganti Carry.

Tapi ini hanya akan berdampak jika dilakukan sekarang, bukan dua tahun lagi.

Suzuki Sedang Tertinggal dalam Kompetisi EV

Aspek Posisi Suzuki Saat Ini Posisi Kompetitor
Produk EV Hampir tidak ada (baru eVX concept) Sudah banyak model aktif
Elektrifikasi di Indonesia Baru Ertiga Hybrid (mild hybrid) Toyota, Hyundai, BYD unggul
Riset dan Inovasi Minim, masih tergantung kolaborasi Punya R&D aktif
Ekspansi Global EV Sangat lambat China, Korea, bahkan Vietnam agresif
Dukungan Pemerintah Belum dimanfaatkan maksimal BYD & Hyundai bangun pabrik lokal
  • Penulis: Pandito

✈︎ Random Artikel

expand_less