Dealer AION Makassar Resmi Dibuka, Bagaimana Nasib EV di Indonesia Timur?
- account_circle Magoh
- calendar_month Sab, 7 Jun 2025
- visibility 126

Dealer AION Makassar Resmi Dibuka, Bagaimana Nasib EV di Indonesia Timur?
OTOExpo.com , Makassar – Industri kendaraan listrik (EV) di Indonesia sedang tancap gas. Hampir semua merek mobil mulai menyusun strategi untuk ekspansi ke berbagai daerah.
Salah satu gebrakan terbaru datang dari AION Indonesia yang baru saja meresmikan dealer pertamanya di Sulawesi Selatan, tepatnya di Makassar.
“Kami sangat antusias menjadi bagian dari ekspansi AION di Indonesia, khususnya di Sulawesi. Dealer AION Makassar akan menjadi pintu gerbang utama untuk memajukan pasar mobil listrik di kawasan ini, sekaligus membesarkan nama AION Indonesia di wilayah timur,” ucap Dylan Tedja, President Direktur DETA Group.

Langkah ini tentu patut diapresiasi. Bagaimana tidak, sebagian besar produsen mobil EV selama ini hanya bermain aman di Pulau Jawa dan sebagian Sumatera.
Tapi AION berani “nyebrang” ke Timur. Tapi, pertanyaannya: apakah infrastruktur dan kesiapan masyarakat di wilayah Indonesia Timur sudah memadai untuk menyambut era EV?
Yuk, kita bedah satu per satu!
Dealer AION Makassar, Apa yang Ditawarkan?
Dealer AION Makassar terletak di Jalan Sultan Alauddin I No. 193, Rappocini, Kota Makassar. Berdiri di lahan seluas 1.294 meter persegi, dealer ini mengusung konsep 3S (Sales, Service, Spare Part) artinya, calon konsumen bisa lihat unit, servis mobil, dan beli suku cadang dalam satu tempat.
Unit yang dipajang juga bukan kaleng-kaleng. Ada:
- AION Y Plus: si mungil futuristik tapi lincah.
- AION V: SUV bongsor buat yang doyan gaya dan teknologi.
- Hyptec HT: untuk segmen fleet atau komersial.
Selain itu, dealer ini punya 6 stall servis, fasilitas pengisian daya gratis, bahkan bisa test drive ke rumah. Satu kata: niat.
Antusiasme Tinggi, Tapi…
Menurut rilis resminya, saat peresmian dealer ini, tercatat 20 SPK langsung dalam sehari. Angka yang cukup mengejutkan untuk wilayah yang belum dikenal luas sebagai pasar utama EV.
Artinya, ada harapan. Masyarakat Makassar ternyata cukup terbuka dengan konsep mobil listrik. Tapi apakah mereka benar-benar siap secara fasilitas dan ekosistem?
Ini yang jadi catatan penting.
Infrastruktur Jadi Tantangan Besar di Luar Jawa
Kita tahu, membangun dealer itu satu hal. Tapi mendukung penggunaan harian kendaraan listrik itu cerita lain. Masalahnya, infrastruktur EV di luar Jawa masih sangat minim.
Beberapa hal yang perlu dikritisi:
- Stasiun pengisian daya umum (SPKLU) di Sulawesi masih sangat terbatas.
- Jaringan teknisi dan suku cadang belum tersebar merata.
- Pola penggunaan mobil di luar Jawa cenderung berbeda jarak jauh, medan menantang, dan belum tentu cocok dengan daya tempuh EV entry level.
Jadi wajar kalau kita bertanya: apakah membuka dealer di Makassar sudah dibarengi dengan komitmen membangun infrastruktur pendukungnya?
Langkah Positif dari AION, Tapi Harus Konsisten
Peresmian dealer AION Makassar juga dihadiri nama-nama penting seperti:
- Andry Ciu, CEO AION Indonesia
- Dylan Tedja, President Direktur DETA Group
- Wakil Pemerintah Kota Makassar
Dalam sambutannya, Andry menyebutkan bahwa ini adalah bagian dari komitmen AION untuk mendekatkan kendaraan listrik ke masyarakat di luar Jawa dan Sumatera. Oke, itu bagus.
Tapi kita berharap ini bukan sekadar manuver branding. Karena mobil listrik bukan sekadar tren, tapi butuh komitmen jangka panjang. Mulai dari edukasi masyarakat, aftersales yang kuat, hingga kepastian charging station di area publik.
EV di Timur Indonesia: Siap atau Sekadar Gimik?
Makassar adalah pintu gerbang Indonesia Timur. Tapi jika AION ingin serius menanamkan brand-nya di sini, maka dealer saja tidak cukup. Harus ada:
- Kolaborasi dengan PLN atau swasta buat bangun SPKLU.
- Pelatihan teknisi lokal.
- Promosi dan edukasi yang intensif karena jujur, masih banyak yang takut beli EV karena takut “mogok di tengah jalan dan nggak bisa ngecas”.
Tapi jangan salah, potensinya besar banget. Kota-kota seperti Makassar, Manado, Kendari, atau Ambon bisa jadi ceruk pasar baru. Apalagi kalau ada insentif atau dukungan pemerintah daerah.
“Hadirnya Dealer AION Makassar merupakan wujud nyata dari komitmen kami untuk menyediakan solusi mobilitas berkelanjutan dan semakin dekat dengan konsumen, tidak hanya di Jawa dan Sumatera, tetapi juga di Indonesia bagian tengah dan timur. Ini adalah langkah penting dalam misi kami membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.” Ujar Andry Ciu, CEO AION Indonesia.
AION Sudah Mulai, Tapi Jangan Berhenti di Launching
Langkah AION membuka dealer di Makassar patut diapresiasi. Ini bisa jadi pembuka jalan bagi merek lain buat lebih serius garap Indonesia Timur.
Tapi, tantangan sesungguhnya justru baru dimulai: bagaimana membuat orang merasa nyaman, aman, dan percaya diri menggunakan mobil listrik di luar kota besar?
Kalau AION konsisten, bisa jadi pelopor revolusi EV di Timur Indonesia. Tapi kalau cuma buka dealer tanpa dukungan ekosistem? Ya, risikonya besar bisa-bisa hanya jadi etalase tanpa pelanggan setia.
Indonesia Timur layak dapat perhatian lebih dalam peta elektrifikasi kendaraan. Semoga dealer AION Makassar bukan akhir dari cerita, tapi justru awal dari gelombang besar elektrifikasi yang inklusif dan merata di seluruh Nusantara.****
.

.
.
.
- Penulis: Magoh

