Dealer Pertama XPENG di Indonesia Resmi Dibuka, Tapi Apa Relevansinya?
- account_circle Selviyani Mimie
- calendar_month Sen, 9 Jun 2025
- visibility 172

Dealer Pertama XPENG di Indonesia Resmi Dibuka, Tapi Apa Relevansinya?
OTOExpo.com , Jakarta – XPENG, salah satu merek mobil listrik asal China, akhirnya resmi membuka dealer pertamanya di Indonesia.
Bukan di pusat kota, bukan di kawasan industri otomotif, tapi di Indonesia Design District, PIK 2 kawasan elit yang lebih dikenal sebagai surga lifestyle mewah, bukan ekosistem kendaraan listrik.
Dealer ini diresmikan oleh sederet petinggi dari XPENG internasional dan Erajaya Active Lifestyle, yang kini jadi mitra resmi mereka di Indonesia.
Hadir juga nama-nama besar dari Erajaya Group seperti Djohan Sutanto dan Hasan Aula, yang menunjukkan betapa seriusnya mereka membawa XPENG ke pasar nasional.
Tapi pertanyaannya: serius jualan EV atau serius jualan gaya hidup?

Dealer 212 Meter Persegi
Dealer pertama XPENG ini mengusung konsep 3S: Sales, Service, dan Sparepart, seperti umumnya showroom mobil.
Memang, dengan lokasi di PIK 2 dan luas hanya 212 meter persegi, mungkin tujuannya bukan mendorong volume penjualan, tapi lebih ke membangun brand image XPENG sebagai mobil listrik futuristik untuk kelas atas.
Tapi lagi-lagi, jadi terasa sangat eksklusif dan nggak menyentuh akar masalah adopsi EV di Indonesia.
XPENG G6 dan X9 Dipajang
Dua model yang ditampilkan di dealer ini adalah XPENG G6, SUV listrik yang cukup canggih dan kompetitor langsung dari Tesla Model Y, serta XPENG X9, MPV futuristik dengan gaya ala pesawat luar angkasa.
Keduanya terlihat keren, spesifikasinya menggiurkan layar besar, teknologi autonomous, jangkauan baterai 600+ km.
Tapi buat masyarakat umum, ini semua masih sangat asing dan mahal. Apakah XPENG benar-benar berniat menjual ke pasar luas, atau hanya ingin mencuri perhatian pasar sultan?
Sampai saat ini, belum ada informasi resmi soal harga, skema aftersales, atau bahkan jaringan pengisian daya publik yang disiapkan untuk menunjang pemilik mobil XPENG.
Padahal, ini adalah kunci kalau memang ingin EV tumbuh sehat di Indonesia.
Erajaya Masuk Otomotif
Keterlibatan Erajaya Active Lifestyle sebagai distributor resmi XPENG sebenarnya menarik.
Selama ini, Erajaya lebih dikenal di sektor gadget dan gaya hidup (iPhone, smartwatch, e-bike, dsb). Masuk ke dunia otomotif khususnya mobil listrik jelas langkah yang berani.
Tapi apakah mereka paham ekosistem otomotif?
Mengelola showroom EV bukan cuma soal branding. Butuh dukungan teknis kuat, SDM yang terlatih, serta layanan purna jual yang kredibel.
Kalau semua ini belum siap, dealer XPENG PIK 2 bisa jadi cuma “pop-up lifestyle gallery” yang cepat viral tapi nggak bertahan lama.
Pamer Teknologi Tapi Lupa Infrastruktur
Seperti merek EV China lainnya, XPENG punya kekuatan di fitur: autonomous driving, smart cockpit, layar besar, fast charging, dan lain-lain.
Tapi semua fitur ini tidak relevan kalau Indonesia belum punya infrastruktur mendukung.
Charging station publik di luar Jabodetabek masih langka. Belum lagi soal regulasi, insentif, dan edukasi masyarakat soal EV.
XPENG seolah datang dengan semua kemewahan, tapi belum bicara tentang tantangan nyata di pasar lokal.
Target Sebenarnya
Kalau dilihat dari lokasi, desain dealer, dan strategi pemasaran, XPENG jelas menyasar kalangan elit perkotaan yang haus teknologi dan gaya hidup mewah.
Bukan pengguna harian, bukan driver ojek listrik, bukan pelaku usaha logistik ramah lingkungan.
Apakah XPENG dan Erajaya tidak tertarik menyasar pasar menengah ke bawah? Atau memang XPENG bukan untuk itu?
Kalau benar begitu, XPENG hanya akan jadi “mainan baru” kalangan terbatas, bukan solusi mobilitas masa depan Indonesia.
Soft Launching Penuh Gaya, Tapi Kosong Isinya?
Kehadiran XPENG di Indonesia memang bisa dibilang sebagai langkah baru dalam persaingan EV global.
Tapi dengan hanya satu dealer kecil di kawasan elit, fasilitas lounge yang terkesan “pamer”, serta tanpa roadmap jelas untuk pengembangan jangka panjang, XPENG lebih terlihat sebagai sensasi lifestyle daripada solusi mobilitas masa depan.
Kalau XPENG benar-benar ingin eksis di Indonesia, mereka harus keluar dari PIK dan masuk ke jalanan nyata, menjawab kebutuhan pengguna EV yang sebenarnya bukan cuma memuaskan rasa ingin tahu para influencer dan penggemar gimmick teknologi.*****
.
.
.
.
- Penulis: Selviyani Mimie

